Salin Artikel

SDN Tangerang 14 Mulai Terapkan PTM 50 Persen, Kepsek: Karena Utamakan Kesehatan, Kami Sambut Baik

Sebelumnya, PTM di SDN Tangerang 14 masih berkapasitas 100 persen.

Kepala SDN Tangerang 14 Wawat Tustiawati berujar, pihaknya menerima perubahan aturan soal PTM dari kapasitas 100 menjadi 50 persen.

"Karena ini mengutamakan kesehatan dan keselamatan, tentu saja kami harus sambut dengan baik dengan lapang dada," ujar Wawat saat ditemui di SDN Tangerang 14, Kota Tangerang, Senin.

"Kita berdoa semoga ke depannya bisa lebih baik dan turun kembali," sambung dia.

Wawat mengungkapkan, murid di SDN Tangerang 14 merasa senang saat mengikuti PTM 100 persen.

Menurut dia, para murid merasa semakin bahagia saat PTM 100 persen diadakan dua kali dalam sepekan.

"Awalnya mereka (murid SDN Tangerang 14) sudah bahagia dan senang ya bisa kembali (PTM 100 persen), meskipun awalnya seminggu sekali kemudian seminggu dua kali, senang banget," kata Wawat.

Akan tetapi, Pemerintah Kota Tangerang memutuskan untuk mengurangi kapasitas PTM menjadi 50 persen pada akhir pekan lalu lantaran kasus Covid-19 meningkat di sana.

Menurut Wawat, orangtua murid SDN Tangerang 14 dapat memahami alasan kapasitas PTM harus disesuaikan seusai diberi penjelasan oleh pihak sekolah.

"Akhirnya kita harus waspada, mengutamakan keselamatan, dan kesehatan. Alhmadulilah mereka (orangtua siswa) mengerti karena harus semua elemen bekerja sama," paparnya.

Mulai Senin ini, Wawat berujar bahwa PTM terbatas yang diadakan di SDN Tangerang 14 hanya diikuti oleh 50 persen siswa per kelas.

Dia mengatakan, skema belajar di sekolah tersebut terbagi dalam dua sesi pembelajaran, yakni sesi pertama dimulai pukul 07.00-10.00 WIB dan sesi kedua dimulai pukul 11.00-14.00 WIB.

Dalam sepekan, murid SDN Tangerang 14 mengikuti PTM terbatas sebanyak dua kali.

Wawat menuturkan, murid yang mengikuti PTM terbatas pada Senin ini akan kembali belajar di sekolah pada Kamis.

"Jika dalam satu kelas itu ada 30 siswa, maka 15 siswa saja yang masuk. Kemudian untuk waktunya, di dalam SOP itu maksimal tiga jam (pembelajaran)," ucapnya.

"Jadi kita atur, sesi pertama itu dari jam 07.00-10.00 WIB, kemudian ada jeda untuk istirahat dan penyemprotan ya. Dan kemudian sesi duanya di jam 11.00-14.00 WIB," sambung dia.

Kabid Pembinaan SD Dindik Kota Tangerang Helmiati sebelumnya mengatakan, seluruh SD di Kota Tangerang mulai menggelar PTM terbatas dengan kapasitas murid 50 persen pada Senin ini.

"Iya, per hari ini (Senin), semua SD kapasitasnya 50 persen (siswa)," ucapnya, Senin.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/24/14511401/sdn-tangerang-14-mulai-terapkan-ptm-50-persen-kepsek-karena-utamakan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kasus Migor Kemasa Ilegal Merek Qilla, Polisi Bakal Berkomunikasi dengan 'Marketplace'

Soal Kasus Migor Kemasa Ilegal Merek Qilla, Polisi Bakal Berkomunikasi dengan "Marketplace"

Megapolitan
Jakpro Sebut Biaya Operasional dan Perawatan JIS Capai Rp 60 Miliar Per Tahun

Jakpro Sebut Biaya Operasional dan Perawatan JIS Capai Rp 60 Miliar Per Tahun

Megapolitan
Kesal Tak Ditemui Ketua dan Anggota DPR, Mahasiswa Paksa Masuk ke Gedung DPR RI

Kesal Tak Ditemui Ketua dan Anggota DPR, Mahasiswa Paksa Masuk ke Gedung DPR RI

Megapolitan
Dua Motor Raib dalam Semalam, Pelaku Dua Kali Satroni Rumah Kos yang Sama

Dua Motor Raib dalam Semalam, Pelaku Dua Kali Satroni Rumah Kos yang Sama

Megapolitan
Kabur dari Majikan yang Tak Bayar Upah di Palembang, Satu Keluarga Telantar di Jatinegara

Kabur dari Majikan yang Tak Bayar Upah di Palembang, Satu Keluarga Telantar di Jatinegara

Megapolitan
Soal Kasus Minyak Goreng Kemasan Ilegal Merek Qilla, Polisi Selidiki Penjual di Marketplace

Soal Kasus Minyak Goreng Kemasan Ilegal Merek Qilla, Polisi Selidiki Penjual di Marketplace

Megapolitan
Pengamat Minta Anies Tinjau Ulang Penggantian Nama Jalan Jakarta

Pengamat Minta Anies Tinjau Ulang Penggantian Nama Jalan Jakarta

Megapolitan
Tak Kunjung Ditemui Puan Maharani, Mahasiswa Bakar Sampah dan Ancam Robohkan Gerbang Gedung DPR

Tak Kunjung Ditemui Puan Maharani, Mahasiswa Bakar Sampah dan Ancam Robohkan Gerbang Gedung DPR

Megapolitan
Hindari Kecemburuan Persitara dengan Persija, Pemprov DKI Revitalisasi Stadion Tugu

Hindari Kecemburuan Persitara dengan Persija, Pemprov DKI Revitalisasi Stadion Tugu

Megapolitan
Jakpro Sebut Revitalisasi Stadion Tugu Segera Diproses

Jakpro Sebut Revitalisasi Stadion Tugu Segera Diproses

Megapolitan
Bikin Cemburu, Asosiasi Hiburan: Holywings Bisa Jual Miras Murah

Bikin Cemburu, Asosiasi Hiburan: Holywings Bisa Jual Miras Murah

Megapolitan
Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Tak Tutup atau Alihkan Arus Lalu Lintas

Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Tak Tutup atau Alihkan Arus Lalu Lintas

Megapolitan
PD Pasar Kota Tangerang Tak Bakal Wajibkan Pembeli Migor Curah Pakai PeduliLindungi

PD Pasar Kota Tangerang Tak Bakal Wajibkan Pembeli Migor Curah Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Salip Mobil di Pinang Tangerang, Pengendara Motor Tertabrak Bus dan Meninggal Dunia

Hendak Salip Mobil di Pinang Tangerang, Pengendara Motor Tertabrak Bus dan Meninggal Dunia

Megapolitan
Curhat Pedagang Kambing Kurban di Ciputat, Tiga Hari Berjualan tapi Tak Satu Pun Laku

Curhat Pedagang Kambing Kurban di Ciputat, Tiga Hari Berjualan tapi Tak Satu Pun Laku

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.