Salin Artikel

Ikut PTM Terbatas Perdana, Begini Respons Murid SDN Pasar Baru 1

Akbar (11), murid kelas 6A, mengaku senang ketika mengikuti PTM terbatas untuk pertama kalinya.

"Senang banget. Terakhir masuk saya kelas 4," kata Akbar setelah mengikuti PTM, Senin.

Dia mengaku bahwa mengikuti PTM terbatas lebih enak daripada mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pasalnya, saat mengikuti PJJ, Akbar kurang bisa menyerap pembelajaran yang disampaikan guru.

"Lebih suka PTM soalnya enggak pegang HP (handphone/ponsel)," kata dia.

Akbar menceritakan, saat PTM hari pertama ini, dia dan teman-teman bercerita tentang pengalaman pembelajaran jarak jauh.

Akbar diantar orangtuanya. Orangtuanya akan menjemput dia setelah PTM ini selesai.

Murid kelas 6A lain, Esti (12), juga mengaku senang mengikuti PTM terbatas.

"Enak sekolah offline, soalnya bisa bertemu sama teman-teman," kata dia.

Esti mengaku sudah menerima vaksinasi Covid-19 di SDN Karawaci 5.

Pada hari pertama pelaksanaan PTM itu, dia mengatakan sudah diberikan pekerjaan rumah (PR) oleh gurunya.

Ruby (12), murid lain, juga mengaku sudah divaksinasi Covid-19.

"Udah divaksin (Covid-19), di Periuk," ujarnya.

Ruby bercerita, saat di kelas, dia menceritakan pengalamannya selama belajar di rumah. Dia mengatakan, skema belajar di rumah tidak seru.

"Belajar ceritain pengalaman belajar di rumah. Pengalaman belajar di rumah enggak seru aja gitu," kata Ruby.

Dia sendiri lebih menyukai belajar di sekolah daripada belajar di rumah.

"Belajar di rumah enggak enak, suka diomelin mama," katanya.

Kepala Sekolah SDN Pasar Baru 1, Yanti Suryanti mengatakan, sebanyak 162 murid yang mengikuti PTM hari ini merupakan siswa kelas 6. Sebanyak 162 murid itu terbagi ke dalam dua sesi pembelajaran. Sesi pertama dilaksanakan mulai pukul 07.00 -09.00 WIB.

Sedangkan, sesi kedua dimulai pukul 09.00 -11.00 WIB.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/10/25/11221741/ikut-ptm-terbatas-perdana-begini-respons-murid-sdn-pasar-baru-1

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Megapolitan
Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.