Salin Artikel

Seorang Perempuan Laporkan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Pengamen di Rawajati

FK melaporkan hal itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan pada Kamis ini.

"Sudah laporan hari ini ke Polres Jaksel (Jakarta Selatan). Tadi sudah ketemu dan diperlihatkan barang bukti, " ujar FK, Kamis.

FK melaporkan kasus itu guna memberikan efek jera bagi terduga pelaku sehingga tidak terjadi kepada orang lain.

"Jangan sampai hal kecil ini nanti bisa memberikan efek berkepanjangan (trauma)," ucap FK yang bekerja sebagai jurnalis TV.

FK mengalami kejadian itu ketika berbelanja sayur di pasar kaget Rawajati. FK berhenti di salah satu pedagang. Saat itu datang dua orang pengamen.

"Di situ saya sudah bilang 'maaf Pak'. Maksudnya saya tidak bisa memberikan dia uang. Saya pikir sudah, tapi tahu-tahu dia nyolek bokong saya pakai alat musik yang dia bawa dan bungkusan uang yang dari (plastik) permen," kata FK, kemarin.

FK kaget dan spontan marah. Dia menegur satu dari dua pengamen yang diduga melakukan aksi tersebut.

Kepada FK, pengamen yang diduga melakukan pelecehan seksual itu mengaku tidak sengaja dan meminta maaf.

"Saya marah-marah pada saat itu. Saya bilang 'Bapak yang sopan dong'. Dia bilang tidak sengaja dan dia meminta maaf," kata FK.

FK lanjut berbelanja. Pada kesempatan itu, dia diajak berbincang oleh seorang perempuan yang menanyakan persoalan itu.

"Pada saat itu saya kepikiran cuma video itu orang. Tidak ada kepikiran teriak atau membawa. Saya video juga dua kali ditangkis sama dia. Untuk saya pegang ponsel kencang," ujar FK.

"Setelah itu dia pergi begitu aja sambil ngatain saya gila. Saya bilang 'Bapak yang gila'," kata FK.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/11/11/17223891/seorang-perempuan-laporkan-pelecehan-seksual-yang-dilakukan-pengamen-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Megapolitan
Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Megapolitan
Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Megapolitan
Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Megapolitan
Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Megapolitan
Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Megapolitan
Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Megapolitan
Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Megapolitan
6 Penghuni Indekos di Tambora Tewas Terbakar, Polisi Masih Identifikasi Korban

6 Penghuni Indekos di Tambora Tewas Terbakar, Polisi Masih Identifikasi Korban

Megapolitan
Ada Kedai Kopi di Halte Harmoni, Pembeli dan Penumpang Transjakarta Berdempetan, Antrean Mengular

Ada Kedai Kopi di Halte Harmoni, Pembeli dan Penumpang Transjakarta Berdempetan, Antrean Mengular

Megapolitan
Klaim Peminat Rusunawa Tinggi, Pemprov DKI: Waiting List-nya Banyak

Klaim Peminat Rusunawa Tinggi, Pemprov DKI: Waiting List-nya Banyak

Megapolitan
Wagub DKI Akan Minta PT Transjakarta Evaluasi Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Wagub DKI Akan Minta PT Transjakarta Evaluasi Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.