Salin Artikel

Meski Tak Tahu Namanya, Demonstran di Monas Tuntut Pimpinan Baru KPK Segera Dilantik

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa pendukung revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut berdemo di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (30/9/2019).

Massa yang mengaku sebagai mahasiswa itu berjumlah tak sampai 50 orang. Tak ada satu pun dari mereka yang membawa bendera universitas masing-masing.

Sambil memegang bendera merah putih, mereka meminta pelantikan pimpinan KPK yang baru bisa dipercepat.

"Tuntutan kami mendukung bagaimana pelantikan KPK yang baru segera dipercepat. Pimpinan KPK yang lama segera turun dari jabatannya supaya pimpinan KPK yang baru bisa mengisi kekosongan," ujar seseorang yang mengaku koordinator aksi, Rijal, kepada Kompas.com, Senin.

Wartawan kemudian menanyakan siapa pimpinan KPK terpilih yang ia maksud. Namun, Rijal memberi jawaban lain.

"Pimpinan baru yang sudah terpilih ini yang kami dorong untuk dipercepat," kata dia.

Menurut Rijal, KPK di bawah pimpinan Agus Rahardjo sudah kehilangan marwahnya. Ia kemudian bicara soal dasar hukum di balik tuntutan mereka mempercepat pelantikan pimpinan KPK terpilih.

"Untuk dasar hukum kan ada wewenang presiden dan segala macam. Kami melihat gerakan-gerakan besar seperti ini kan karena ada revisi UU KPK itu," ujar dia.

"Walaupun DPR sudah tetapkan waktu pelantikan, kan ada problem lain di tubuh KPK," kata Rijal.

Sebelumnya, Rijal sempat mengaku bukan koordinator aksi. Ia juga menyebutkan nama aliansi yang berbeda (Forom Aksi Mahasiswa Se-Jabodetabek) dengan yang disebutkan demonstran lain (Mahasiswa Nusantara).

"Dari beberapa kampus, saya juga enggak hafal siapa saja," jawab Rijal saat ditanya jumlah dan nama-nama kampus yang ikut serta.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/09/30/16324501/meski-tak-tahu-namanya-demonstran-di-monas-tuntut-pimpinan-baru-kpk

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Megapolitan
Ingin Kembalikan Marwah TMII, Pengelola Tutup SnowBay Waterpark

Ingin Kembalikan Marwah TMII, Pengelola Tutup SnowBay Waterpark

Megapolitan
Polisi Gerebek Pinjol Online di PIK, Satu Manajer Ditangkap

Polisi Gerebek Pinjol Online di PIK, Satu Manajer Ditangkap

Megapolitan
Warga Tolak Pelintasan Sebidang di Kemayoran Ditutup: Itu Akses Utama Saya Pergi ke Pasar dan Antar Anak Sekolah

Warga Tolak Pelintasan Sebidang di Kemayoran Ditutup: Itu Akses Utama Saya Pergi ke Pasar dan Antar Anak Sekolah

Megapolitan
'Micro-lockdown' Usai, Warga RW 02 Krukut Dapat Kembali Beraktivitas

"Micro-lockdown" Usai, Warga RW 02 Krukut Dapat Kembali Beraktivitas

Megapolitan
Curi Ponsel Siswa SMP di Dasbor Motor lalu Ditangkap Warga, Pelaku: Saya Gelap Mata

Curi Ponsel Siswa SMP di Dasbor Motor lalu Ditangkap Warga, Pelaku: Saya Gelap Mata

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Kelola 14 Aplikasi

Kantor Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Kelola 14 Aplikasi

Megapolitan
Ini Peran 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek Polisi di PIK

Ini Peran 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek Polisi di PIK

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, Polisi: Tidak Ada Izin dari OJK

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, Polisi: Tidak Ada Izin dari OJK

Megapolitan
Munarman Bersikap Tenang Saat Sidang, Kuasa Hukum: Selalu Kalem asal Tak Dipancing

Munarman Bersikap Tenang Saat Sidang, Kuasa Hukum: Selalu Kalem asal Tak Dipancing

Megapolitan
Digerebek Polisi, Pegawai Perusahaan Pinjol di PIK Mengaku Tak Tahu Kantornya Ilegal

Digerebek Polisi, Pegawai Perusahaan Pinjol di PIK Mengaku Tak Tahu Kantornya Ilegal

Megapolitan
Berupaya Tabrak Polisi Saat Akan Ditangkap di Cipondoh, Pencuri Motor Ditembak, lalu Tewas di RS

Berupaya Tabrak Polisi Saat Akan Ditangkap di Cipondoh, Pencuri Motor Ditembak, lalu Tewas di RS

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, 99 Karyawan Diamankan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, 99 Karyawan Diamankan

Megapolitan
Pencopetan Kembali Terjadi di Terminal Pulogadung, Kali Ini Pelakunya Residivis

Pencopetan Kembali Terjadi di Terminal Pulogadung, Kali Ini Pelakunya Residivis

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.