Salin Artikel

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

DEPOK, KOMPAS.com - Warga Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menemukan jenazah seorang perempuan tergeletak di saluran air, Kamis (20/1/2022). Korban berinisial S (65) merupakan seorang nenek yang mengidap penyakit stroke dan pikun.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi mengatakan, penemuan jenazah di kebun belimbing, Perumahan Poin Mas, Rangkapan Jaya, terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

"Keterangan dari keluarga korban bahwa korban sudah sangat pikun dan mempunyai sakit stroke ringan dan masih bisa berjalan," kata Supriyadi, saat dihubungi, Kamis.

Kejadian bermula ketika saksi berinisial S hendak berkebun. Awalnya, ia mencurigai ada sesuatu di saluran air dekat kebun belimbing miliknya.

"Saksi menuju ke kebun belimbing untuk menyemprot belimbing sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian ia mencurigai ada sesuatu di saluran air," kata Supriyadi.

Lantas, S mengajak warga lain berinisial SU untuk mengecek saluran air. Kemudian ia mendapati seorang mayat perempuan tergeletak dan mulai membusuk.

"Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada seorang mayat perempuan yang tergeletak di dalam saluran air dengan posisi sedikit tengkurap dan sudah mulai membusuk," ujarnya.

Sebelumnya, korban pernah dilaporkan hilang ke Polsek Pancoran Mas oleh pihak keluarga pada 16 Januari 2022.

Sementara, hasil Inafis Polres Metro Depok, korban diduga sudah meninggal lebih dari 24 jam. Polisi tak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/20/20543391/warga-rangkapan-jaya-depok-temukan-jenazah-lansia-di-kebun-belimbing

Terkini Lainnya

Detik-detik Penjambret Ponsel di Jaksel Ditangkap Warga: Baru Kabur 100 Meter, Tapi Kena Macet

Detik-detik Penjambret Ponsel di Jaksel Ditangkap Warga: Baru Kabur 100 Meter, Tapi Kena Macet

Megapolitan
Pencuri Motor yang Sempat Diamuk Massa di Tebet Meninggal Dunia Usai Dirawat di RS

Pencuri Motor yang Sempat Diamuk Massa di Tebet Meninggal Dunia Usai Dirawat di RS

Megapolitan
Ratusan Personel Satpol PP dan Petugas Kebersihan Dikerahkan Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta

Ratusan Personel Satpol PP dan Petugas Kebersihan Dikerahkan Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta

Megapolitan
Alasan Warga Tak Amuk Jambret Ponsel di Jaksel, Ternyata “Akamsi”

Alasan Warga Tak Amuk Jambret Ponsel di Jaksel, Ternyata “Akamsi”

Megapolitan
Korban Jambret di Jaksel Cabut Laporan, Pelaku Dikembalikan ke Keluarga untuk Dibina

Korban Jambret di Jaksel Cabut Laporan, Pelaku Dikembalikan ke Keluarga untuk Dibina

Megapolitan
Penjambret di Jaksel Ditangkap Warga Saat Terjebak Macet

Penjambret di Jaksel Ditangkap Warga Saat Terjebak Macet

Megapolitan
Pencuri Motor di Bekasi Lepas Tembakan 3 Kali ke Udara, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban

Pencuri Motor di Bekasi Lepas Tembakan 3 Kali ke Udara, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban

Megapolitan
Ada Konser NCT Dream dan Kyuhyun, Polisi Imbau Penonton Waspadai Copet dan Tiket Palsu

Ada Konser NCT Dream dan Kyuhyun, Polisi Imbau Penonton Waspadai Copet dan Tiket Palsu

Megapolitan
Pencuri Motor di Bekasi Bawa Pistol, Lepaskan Tembakan 3 Kali

Pencuri Motor di Bekasi Bawa Pistol, Lepaskan Tembakan 3 Kali

Megapolitan
Teror Begal Bermodus 'Debt Collector', Nyawa Pria di Kali Sodong Melayang dan Motornya Hilang

Teror Begal Bermodus "Debt Collector", Nyawa Pria di Kali Sodong Melayang dan Motornya Hilang

Megapolitan
Jakpro Buka Kelas Seni dan Budaya Lewat Acara “Tim Art Fest” Mulai 30 Mei

Jakpro Buka Kelas Seni dan Budaya Lewat Acara “Tim Art Fest” Mulai 30 Mei

Megapolitan
Amankan 2 Konser K-Pop di GBK, Polisi Terjunkan 865 Personel

Amankan 2 Konser K-Pop di GBK, Polisi Terjunkan 865 Personel

Megapolitan
Ada Konser NCT Dream dan Kyuhyun, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 01.00 WIB

Ada Konser NCT Dream dan Kyuhyun, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 01.00 WIB

Megapolitan
Pastikan Masih Usut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel, Polisi: Ada Unsur Pidana

Pastikan Masih Usut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel, Polisi: Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Polisi Sebut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Mandek 2 Tahun karena Kondisi Korban Belum Stabil

Polisi Sebut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Mandek 2 Tahun karena Kondisi Korban Belum Stabil

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke