Salin Artikel

TurunTangan dan KitaBisa Bayar Kontrakan 500 Warga Jabodetabek yang Terdampak Covid-19

Kolaborasi dilakukan dengan cara membantu membayarkan sewa kontrakan atau indekos.

"Gerakan ini sederhana saja, ingin membuat warga tenang dalam menghadapi masa-masa krisis seperti ini," kata Pemimpin Gerakan "BayarinKontrakan", Muhammad Husnil di Jakarta, Rabu (29/7/2020), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, relawan turun ke lapangan membayarkan kontrakan warga di wilayah DKI Jakarta meliputi Kramat Jati, Jatinegara, Cilincing, Kemayoran, dan Kali Adem.

Menurut Husnil, meski kegiatan ekonomi sudah kembali bergerak setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, namun kondisi di lapangan banyak warga miskin yang terdampak pandemi COVID-19 tidak memiliki penghasilan sehingga kesulitan membayar uang sewa kontrakan rumah maupun indekos.

Kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat miskin dan rentan miskin dikhawatirkan berdampak pada kesehatannya, sehingga rentan terpapar COVID-19.

Guna mencegah hal itu, TurunTangan dan KitaBisa.com melakukan gerakan sosial #BayarinKontrakan sejak Mei 2020.

Terhitung sejak Mei hingga Juli 2020, total sudah ada 500 warga di wilayah Jabodetabek telah dibantu dibayarkan kontrakannya lewat program gerakan TurunTangan dan KitaBisa.com tersebut dengan besaran bantuan Rp 500.000 per warga.

"Kalau mereka dihantui was-was dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dan mereka tambah rentan terpapar virus COVID-19 ini. Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan," ujarnya.

TurunTangan dan KitaBisa.com melakukan pendataan di lapangan untuk mengetahui jumlah warga yang kesulitan secara ekonomi.

Data tersebut diperoleh melalui dua metode, mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta.

Kedua, dengan menyebarkan formulir kemudian relawan TurunTangan melakukan verifikasi ulang saat turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran data.

Data yang masuk tidak hanya datang dari wilayah Jakarta, tetapi juga dari luar seperti Cirebon, Pemalang hingga luar Jawa.

Hanya saja, karena keterbatasan anggaran dan akses, program diprioritaskan untuk warga yang ada di Jabodetabek.

"Kami menargetkan bisa membantu sebanyak mungkin orang. Tetapi, prioritas utama gerakan ini menyasar warga miskin dan rentan miskin," kata Husnil.

Hasni menambahkan, gerakan #BayarinKontrakan ini akan terus berlangsung selama pandemik COVID-19 lewat kerja sama dengan platform KitaBisa.com.

"Insya Allah kami akan terus bergerak hingga beberapa waktu ke depan. TurunTangan terus berharap agar warga bisa melalui hari-hari ke depan dengan lebih tenang. Agar mereka bisa tetap sehat, tidak terkena virus, dan tetap bisa berteduh selama masa pandemi ini," kata Hasni.

Kepala Program di Kitabisa.com, Satria Ugahari menabahkan, program BayarinKontrakan merupakan kerja sama saling membantu warga yang kurang beruntung.

"Harapan kami program #BayarinKontrakan ini bisa jadi pemicu solidaritas bersama untuk saling bantu secara terus menerus temen-temen kita yang kurang beruntung," katanya.

Siti Maesaroh warga Palmerah, Jakarta Barat salah satu penerima manfaat, mengaku sempat menduga program #BayarinKontrakan adalah penipuan.

Namun, setelah ditelusuri dengan cara bertanya dan membaca beritanya, ia mengirimkan datanya sebagai penerima program.

Siti sudah beberapa bulan menunggak biaya kontrakan dikarenakan suaminya yang berjualan martabak di pasar kesulitan mendapatkan pembeli selama masa pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah, dana yang turun bisa membantu meringankan bulanan kontrakan kami," kata Siti.

Hal senada juga dirasakan Kurniasih, pedagang di pasar pagi di bilangan Mampang Prapatan.

Menurut dia, bantuan yang diberikan oleh para donatur melalui Gerakan TurunTangan dan KitaBisa.com telah membantunya untuk membayar kontrakan serta tagihan listrik.

Kurniasih mengaku selama pandemi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama untuk membeli kuota internet buat anaknya yang sekolah.

"Keuntungan jualan gorengan sekarang sedikit, setiap hari bisa buat beli kuota internet anak-anak yang sekolah. Sekarang, lebih mahal kuota internet buat mereka sekolah daripada uang bulanan sekolahan anak-anak," kata Kurniasih.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/07/30/05350071/turuntangan-dan-kitabisa-bayar-kontrakan-500-warga-jabodetabek-yang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Bertambah 165, Dinkes  Depok: Berasal dari 3 Klaster

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Bertambah 165, Dinkes Depok: Berasal dari 3 Klaster

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Terbukti Hadirnya Sumur Resapan Bikin Genangan Lebih Cepat Surut

Wagub DKI Jakarta: Terbukti Hadirnya Sumur Resapan Bikin Genangan Lebih Cepat Surut

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Bertambah 122 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, Kini Totalnya 30.330

UPDATE 22 Januari: Bertambah 122 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, Kini Totalnya 30.330

Megapolitan
Wagub DKI Janji Bakal Berjuang Hadapi Lonjakan Kasus Omicron di Ibu Kota

Wagub DKI Janji Bakal Berjuang Hadapi Lonjakan Kasus Omicron di Ibu Kota

Megapolitan
Detik-detik Penumpang Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Kebon Jeruk, Motor Serempet Truk Tangki

Detik-detik Penumpang Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Kebon Jeruk, Motor Serempet Truk Tangki

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Ada 1.313 Kasus Omicron di Jakarta

UPDATE 22 Januari: Ada 1.313 Kasus Omicron di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Bertambah 201 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 32.089

UPDATE 22 Januari: Bertambah 201 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 32.089

Megapolitan
Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Megapolitan
Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Megapolitan
2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

Megapolitan
Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Megapolitan
Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Megapolitan
Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Megapolitan
Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.