Salin Artikel

Lebih dari 5.000 Warga Jakarta Bisa Punya Rumah jika 4 Pasar Ini Dikembangkan

JAKARTA, KOMPAS.com - Terbatasnya lahan dan hunian di Jakarta sudah menjadi permasalahan laten di ibu kota negara Indonesia tersebut.

Data lima tahunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat, Jakarta kekurangan sebanyak 1,2 juta unit hunian (backlog).

Angka ini baru berdasarkan jumlah rumah tangga ber-KTP Jakarta, belum termasuk jumlah pendatang yang tidak ber-KTP Jakarta dan tinggal di Ibu Kota.

Jakarta Property Institute (JPI) menyebutkan, permasalahan backlog ini bisa diatasi, salah satunya, dengan memaksimalkan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, seperti lahan pasar.

Lahan yang tadinya hanya menampung pasar dapat dimaksimalkan dengan membangun rumah susun. Pasar tetap ada di bagian bawah bangunan.

"Peningkatan fungsi pasar menjadi fungsi campuran (mixed-use) bisa mengatasi kekurangan suplai hunian (backlog) dan menggairahkan ekonomi pasar," ujar JPI melalui situs webnya, jpi.or.id.

Lembaga nonprofit tersebut sudah mengidentifikasi empat pasar berlokasi strategis di tengah kota yang bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.

"Koefisien lantai bangunan (KLB) rata-rata pasar tersebut hanya 2,4. Padahal, keempat pasar ini berpotensi diubah menjadi bangunan dengan fungsi campuran, yaitu pasar dan hunian".

Dengan meningkatkan KLB masing-masing pasar menjadi 5, maka setiap fasilitas bisa merumahkan 300 hingga 2.500 orang.

Berikut keempat pasar tersebut:

1. Pasar Inpres Kebon Melati

Pasar yang memiliki luas lahan sekitar 3.902 meter persegi ini berlokasi di Jalan H Sabeni Raya, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kondisi pasar saat ini menurut JPI adalah kotor dan tidak layak pakai. Infrastruktur yang ada sudah tidak memadai.

Dalam model yang dibuat oleh JPI, dengan meningkatkan KLB menjadi 5, Pasar Inpres Kebon Melati bisa menampung 405 unit rumah susun.

Sementara keseluruhan rumah bisa dihuni 810 hingga 1.620 orang.

2. Pasar Mampang Prapatan

Pasar yang memiliki luas lahan sekitar 2.312 meter persegi ini berlokasi di Jalan Buncit Raya, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Pasar Mampang Prapatan saat ini sudah sepi pedagang dan pembeli.

Dalam model yang dibuat oleh JPI, dengan meningkatkan KLB menjadi 5, pasar tersebut bisa menampung 240 unit rumah.

Sementara keseluruhan rumah bisa dihuni hingga 961 orang.

3. Pasar Jembatan Lima

Pasar yang memiliki luas lahan sekitar 6.255 meter persegi ini berlokasi di Jalan KH Moch Mansyur, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Banyak pedagang di pasar tersebut sudah gulung tikar. Akibatnya, pasar sepi pengunjung.

Dalam model yang dibuat oleh JPI, dengan meningkatkan KLB menjadi 5, Pasar Jembatan Lima bisa menampung 628 unit rumah susun.

Sementara keseluruhan rumah bisa dihuni hingga 2.511 orang.

4. Pasar Mede

Pasar yang memiliki luas lahan sekitar 1.558 meter persegi ini berlokasi di Jalan RS Fatmawati Raya, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Banyak pedagang di pasar tersebut sudah gulung tikar. Lantai 2 dan 3 bangunan pasar bahkan sudah tidak memiliki pedagang.

Dalam model yang dibuat oleh JPI, dengan meningkatkan KLB menjadi 5, Pasar Mede bisa menampung 166 unit rumah susun.

Sementara keseluruhan rumah bisa dihuni hingga 661 orang.

Secara total, keempat bangunan tersebut diproyeksikan bisa menampung hingga 5.753 orang.

"Oleh karena itu, JPI mengusulkan Pemerintah DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya untuk membangun rumah susun di atas pasar," ujar JPI.

"Dengan lahan yang dimiliki pemerintah, maka diharapkan harga hunian dapat terjangkau. Pasar-pasar tersebut juga akan kembali ramai oleh pembeli," imbuhnya.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/04/07/12150091/lebih-dari-5000-warga-jakarta-bisa-punya-rumah-jika-4-pasar-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
Pemkot Minta Palyja Petakan Masalah Krisis Air di Jakarta Utara

Pemkot Minta Palyja Petakan Masalah Krisis Air di Jakarta Utara

Megapolitan
Warga Bangun Tembok hingga Tutup Jalan di Pondok Bambu, Sekcam: Masyarakat Kecewa

Warga Bangun Tembok hingga Tutup Jalan di Pondok Bambu, Sekcam: Masyarakat Kecewa

Megapolitan
PTM 100 Persen Masuk Minggu ke-3, Disdik Kota Tangerang Klaim Masih Aman

PTM 100 Persen Masuk Minggu ke-3, Disdik Kota Tangerang Klaim Masih Aman

Megapolitan
Diajak Nongkrong, Siswi SMP di Bogor Dicabuli 3 Pemuda secara Bergiliran

Diajak Nongkrong, Siswi SMP di Bogor Dicabuli 3 Pemuda secara Bergiliran

Megapolitan
Kasus Rentenir Tewas Dibacok, Bermula Pelaku Belum Bisa Bayar Utang Rp 350.000 dan Korban Emosi

Kasus Rentenir Tewas Dibacok, Bermula Pelaku Belum Bisa Bayar Utang Rp 350.000 dan Korban Emosi

Megapolitan
Kesal Ucapannya Dipotong Jaksa, Munarman: Saya Ini Terancam Hukuman Mati

Kesal Ucapannya Dipotong Jaksa, Munarman: Saya Ini Terancam Hukuman Mati

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Penjual Narkotika ke Fico Fachriza

Polisi Kantongi Identitas Penjual Narkotika ke Fico Fachriza

Megapolitan
Panti Pijat yang Fasilitasi Prostitusi di Depok Bakal Ditutup

Panti Pijat yang Fasilitasi Prostitusi di Depok Bakal Ditutup

Megapolitan
Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Megapolitan
Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Megapolitan
Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.