Salin Artikel

Rombak Jadwal Sekolah di Tangsel, Murid Belajar Daring 20-31 Desember

TANGSEL, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan merombak jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa PAUD-SMP untuk Desember 2021 ini.

Kepala Disdikbud Kota Tangsel Taryono berujar, perombakan jadwal telah tercantum dalam Surat Edaran Nomor 422.3/7041-Disdikbud.

"Kami sudah bikin edaran (soal perombakan jadwal KBM)," ucapnya, melalui pesan singkat, Selasa (7/12/2021).

Dalam SE tersebut, dinyatakan bahwa pembelajaran semester genap tahun 2021/2022 mulai dilaksanakan pada 20-31 Desember 2021.

Kegiatan pembelajaran dalam durasi waktu tersebut dilaksanakan secara daring (online) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Taryono belum mengungkapkan alasan mengapa pembelajaran pada 20-31 Desember 2021 dilaksanakan secara daring.

"Libur semester ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 pada tanggal 3-15 Januari 2022," tulis Taryono dalam SE itu.

Kemudian, para murid PAUD-SMP di Tangsel bakal kembali mengikuti pembelajaran semester genap tahun tahun 2021/2022 pada 17 Januari 2022.

Dia melanjutkan, berdasar SE tersebut, pembagian rapor murid PAUD-SMP dilaksanakan pada 21-22 Januari 2022.

Taryono menegaskan, Dindikbud tidak akan memberikan cuti kepada pendidik sekaligus tenaga pendidik mulai 24 Desember 2021-2 Januari 2022.

"Kepada warga satuan pendidikan agar tidak melaksanakan kegiatan bepergian dan tidak pulang kampung ke luar daerah dengan tujuan yang tidak primer atau tidak penting atau tidak mendesak selama periode Natal dan Tahun Baru 2022," imbaunya.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/12/07/17045851/rombak-jadwal-sekolah-di-tangsel-murid-belajar-daring-20-31-desember

Terkini Lainnya

Basarnas Resmikan Unit Siaga SAR di Kota Bogor

Basarnas Resmikan Unit Siaga SAR di Kota Bogor

Megapolitan
Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 ke Filipina, Total Kerugian Hingga Rp 6 Miliar

Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 ke Filipina, Total Kerugian Hingga Rp 6 Miliar

Megapolitan
Farhat Abbas Daftar Jadi Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Farhat Abbas Daftar Jadi Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
Siswa SMP di Palmerah Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

Siswa SMP di Palmerah Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

Megapolitan
Selain ke Gerindra, Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Juga Mendaftar Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Selain ke Gerindra, Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Juga Mendaftar Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
Keluarga Pemilik Toko Bingkai 'Saudara Frame' yang Kebakaran Dikenal Dermawan

Keluarga Pemilik Toko Bingkai "Saudara Frame" yang Kebakaran Dikenal Dermawan

Megapolitan
Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 di Filipina, Percaya karena Pelaku Pernah Berangkatkan Mahasiswa

Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 di Filipina, Percaya karena Pelaku Pernah Berangkatkan Mahasiswa

Megapolitan
 Aksi Lempar Botol Warnai Unjuk Rasa di Patung Kuda

Aksi Lempar Botol Warnai Unjuk Rasa di Patung Kuda

Megapolitan
Polisi Belum Bisa Pastikan 7 Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Satu Keluarga atau Bukan

Polisi Belum Bisa Pastikan 7 Korban Kebakaran "Saudara Frame" Satu Keluarga atau Bukan

Megapolitan
Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi Bersama Kontras Tuntut Kemerdekaan Palestina

Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi Bersama Kontras Tuntut Kemerdekaan Palestina

Megapolitan
Massa Gelar Demo di Patung Kuda, Tuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024

Massa Gelar Demo di Patung Kuda, Tuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024

Megapolitan
Ada Demo di Patung Kuda, Arus Lalin Menuju Harmoni via Jalan Medan Merdeka Barat Dialihkan

Ada Demo di Patung Kuda, Arus Lalin Menuju Harmoni via Jalan Medan Merdeka Barat Dialihkan

Megapolitan
Ini Daftar Identitas Korban Kebakaran 'Saudara Frame'

Ini Daftar Identitas Korban Kebakaran "Saudara Frame"

Megapolitan
Acungi Jempol Perekam Sopir Fortuner Arogan yang Mengaku TNI, Pakar: Penyintas yang Berani Melawan Inferioritas

Acungi Jempol Perekam Sopir Fortuner Arogan yang Mengaku TNI, Pakar: Penyintas yang Berani Melawan Inferioritas

Megapolitan
Fraksi PKS DKI Nilai Penonaktifan NIK Warga Jakarta yang Tinggal di Daerah Lain Tak Adil

Fraksi PKS DKI Nilai Penonaktifan NIK Warga Jakarta yang Tinggal di Daerah Lain Tak Adil

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke