Salin Artikel

Ari Wibisono: Arbain Rambey Telah Minta Maaf, Polemik Foto Gunung Gede Pangrango Selesai

JAKARTA, KOMPAS.com - Fotografer senior Arbain Rambey telah meminta maaf kepada Ari Wibisono atas pernyataan memanipulasi foto suasana Kemayoran, Jakarta, yang berlatar belakang Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

Pada Jumat (19/2/2021), Arbain mengunggah foto berupa tangkapan layar Instagram Story dari akun Ari.

Tangkapan layar itu adalah foto Ari bersama Arbain dengan keterangan lokasi di Pancoran Soccer Field, Jakarta.

"Terima kasih Mas @arbainrambey. Semoga Allah selalu memberikan banyak rezeki, kesehatan, dan panjang umur buat Mas Arbain. Amin Ya Rabbal Alalamin," begitu tulisan yang tercantum pada foto tersebut.

Arbain mengunggah tangkapan layar itu dengan caption yang berisi ucapan terima kasih kepada Ari.

"Amin....terima kasih ya Ri @wibisono.ari ....maafin aku jadi ngrepotin kamu.....
Sehat dan bahagia juga selalu untukmu...." tulis Arbain.

Saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Ari menegaskan, polemik antara dirinya dan Arbain soal dugaan manipulasi foto tersebut telah selesai.

"Iya, sudah clear semuanya. Enggak usah diperdebatkan lagi. Intinya, kita harus terus semangat berkreativitas saja," kata Ari lewat pesan WhatsApp, Jumat siang.

Dia menjelaskan bahwa Arbain telah meminta maaf kepadanya.

"Ada kok kata maafnya. Jadi, saya rasa ini harus sudah diakhiri," ujar Ari.

Terkait foto bersama Arbain, Ari mengatakan bahwa momen tersebut bukan terjadi setelah polemik mencuat.

Ari mengaku berkomunikasi dengan Arbain via direct message di Instagram.

"Ini foto lama. Saat ada lomba foto, saya bertemu beliau. Tepatnya, tanggal 12 September 2020 di Lapangan Sepak Bola Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, saat perlombaan foto drone Fasi," paparnya.

"Jadi, tidak bertemu. Hanya berkomunikasi via sosmed saja," lanjut Ari.

Ari tidak menjelaskan lebih jauh mengenai apa saja yang ia bincangkan dengan Arbain.

Kendati demikian, Ari mengaku kelak ingin bertemu dengan Arbain untuk silaturahmi.

"Pasti ada itu (kesempatan) bertemu Mas Arbain. Sekalian saya ingin belajar seputar fotografi bersama beliau," tutupnya.

Awal polemik

Sebelumnya diberitakan, Ari mengunggah foto yang ia ambil di flyover Kemayoran, Rabu (17/2/2021) pagi.

Foto itu bikin heboh karena memperlihatkan Gunung Pangrango yang tampak jelas membelakangi hiruk-pikuk lalu-lintas pagi di daerah Kemayoran.

Bahkan, foto tersebut diunggah akun Twitter Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta @dinaslhdki.

"Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan Kualitas udara sedang bersih," begitu caption akun @dinaslhdki.

Arbain kemudian mengomentari foto karya Ari tersebut dengan menyebut sebagai foto tempelan.

"Ini foto tempelan. Untuk dapat Pangrango segede gitu, butuh tele panjang lalu motret dari jauh. Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang," tulis Arbain di akun Twitter-nya @arbainrambey.

Menurut Arbain, ukuran Gunung Gede Pangrango di foto seharusnya tidak sebesar itu jika melihat ukuran jalan.

Arbain juga memperjelas foto "tempelan" yang dia maksud, yakni dua foto dijadikan satu.

"Tempelan....dua foto beneran dijadiin satu foto bo'ongan," kata Arbain menjawab komentar warganet.

"Saya bukan bilang gunungnya gak ada loh...saya bilang ukuran gunung Pangrangonya tak segede itu di bidang fotonya kalau jalan di bawahnya perspektifnya seperti itu," kata dia.

"Ini twit yang semoga penghabisan untuk polemik foto gunung: Perspektif gunung ke foreground gak nyambung dgn perspektif mobil2 yg tampak. Gunung ke foreground itu compactionnya gila2an (tele panjang buanged). Sedangkan perspektif mobil2 itu tampak pakai tele pendek," tulis Arbain.

"Akhir diskusi ini sederhana...memang backgroundnya jadi tempelan karena olahdigital yang kelas berat seperti di foto yang disebut aslinya ini...," tambah dia.

Ari lantas menjelaskan bahwa foto tersebut bukan tempelan. Namun, ia tak menampik ada sentuhan editing untuk memperindah fotonya.

“Foto Gunung Gede Pangrango itu saya ambil satu kali. Jadi bukan foto tempelan atau dua foto dijadikan satu,” ujar Ari saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Kamis (18/2/2021) sore.

Ari pun sempat meminta Arbain untuk meminta maaf karena telah mencemarkan nama baik dan kariernya di dunia fotografi.

“Ini (tudingan Arbain) bikin nama dan karier saya tercemar banget. Saya tuh mulai dunia foto baru-baru ini belajar lewat YouTube. Saya enggak mampu buat kursus, otodidak,” kata Ari.

"Saya ingin ada permintaan maaf dari Mas Arbain," tambahnya.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/19/14515071/ari-wibisono-arbain-rambey-telah-minta-maaf-polemik-foto-gunung-gede

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok juga Harus Bayar Restitusi Rp 30 Juta ke Korban

Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok juga Harus Bayar Restitusi Rp 30 Juta ke Korban

Megapolitan
Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Pihaknya Janji Bayar Kerugian ke Korban

Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Pihaknya Janji Bayar Kerugian ke Korban

Megapolitan
Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Kuasa Hukum: Kami Paham Ada Penolakan

Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Kuasa Hukum: Kami Paham Ada Penolakan

Megapolitan
Jaksa: AKBP Dody Tukar Sabu Pakai Tawas atas Perintah Teddy Minahasa

Jaksa: AKBP Dody Tukar Sabu Pakai Tawas atas Perintah Teddy Minahasa

Megapolitan
Bantu Cari TKW untuk Ditipu, Yeni Hampir Dibunuh Dua Kali oleh Wowon dkk

Bantu Cari TKW untuk Ditipu, Yeni Hampir Dibunuh Dua Kali oleh Wowon dkk

Megapolitan
Dokter Hewan Dianiaya di Pasar Minggu, Wajahnya Diduga Disayat Pisau

Dokter Hewan Dianiaya di Pasar Minggu, Wajahnya Diduga Disayat Pisau

Megapolitan
Terdakwa Pemerkosa Santriwati di Depok Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Terdakwa Pemerkosa Santriwati di Depok Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Megapolitan
PAM Jaya Resmi Akhiri Swastanisasi Air Bersih di Jakarta pada Rabu Ini

PAM Jaya Resmi Akhiri Swastanisasi Air Bersih di Jakarta pada Rabu Ini

Megapolitan
Sidang Dakwaan 3 Anak Buah Teddy Minahasa, Jaksa Beberkan Alur Penjualan Narkoba ke Alex Bonpis

Sidang Dakwaan 3 Anak Buah Teddy Minahasa, Jaksa Beberkan Alur Penjualan Narkoba ke Alex Bonpis

Megapolitan
JPU Ajukan Kasasi atas Vonis Lepas Henry Surya, Kuasa Hukum: Itu Hak Mereka

JPU Ajukan Kasasi atas Vonis Lepas Henry Surya, Kuasa Hukum: Itu Hak Mereka

Megapolitan
Usut Penganiayaan Dokter Hewan di Pasar Minggu, Polisi Terkendala Kamera CCTV Mati

Usut Penganiayaan Dokter Hewan di Pasar Minggu, Polisi Terkendala Kamera CCTV Mati

Megapolitan
Heru Budi Soal Pencegahan Stunting: Ibu Hamil Jangan Malas Periksa Kandungan

Heru Budi Soal Pencegahan Stunting: Ibu Hamil Jangan Malas Periksa Kandungan

Megapolitan
Kronologi Maling Satroni Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara, Rusak Kamera CCTV lalu Acak-acak Ruangan

Kronologi Maling Satroni Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara, Rusak Kamera CCTV lalu Acak-acak Ruangan

Megapolitan
Undang Keluarga Hasya dalam Rekonstruksi Kecelakaan, Polisi: Untuk Kepastian Hukum dengan Rasa Adil

Undang Keluarga Hasya dalam Rekonstruksi Kecelakaan, Polisi: Untuk Kepastian Hukum dengan Rasa Adil

Megapolitan
Ingat, Masuk Ancol Gratis pada 3 Februari: Ketahui Syarat dan Ketentuannya

Ingat, Masuk Ancol Gratis pada 3 Februari: Ketahui Syarat dan Ketentuannya

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.