Salin Artikel

Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

JAKARTA, KOMPAS.com - Risih dan aneh, itulah yang dirasakan siswa baru tahun ajaran 2020/2021.

Kenneth (15) merasa tak nyaman dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring. Ada saja kendala yang menimpanya saat mulai bersekolah di tahun ajaran baru 2020/2021.

Kenneth merupakan salah satu siswa baru yang lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tahap akhir.

Ia memulai kegiatan MPLS sejak pagi. Hari pertama diisi dengan pengenalan sekolah dan pembekalan materi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui aplikasi Google Meet.

“Google Meet-nya error, setiap mau masuk selalu enggak bisa,” ujar Kenneth saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020) malam.

Errornya aplikasi Google Meet yang digunakan saat MPLS membuat kegiatan di sejumlah kelas mundur 1,5 jam dari yang dijadwalkan.

Ia merasa risih mengikuti kegiatan MPLS lantaran terkendala jaringan, kuota, dan aplikasi Google Meet yang sulit diakses.

Kenneth juga merasa aneh mengikuti kegiatan MPLS. Kebiasaan sekolah tatap muka masih melekat di benaknya.

“Agak aneh ya (MPLS), karena saya sudah terbiasa ke sekolah dan langsung tatap muka dengan guru-guru,” katanya.

“Jarang ada interaksi (saat MPLS) karena lebih ke mendengarkan materi. Di setiap materi ada pertanyaan yang harus dijawab,” tambahnya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab oleh para peserta MPLS. Jawaban tersebut akan menjadi penilaian saat kegiatan MPLS.

Gagap teknologi dan konten tak menarik

Kendala teknis penggunaan aplikasi konferensi juga dialami di sekolah-sekolah lainnya.

Kristina, orangtua siswa lainnya, mengatakan kegiatan MPLS di sekolah anaknya molor 1 jam karena kendala teknis saat menggunakan aplikasi Zoom.

“Karena mungkin masih baru, guru-guru masih belum menguasai how to-nya pembelajaran jarak jauh daring alias gaptek,” ujar Kristina saat dihubungi Kompas.com.

Orangtua dari anak yang bersekolah di SMKN 26 Jakarta, Cepi mengatakan kegiatan MPLS hari pertama cenderung tak menarik.

Menurutnya, masih banyak guru yang gaptek dalam melakukan kegiatan MPLS secara daring.

“Alhasil, mereka cuma ngasih tugas lalu tinggal pergi. Siswa melongo. Kapan belajarnya?,” ujar Cepi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020).

MPLS di Jakarta

MPLS 2020 di Jakarta digelar secara daring lantaran masih berada di situasi wabah pandemi Covid-19.

Berdasarkan daya tampung siswa pada tahun 2020, ada sekitar 47.610 siswa baru yang masuk sekolah negeri jenjang SMA dan SMK di DKI Jakarta.

Sementara, di jenjang SMP tersedia 70.702 kursi di sekolah menengah pertama (SMP).

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI), Satriwan Salim, mengatakan pelaksanaan MPLS 2020 di Jakarta tak dilakukan serentak.

Menurutnya, ada perbedaan jadwal pelaksaan MPLS di sekolah-sekolah di Jakarta.

“Di Jakarta sendiri enggak semua memulai MPLS hari Senin. Ada yang minggu depan, ada dua minggu kemudian,” ujar Satriwan saat dihubungi Kompas.com.

Hingga saat ini, kegiatan MPLS di sekolah secara daring berjalan tanpa standar yang jelas.

“Hingga saat ini belum ada juknis MPLS dari Kemendikbud dan pemerintah daerah,” kata Satriwan saat dihubungi Kompas.com.

Ia mengatakan, pihak sekolah membutuhkan juknis penyelenggaraan MPLS di sekolah yang berada di zona hijau dan merah.

Meskipun belum ada juknis, beberapa sekolah di Jakarta tetap menyelenggarakan kegiatan MPLS.

“MPLS ini sporadis saja. Tak ada standar penyelenggaraan yang baku. Tak ada juknis,” ujar Satriwan.

MPLS sendiri berlangsung selama tiga hari mulai hari ini Senin (13/7/2020) hingga Rabu (15/7/2020).

Kegiatan MPLS di sejumlah sekolah berisi tentang pengenalan sekolah dan serba serbi belajar di sekolah.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/07/14/06000071/risih-dan-aneh-cerita-siswa-ikut-pengenalan-sekolah-pada-hari-pertama

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung Bikin Penjagaaan di Mapolda Metro Jaya Diperketat

Saat Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung Bikin Penjagaaan di Mapolda Metro Jaya Diperketat

Megapolitan
Momen Rudolf Tobing Buang Plastik Hitam Berisi Jasad Icha di Kolong Tol Becakayu

Momen Rudolf Tobing Buang Plastik Hitam Berisi Jasad Icha di Kolong Tol Becakayu

Megapolitan
Sebelum Tewas Dibanting Pacar Ibunya, Balita Ini Sering Dititipkan ke Orang Lain

Sebelum Tewas Dibanting Pacar Ibunya, Balita Ini Sering Dititipkan ke Orang Lain

Megapolitan
Naik Hampir Tiap Hari, Harga Telur di Pasar Ciputat Menyentuh Rp 32.000 Per Kg

Naik Hampir Tiap Hari, Harga Telur di Pasar Ciputat Menyentuh Rp 32.000 Per Kg

Megapolitan
Rudolf Tobing Sempat Merenung Sebelum Bunuh Icha, Polisi: Dia Merasa Iba

Rudolf Tobing Sempat Merenung Sebelum Bunuh Icha, Polisi: Dia Merasa Iba

Megapolitan
Saat Ribuan Pelajar di Bekasi Berkumpul, Deklarasikan 'Stop' Tawuran...

Saat Ribuan Pelajar di Bekasi Berkumpul, Deklarasikan "Stop" Tawuran...

Megapolitan
Pasca-Bom Astanaanyar, Ojek Dilarang Antar Penumpang-Pesanan ke Dalam Mapolres Tangerang Kota

Pasca-Bom Astanaanyar, Ojek Dilarang Antar Penumpang-Pesanan ke Dalam Mapolres Tangerang Kota

Megapolitan
Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pangan, Pedagang: Pembeli Komplain...

Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pangan, Pedagang: Pembeli Komplain...

Megapolitan
Tipu Muslihat Rudolf Tobing agar Icha Mau Diikat Sebelum Dibunuh

Tipu Muslihat Rudolf Tobing agar Icha Mau Diikat Sebelum Dibunuh

Megapolitan
Menyingkap Fenomena Ikan Mabuk di Teluk Jakarta…

Menyingkap Fenomena Ikan Mabuk di Teluk Jakarta…

Megapolitan
Kantor Polisi di Jadetabek Bersiaga Pasca Bom Bunuh Diri Astanaanyar

Kantor Polisi di Jadetabek Bersiaga Pasca Bom Bunuh Diri Astanaanyar

Megapolitan
Perketat Penjagaan Usai Bom Astanaanyar, Polisi Tanya Keperluan Tiap Pengunjung Mapolres Tangerang Kota

Perketat Penjagaan Usai Bom Astanaanyar, Polisi Tanya Keperluan Tiap Pengunjung Mapolres Tangerang Kota

Megapolitan
Datang ke Polres, Ayah Kandung Balita yang Tewas Dibanting Ingin Laporkan Mantan Istri

Datang ke Polres, Ayah Kandung Balita yang Tewas Dibanting Ingin Laporkan Mantan Istri

Megapolitan
Harga Bahan Pangan Serba Naik, Cabai Rawit Dijual Rp 50.000 Per Kg di Pasar Pademangan Timur

Harga Bahan Pangan Serba Naik, Cabai Rawit Dijual Rp 50.000 Per Kg di Pasar Pademangan Timur

Megapolitan
Sebelum Bunuh Icha, Rudolf Tobing Pastikan Tak Ada CCTV Terpasang di Kamar Apartemen Sewaan

Sebelum Bunuh Icha, Rudolf Tobing Pastikan Tak Ada CCTV Terpasang di Kamar Apartemen Sewaan

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.