Salin Artikel

PPKM Level 2, Pembukaan Tempat Karaoke di Jakarta Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembukaan rumah karaoke di DKI Jakarta masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan mengatakan, beberapa rumah karaoke sudah bisa dibuka dan tinggal menunggu izin resmi dari pemerintah pusat.

"Kalau karaoke keluarga sudah siap dibuka sebenarnya, hanya kewenangan (membuka kembali) di pemerintah pusat," kata Iffan saat dihubungi melalui telepon, Senin (1/11/2021).

Iffan mengatakan, proses asesmen juga pernah dilakukan oleh Disparekraf DKI Jakarta saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, karena aturan PSBB berubah menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), ada sejumlah aturan yang harus diubah, termasuk sistem pemetaan zonasi.

Dia mengatakan, kurang lebih ada 38 usaha tempat karaoke yang sudah menyanggupi, namun jumlah tersebut berkurang karena tidak menyanggupi aturan baru di masa PPKM.

"Setelah PPKM (jumlah yang sanggup) berubah karena memang ada pengusaha yang tidak sanggup untuk meneruskan usahanya," kata Iffan.

Saat ini, kata Iffan, Pemprov DKI Jakarta terus mematangkan aturan terkait pembukaan tempat karaoke.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi misalnya wajib swab antigen untuk pelanggan yang hendak berkaraoke.

Kemudian kapasitas yang dibatasi. Iffan menyebut ruang karaoke hanya boleh diisi 25 persen dari kapasitas penuh.

"Dilarang makan minum, terus lebih banyak lagi yang harus dilakukan seperti (sterilisasi) sinar UV setelah pemakaian (ruangan)," ujar dia.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/11/01/20110241/ppkm-level-2-pembukaan-tempat-karaoke-di-jakarta-tunggu-keputusan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah PMK, Peternak Sapi di Depok Semprotkan Disinfektan hingga 'Lockdown' Kandang

Cegah PMK, Peternak Sapi di Depok Semprotkan Disinfektan hingga "Lockdown" Kandang

Megapolitan
Ini Alasan Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Ini Alasan Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Megapolitan
Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan, Warga: Kami Ketakutan...

Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan, Warga: Kami Ketakutan...

Megapolitan
Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Megapolitan
Antisipasi PMK, Berikut Syarat Masuk Hewan Ternak ke Banten

Antisipasi PMK, Berikut Syarat Masuk Hewan Ternak ke Banten

Megapolitan
Antisipasi PMK, Pemprov Banten Minta Pemkab-Pemkot Data dan Awasi Hewan Ternak

Antisipasi PMK, Pemprov Banten Minta Pemkab-Pemkot Data dan Awasi Hewan Ternak

Megapolitan
Polisi Lacak Penyebar Video Hoaks Perampokan di Kalideres

Polisi Lacak Penyebar Video Hoaks Perampokan di Kalideres

Megapolitan
Kapasitas KRL Jadi 80 Persen, Jumlah Penumpang Belum Naik Signifikan

Kapasitas KRL Jadi 80 Persen, Jumlah Penumpang Belum Naik Signifikan

Megapolitan
Diduga Tersambar Petir, Bangunan Khas Minangkabau di Kebon Jeruk Kebakaran

Diduga Tersambar Petir, Bangunan Khas Minangkabau di Kebon Jeruk Kebakaran

Megapolitan
Pemprov Banten Minta Bupati-Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Pemprov Banten Minta Bupati-Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Megapolitan
Kolong Flyover Taman Cibodas Tergenang 70 Sentimeter, Akses Pengendara Terputus

Kolong Flyover Taman Cibodas Tergenang 70 Sentimeter, Akses Pengendara Terputus

Megapolitan
Antisipasi Penumpukan Penumpang, KAI Commuter Terapkan Penyekatan di Stasiun

Antisipasi Penumpukan Penumpang, KAI Commuter Terapkan Penyekatan di Stasiun

Megapolitan
Antisipasi Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Dinkes Kota Bekasi Berencana Bentuk Komite Ahli

Antisipasi Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Dinkes Kota Bekasi Berencana Bentuk Komite Ahli

Megapolitan
Reaksi Beragam Warga terkait Kebijakan Lepas Masker...

Reaksi Beragam Warga terkait Kebijakan Lepas Masker...

Megapolitan
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bantah Tudingan Mafia Impor Barang yang Dituduhkan Eks Pejabatnya

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bantah Tudingan Mafia Impor Barang yang Dituduhkan Eks Pejabatnya

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.