Salin Artikel

TukarBaju, Solusi Kurangi Sampah dan Atasi Gaya Hidup Konsumtif

Anda salah jika mengira mereka sedang membeli baju baru di toko atau pusat perbelanjaan.

Yang benar, mereka sedang memilih "baju baru" dalam acara #TukarBaju yang digagas Komunitas Zero Waste Indonesia.

Sebelum memilih "baju baru", mereka harus rela mengantre karena banyaknya warga yang ingin menukarkan baju mereka.

Acara #TukarBaju di Bank DBS Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, itu sebenarnya baru dimulai pukul 10.00 WIB. Namun, antrean sudah mengular sebelum pukul 10.00 WIB.

"Per jam 09.45 itu ada 620 atau 630 orang. Anak registrasi sampai harus keluar bawa laptop, daripada di dalam numpuk," ujar Project Officer #TukarBaju, Amanda Zahra Marsono.

Saking ramainya, tim #TukarBaju harus membatasi dulu warga yang masuk ke dalam ruangan #TukarBaju. Warga harus berganti-gantian agar ruangan #TukarBaju tidak penuh sesak.

"Sampai harus ditahan dulu, tidak boleh masuk ramai-ramai. Karena kalau terlalu banyak, di dalam riweuh banget," kata dia.

Bawa baju lama, tukar dengan "baju baru"

Sesuai nama acaranya, warga tentu saja harus membawa baju lama yang akan ditukar dengan "baju baru". Setiap orang diperbolehkan membawa maksimal lima baju atau celana untuk ditukar.

Baju-baju atau celana yang akan ditukar terlebih dahulu dilakukan kurasi. Tujuannya untuk memastikan baju-baju yang ditukar sesuai syarat yang ditentukan, yakni bersih, sudah dicuci, tidak rusak, tidak bolong, tidak lusuh, dan tidak bernoda.

Baju-baju yang lolos kurasi kemudian digantungkan di rak baju, sementara celana-celana diletakan di atas meja. Baju dan celana itu siap untuk dibawa pulang oleh pemilik yang baru.

Yang perlu diingat, jumlah pakaian yang dibawa pulang harus sama dengan jumlah yang diserahkan. Sebagai penanda, tim #TukarBaju memberikan tutup botol atau kertas sesuai jumlah pakaian yang ditukarkan.

Warga harus memperlihatkan baju yang akan dibawa pulang dan mengembalikan tutup botol atau kertas itu di konter kasir. Kasir akan memastikan jumlah baju yang diambil sama dengan jumlah tutup botol atau kertas.

TukarBaju sebagai solusi atasi sampah fesyen dan limbah tekstil

Komunitas Zero Waste Indonesia sudah beberapa kali menggelar acara #TukarBaju, yakni di Yogyakarta, Tangerang Selatan, dan Jakarta.

Acara itu rencananya akan kembali digelar pada 15-18 Agustus mendatang di Grand Indonesia, Jakarta, dan 24 Agustus di Bandung.

Komunitas Zero Waste Indonesia akan terus menggalakkan acara #TukarBaju yang dirintis sejak 4 Mei lalu.

Amanda mengatakan, Komunitas Zero Waste Indonesia mulanya hanya fokus pada penggunaan plastik sekali pakai. Komunitas itu kemudian menyadari bahwa banyak jenis sampah lain yang juga harus dikurangi, termasuk sampah fesyen.

"Akhirnya kami buatlah kampanye tentang sampah fesyen dan limbah tekstil," kata Amanda, Sabtu pekan lalu.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil riset global, 10 persen emisi karbondioksida berasal dari industri fesyen.

Setiap tahun, sekitar 50.000 ton pewarna kimia untuk kain dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan.

Karena itu, Komunitas Zero Waste Indonesia akan terus melakukan kampanye #TukarBaju sepanjang 2019 sebagai upaya untuk menyadarkan warga agar bijak menggunakan pakaian.

Selain itu, kampanye ini diharapkan menumbuhkan industri re-cycling kain demi mengurangi sampah fesyen dan limbah tekstil.

"Judul kampanye kami di awal adalah #TukarBaju sebagai solusi akan sampah fesyen dan limbah tekstil Indonesia," ujar Amanda.

Tantangan dan solusi #TukarBaju

Sebagai sebuah komunitas, tantangan terbesar Zero Waste Indonesia untuk mengadakan event #TukarBaju adalah sumber daya dan biaya. Dua tantangan itu tentunya berkaitan.

"Karena ini berbasiskan sukarela, tidak digaji, siapa sih orang mau capek buat event tapi enggak dibayar," kata Amanda.

Karena itu, Komunitas Zero Waste Indonesia berencana membuka toko #TukarBaju sebagai bisnis yang akan menghidupi komunitas mereka.

"Saya targetnya Desember 2019 sudah ada tokonya. Semoga tantangan-tantangan itu bisa diatasi," ucap Amanda.

Toko #TukarBaju akan memiliki sistem seperti acara yang sudah digelar. Penghasilan toko ini didapat dengan sistem keanggotaan.

"Sistemnya membership. Jadi, per bulan unlimited nih boleh nukar," kata Amanda.

TukarBaju atasi perilaku konsumtif dan upaya peduli lingkungan

Warga yang datang untuk menukarkan baju mereka dalam acara #TukarBaju bisa jadi memiliki motivasi tertentu.

Ananda (25) misalnya. Warga Depok ini ikut #TukarBaju untuk mengatasi gaya hidup yang konsumtif, disamping mendukung maksud kampanye Komunitas Zero Waste.

"Sebenarnya lebih suka konsepnya. Yang ditawarkan bukan masalah tukar bajunya, tapi masalah konsumtif. Jadi kalau bosan sama baju yang ini, pengin ganti gaya, enggak melulu harus beli, tapi bisa nunggu event kayak gini," kata Ananda.

Selain mengubah perilaku konsumtif, menurut Ananda, acara #TukarBaju memberikan wawasan baru untuknya. Sebab, acara ini juga diramaikan dengan talkshow.

Berbeda dengan Ananda, Anisa (19) datang jauh-jauh dari Bekasi untuk melancarkan niatnya mengurangi berbagai jenis sampah.

"Saya lagi giat-giatnya buat ngurangin sampah, awalnya cuma sampah sekali pakai. Ternyata saya tahu enggak cuma sampah plastik, baju-baju juga punya pengaruh. Jadi saya ikut," ucapnya.

Sementara itu, Irfan (26) datang bersama keluarganya untuk #TukarBaju. Mereka mengikuti acara itu untuk menukarkan baju yang sudah tidak dipakai dan ingin ikut berkontribusi mengurangi sampah.

"Sayang juga banyak baju enggak kepakai, kan lumayan buat yang lain. Terus ini kan kampanye zero waste, kalau bisa bantu kan bagus," tutur Irfan.

Sama halnya dengan para pengunjung, warga yang menjadi relawan tim #TukarBaju juga punya tujuan untuk ikut mengurangi sampah.

Diana (20) misalnya. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi ini rajin menjadi relawan kegiatan bertema lingkungan.

"Aku kalau jadi volunter yang berhubungan dengan lingkungan, kayak bersihin pantai. Jadi, emang ingin kontribusi kurangi sampah," ucap Diana.

Selain itu, Diana ingin menambah teman baru dengan menjadi relawan. Sebagai relawan tim #TukarBaju, Diana senang karena bisa menukar baju tanpa batasan jumlah dan mendapat dua baju gratis.

Relawan lainnya, Hani (21), juga memiliki tujuan yang sama, yakni mengurangi sampah. Dia juga terinspirasi sosok Amanda yang menjadi project officer #TukarBaju.

"Kan Kak Amanda udah capek-capek bikin konsep, tenaga, semuanya. Itu bukan buat dirinya sendiri. Kalau aku bisa bantu sedikit, kenapa enggak. Aku ingin berbuat untuk lingkungan, meskipun baru sedikit," kata Hani.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/03/09191711/tukarbaju-solusi-kurangi-sampah-dan-atasi-gaya-hidup-konsumtif

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Megapolitan
Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Megapolitan
2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

Megapolitan
Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Megapolitan
Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Megapolitan
Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Megapolitan
Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Megapolitan
Sopir Mobil Mabuk Tabrak Pemotor di Jalan Sudirman, Lalu Kabur dan Tabrak 3 Kendaraan Lain

Sopir Mobil Mabuk Tabrak Pemotor di Jalan Sudirman, Lalu Kabur dan Tabrak 3 Kendaraan Lain

Megapolitan
Jalan Green Boulevard BSD City Direncanakan Jadi Lokasi 'Street Race'

Jalan Green Boulevard BSD City Direncanakan Jadi Lokasi "Street Race"

Megapolitan
Sopir Mobil Diduga Mabuk Tabrak 4 Kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman

Sopir Mobil Diduga Mabuk Tabrak 4 Kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Megapolitan
Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.