Salin Artikel

Pesepeda Meninggal, Dokter Spesialis Jantung: Jangan Paksakan Berolahraga

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena serangan jantung.

Baru-baru ini, insiden serupa juga menimpa pesepeda di Tangerang Selatan, Selasa (23/6/2020). Ia mendadak kolaps saat menggowes.

Jelas, hal ini menjadi kabar pahit di tengah tren gaya hidup sehat melalui bersepeda yang kembali marak di Ibu Kota.

Kabar ini memunculkan pertanyaan, benarkah serangan jantung selalu mengintai para pesepeda?

Jawabannya tidak selalu, menurut dokter spesialis jantung Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Dian Zamroni.

"Serangan jantung bukan hanya bisa terjadi pada pesepeda, pada pegiat oahraga lain pun bisa terjadi serangan jantung," ujar Dian saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (24/6/2020).

"Kasusnya Ashraf (Sinclair, sering olahraga di pusat kebugaran), kemudian Adjie Massaid habis main futsal buktinya," kata dia.

Dian menambahkan, secara umum serangan jantung pada atlet terjadi karena beragam faktor.

Pertama, faktor bawaan seperti jenis kelamin pria yang lebih rentan mengalami serangan jantung, usia yang mulai menua, serta keturunan.

Kedua, faktor fisiologis seperti meliputi kadar kolesterol, riwayat diabetes, perokok berat, obesitas, dan darah tinggi.

Kombinasi antara faktor-faktor barusan menjadi pemicu serangan jantung saat berolahraga, dalam konteks ini bersepeda.

Risikonya kian parah apabila korban sebelumnya jarang berolahraga, namun bersepeda dengan intensitas yang melebihi kapasitas kemampuan jantung yang kurang terlatih.

"Ada orang yang lagi getol-getolnya (bersepeda atau berolahraga) karena baru pertama kali, kemudian dia paksakan, sehingga kapasitas fungsi jantungnya kayak digeber," jelas Dian.

"Yang jadi persoalan adalah, ketika kita bersepeda, apalagi temannya banyak, itu pasti enggak mau ketinggalan. Dia sudah merasa enggak kuat, tapi dia paksakan. Kalau jantungnya enggak kuat, ya sudah, kolaps," ungkap spesialis jantung yang juga praktik di RS Universitas Indonesia itu.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/24/13531931/pesepeda-meninggal-dokter-spesialis-jantung-jangan-paksakan-berolahraga

Terkini Lainnya

7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' di Mampang Telah Dipulangkan

7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" di Mampang Telah Dipulangkan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Saudara Frame | Serba-serbi Warung Madura yang Jarang Diketahui

[POPULER JABODETABEK] 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Saudara Frame | Serba-serbi Warung Madura yang Jarang Diketahui

Megapolitan
3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' di Mampang adalah ART

3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" di Mampang adalah ART

Megapolitan
Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

Megapolitan
Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Megapolitan
Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran "Saudara Frame" Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Megapolitan
Uang Korban Dipakai 'Trading', Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Uang Korban Dipakai "Trading", Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Megapolitan
Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Megapolitan
Identitas 7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' Berhasil Diidentifikasi

Identitas 7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" Berhasil Diidentifikasi

Megapolitan
Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Sebesar Rp 22 Miliar Tak Hanya untuk Perbaikan, tapi Juga Penambahan Fasilitas

Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Sebesar Rp 22 Miliar Tak Hanya untuk Perbaikan, tapi Juga Penambahan Fasilitas

Megapolitan
Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditangkap Polisi

Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditangkap Polisi

Megapolitan
Komisi A DPRD DKI Desak Pemprov DKI Kejar Kewajiban Pengembang di Jakarta soal Fasos Fasum

Komisi A DPRD DKI Desak Pemprov DKI Kejar Kewajiban Pengembang di Jakarta soal Fasos Fasum

Megapolitan
Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Ambil Formulir Calon Wali Kota Bogor Lewat PDIP, tapi Belum Mengembalikan

Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Ambil Formulir Calon Wali Kota Bogor Lewat PDIP, tapi Belum Mengembalikan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke