Salin Artikel

Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

TANGERANG, KOMPAS.com - Dua pengedar ekstasi berinisial J dan D yang digerebek saat memproduksi dari dalam rumah di Jalan Palem, Poris, Cipondoh, Tangerang, Jumat (25/9/2020), dikendalikan oleh seseorang.

Seseorang itu diketahui merupakan suami dari J yang saat ini berada di dalam salah satu lapas karena terjerat kasus narkoba jenis sabu.

"Jadi menurut keterangan pelaku bahwa yang bersangkutan melakukan perbuatannya ini atas arahan suaminya yang kebetulan narapidana di satu lapas," ujar Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharram Wibisono saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2020).

Muharram menjelaskan, tersangka J mendapat arahan suaminya tentang cara meracik ekstasi yang saat ini masih didalami cara mereka berkomunikasi.

"Pengakuan tersangka dia mempelajari dan dapat melakukan tindakan ini meracik dan lainnya itu mendapat arahan atau ilmu dari suaminya," katanya.

Adapun tersangka D selain membantu J dalam memproduksi juga berperan sebagai kurir ekstasi ke beberapa orang yang memesan.

"Dua tersangka ini pertama inisial J. Kedua (D) kurir ya mengaku sebagai kurir di mana mengantarkan barang-barang ini apabila dilakukan pemesanan," kata Muharram.

Seperti diketahui, Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang menggerebek salah satu rumah yang dijadikan pabrik pembuatan ekstasi itu.

Ada dua orang yakni laki-laki dan wanita yang ditangkap dari penggerebekan rumah yang meracik ekstasi itu.

Polisi pun masih mendalami kedua tersangka untuk mengetahui ke mana saja mereka mengedarkan barang haram tersebut.

Adapun dari penggerebekan dan penangkapan dua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sejumlah butir ekstasi, bahan baku, alat pembuatan, dan alat mencetak dalam memproduksi.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/26/14371191/peredaran-ekstasi-dari-rumah-di-cipondoh-tangerang-dikendalikan-napi

Terkini Lainnya

Tak Hanya Chandrika Chika, Polisi juga Tangkap Atlet E-Sport Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Tak Hanya Chandrika Chika, Polisi juga Tangkap Atlet E-Sport Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Akibat Pipa Bocor, Warga BSD City Terpaksa Beli Air Isi Ulang

Akibat Pipa Bocor, Warga BSD City Terpaksa Beli Air Isi Ulang

Megapolitan
Buka Pendaftaran PPK, KPU Depok Butuh 55 Orang untuk di 11 Kecamatan

Buka Pendaftaran PPK, KPU Depok Butuh 55 Orang untuk di 11 Kecamatan

Megapolitan
Selebgram Chandrika Chika Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Selebgram Chandrika Chika Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Megapolitan
Polisi Sebut Korban Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Derita Kerugian Puluhan Juta

Polisi Sebut Korban Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Derita Kerugian Puluhan Juta

Megapolitan
Sambut Pilkada DKI dan Jabar, PAN Prioritaskan Kadernya Maju di Pilkada 2024 Termasuk Zita Anjaini

Sambut Pilkada DKI dan Jabar, PAN Prioritaskan Kadernya Maju di Pilkada 2024 Termasuk Zita Anjaini

Megapolitan
Air di Rumahnya Mati, Warga Perumahan BSD Terpaksa Mengungsi ke Rumah Saudara

Air di Rumahnya Mati, Warga Perumahan BSD Terpaksa Mengungsi ke Rumah Saudara

Megapolitan
Pria Tewas di Kamar Kontrakan Depok, Diduga Sakit dan Depresi

Pria Tewas di Kamar Kontrakan Depok, Diduga Sakit dan Depresi

Megapolitan
Polisi Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina

Polisi Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina

Megapolitan
Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mangkir dari Panggilan Polisi

Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mangkir dari Panggilan Polisi

Megapolitan
Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Kekasih Menyesal dan Minta Maaf ke Keluarga Korban

Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Kekasih Menyesal dan Minta Maaf ke Keluarga Korban

Megapolitan
Terjerat Kasus Penistaan Agama, TikTokers Galihloss Terancam 6 Tahun Penjara

Terjerat Kasus Penistaan Agama, TikTokers Galihloss Terancam 6 Tahun Penjara

Megapolitan
Banyak Warga Jakarta Disebut Belum Terima Sertifikat Tanah dari PTSL

Banyak Warga Jakarta Disebut Belum Terima Sertifikat Tanah dari PTSL

Megapolitan
Heru Budi Minta Antisipasi Dampak Konflik Iran-Israel Terhadap Perekonomian Jakarta

Heru Budi Minta Antisipasi Dampak Konflik Iran-Israel Terhadap Perekonomian Jakarta

Megapolitan
Agusmita Terancam 15 Tahun Penjara karena Diduga Terlibat dalam Kematian Kekasihnya yang Sedang Hamil

Agusmita Terancam 15 Tahun Penjara karena Diduga Terlibat dalam Kematian Kekasihnya yang Sedang Hamil

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke