Salin Artikel

Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

JAKARTA,KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama memastikan bahwa H, pelaku utama persekusi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU bukan berasal dari organisasi masyarakat.

Kepastian tersebut didapatkan polisi dari beberapa saksi yang telah diperiksa tim penyidik.

Hal tersebut sekaligus membantah ucapan pelaku yang viral dalam video persekusi tersebut. Dalam video, pelaku mengaku jika dirinya memiliki rekan seorang "jawara".

"Satu lagi (pelaku) mengaku jawara Betawi itu hanya oknum saja. Jadi tidak dikaitkan dengan dua organisasi yang besar. Tentunya ini kita proses oknum-oknum tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku," ucap Bastoni saat ditemui di kantornya.

Hingga saat ini, polisi masih mencari keberadaan H yang diduga kabur dari kediamannya. Namun, sampai saat ini H belum ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh polisi.

Walau demikian, Bastoni berharap H dapat menyerahkan diri secepatnya agar porses hukum bisa berjalan dengan lancar.

"Imbauan untuk segera menyerahkan dri diproses dalam penyelidikan kita sehingga masalah cepat selesai dan tidak menjadi besar sehingga bisa menjadi dampak konflik antara ormas ormas yang ada di Jakarta Selatan," kata Bastoni.

Sebelumnya, aksi persekusi itu berawal ketika kedua korban berboncengan dengan sepeda motor dari Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Selasa (10/12/2019).

"Korban ini dari arah Pasar Jumat mau menuju ke arah Depok kemudian dibuntuti oleh seseorang kemudian di TKP mereka diberhentikan. Tepat di seberang Holland bakery," kata Bastoni.

Setelah diberhentikan, mereka berdua menerima perkataan yang kasar dan ancaman seperti yang berada di dalam video yang sudah viral. Namun tidak ada tindak kekerasan yang dialami korban saat diberhentikan pelaku.

Setelah kejadian itu, kedua korban dan pelaku pun pergi meninggalkan lokasi kejadian.

"Anggota Banser ini melapor kepada Ketua Banser NU Jaksel Muhammad Anwar. Kemudian Ketua Banser NU menindaklanjuti menghubungi Polres Jakarta Selatan kemudian membuat laporan kemarin malam dibuatkan laporannya," kata Bastoni.

Polisi pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa saksi korban dan beberapa saksi lain. Dari hasil pemeriksaan, polisi belum bisa mengidentifikasi motif dari pelaku persekusi.

"Kita juga minta saksi ahli terkait dengan ITE maupun ahli bahasa terkait dengan kata yang bersifat ancaman dan mengarah ke persekusi," ucap dia.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengejar pelaku.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/12/11/19375511/polisi-sebut-pelaku-persekusi-banser-nu-bukan-dari-kalangan-ormas

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim SAR Temukan Jenazah ABK yang Tenggelam di Perairan Muara Baru

Tim SAR Temukan Jenazah ABK yang Tenggelam di Perairan Muara Baru

Megapolitan
Kode 'Mainkan Ya Mas' Irjen Teddy Minahasa ke AKBP Dody untuk Tukar Sabu dengan Tawas

Kode 'Mainkan Ya Mas' Irjen Teddy Minahasa ke AKBP Dody untuk Tukar Sabu dengan Tawas

Megapolitan
Rekonstruksi Ulang Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan Polisi Digelar Pagi Ini

Rekonstruksi Ulang Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan Polisi Digelar Pagi Ini

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Penyerapan Rumah DP Rp 0 Baru 43,3 Persen

Pemprov DKI Sebut Penyerapan Rumah DP Rp 0 Baru 43,3 Persen

Megapolitan
Tak Bisa Tunjukkan Karcis Parkir dan STNK, 2 Remaja Gagal Curi Motor di Mal Klender

Tak Bisa Tunjukkan Karcis Parkir dan STNK, 2 Remaja Gagal Curi Motor di Mal Klender

Megapolitan
Isak Tangis Warnai Pemakaman Polisi yang Tewas di Kantornya Sendiri, Penyebab Kematian Masih Misteri

Isak Tangis Warnai Pemakaman Polisi yang Tewas di Kantornya Sendiri, Penyebab Kematian Masih Misteri

Megapolitan
Ibu Eny Akhirnya Pulang, Hidup Berdua Lagi dengan Tiko di Rumah Mewah Mereka

Ibu Eny Akhirnya Pulang, Hidup Berdua Lagi dengan Tiko di Rumah Mewah Mereka

Megapolitan
Kompol D Bukan Selingkuh, tapi Nikah Siri dengan Wanita di Mobil Audi A6: Bagaimana Aturannya di Polri?

Kompol D Bukan Selingkuh, tapi Nikah Siri dengan Wanita di Mobil Audi A6: Bagaimana Aturannya di Polri?

Megapolitan
Misteri Selimuti Kematian Polisi di Ruangan Kerjanya Sendiri...

Misteri Selimuti Kematian Polisi di Ruangan Kerjanya Sendiri...

Megapolitan
Perkiraan Cuaca 2 Februari 2023, BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan pada Siang Hari

Perkiraan Cuaca 2 Februari 2023, BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan pada Siang Hari

Megapolitan
Jokowi Puji Heru Lanjutkan Proyek Sodetan Ciliwung, Ternyata Anggarannya dari Pusat

Jokowi Puji Heru Lanjutkan Proyek Sodetan Ciliwung, Ternyata Anggarannya dari Pusat

Megapolitan
Sisa Kuota Hanya 5.000 Tiket! Siap-siap Hari Ini Terakhir Reservasi Masuk Ancol Gratis pada 3 Februari 2023

Sisa Kuota Hanya 5.000 Tiket! Siap-siap Hari Ini Terakhir Reservasi Masuk Ancol Gratis pada 3 Februari 2023

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tanda Tanya soal Pemilik Audi A6 | Bukan Selingkuh, Kompol D Nikah Siri dengan Nur | 21 Ruas Jalan Tergenang

[POPULER JABODETABEK] Tanda Tanya soal Pemilik Audi A6 | Bukan Selingkuh, Kompol D Nikah Siri dengan Nur | 21 Ruas Jalan Tergenang

Megapolitan
Kasus Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Pensiunan Polri Jalani Rekonstruksi Ulang, Ada Tersangka Baru?

Kasus Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Pensiunan Polri Jalani Rekonstruksi Ulang, Ada Tersangka Baru?

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Depok Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Depok Bulan Februari 2023

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.