Salin Artikel

Indeks Kemacetan Jakarta Terus Turun, Wagub: Artinya Masyarakat Sudah Paham Pentingnya Transportasi Publik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons indeks dan peringkat kemacetan di Ibu Kota yang terus menurun.

Riza berharap, indeks dan peringkat mengalami penurunan bukan karena pandemi Covid-19.

"Kalau kemacetan menurun mudah-mudahan bukan karena pandemi. Artinya kita berhasil mengintegrasikan transportasi publik di Jakarta," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jumat (11/2/2022).

Lebih lanjut, Riza menyebut bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya transportasi publik.

"Artinya masyarakat sudah memahami betapa pentingnya kita berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi publik," kata Riza.

Berdasarkan data Tomtom Traffic Index 2021, Jakarta menempati peringkat ke-46 dari 404 kota yang diukur, dengan indeks kemacetan 34 persen.

Pada 2020, Jakarta menempati peringkat ke-31 dengan indeks 36 persen.

Tahun sebelumnya menempati peringkat ke-10 dengan indeks 53 persen. Kemudian, pada 2018 menempati peringkat ketujuh dengan indeks 53 persen.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, indeks kemacetan di Jakarta yang konsisten turun merupakan kabar baik yang patut disyukuri.

"Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemprov Jakarta. Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta yang mendukung berbagai upaya pemprov dalam mengatasi kemacetan di Jakarta," kata Syafrin dalam keterangannya, Jumat (11/2/2022).

Syafrin mengatakan, ada lima upaya yang dilakukan Pemprov DKI membuat tingkat kemacetan di Jakarta terus turun.

Pertama, menata stasiun KRL yang terintegrasi dengan Transjakarta dan MRT/LRT serta memperbaiki sistem integrasi angkutan umum melalui program JakLingko.

Dengan demikian, mobilitas masyarakat termasuk aksesibilitas pejalan kaki serta integrasi antarmoda menjadi teratur dan tertata.

Kedua, meningkatkan kualitas dan area jangkau angkutan umum di DKI Jakarta, sehingga minat masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaaan pribadi ke angkutan umum menjadi lebih tinggi.

Ketiga, menambah dan merevitalisasi trotoar, serta menambah jalur sepeda, sehingga meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Keempat, pada 2021, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menangani 38 titik kemacetan.

Sejak 2018 sampai akhir 2021, terdapat 108 titik kemacetan yang telah berhasil ditangani, sehingga target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk kecepatan rata-rata di 41 koridor jalan utama pada jam sibuk terlampaui yaitu 24,91 km/jam.

Terakhir, menerapkan kebijakan pembatasan lalu lintas yaitu penerapan kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem Ganjil-Genap pada 25 ruas jalan utama di jam-jam sibuk, yakni pada Senin-Jumat, pukul 06.00 - 10.00 WIB dan 16.00 - 21.00 WIB.

Pada masa pengendalian Covid-19 ini, jumlah ruas jalan ganjil genap hanya pada 13 ruas jalan serta pada pintu-pintu masuk tempat wisata utama, seperti di Ancol Taman Impian, Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan mulai Jumat pukul 12.00 WIB hingga Minggu pukul 18.00 WIB.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/02/11/18391941/indeks-kemacetan-jakarta-terus-turun-wagub-artinya-masyarakat-sudah-paham

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMD DKI Food Station Gandeng IPB untuk Genjot Program Pangan Murah di Jakarta

BUMD DKI Food Station Gandeng IPB untuk Genjot Program Pangan Murah di Jakarta

Megapolitan
Mobil Dinas Presiden Soekarno hingga Jokowi Dipamerkan di Sarinah, Ada Kendaraan Antipeluru

Mobil Dinas Presiden Soekarno hingga Jokowi Dipamerkan di Sarinah, Ada Kendaraan Antipeluru

Megapolitan
Ancol Perkenalkan Jagat Rimba sebagai Produk Kekayaan Intelektual Baru dalam Jakarnaval 2022

Ancol Perkenalkan Jagat Rimba sebagai Produk Kekayaan Intelektual Baru dalam Jakarnaval 2022

Megapolitan
Saat Anak-anak 'Paduan Suara Merah Putih' Gelar Konser di Area Car Free Day, Sambut HUT Ke-77 RI...

Saat Anak-anak "Paduan Suara Merah Putih" Gelar Konser di Area Car Free Day, Sambut HUT Ke-77 RI...

Megapolitan
Tebet Eco Park Kembali Dibuka Besok, Simak Tata Tertibnya

Tebet Eco Park Kembali Dibuka Besok, Simak Tata Tertibnya

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Perempuan di Toilet Kafe Kawasan Melawai Jaksel

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Perempuan di Toilet Kafe Kawasan Melawai Jaksel

Megapolitan
Pengacara Bharada E Jabat Ketua Badan Hukum PDI-P DKI, DPD Partai: Enggak Ada Masalah...

Pengacara Bharada E Jabat Ketua Badan Hukum PDI-P DKI, DPD Partai: Enggak Ada Masalah...

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Lapak Rongsokan di Cakung Kebakaran

Diduga Korsleting Listrik, Lapak Rongsokan di Cakung Kebakaran

Megapolitan
Seorang Perempuan Diduga Dilecehkan Pria di Toilet Kafe Kawasan Melawai Jaksel

Seorang Perempuan Diduga Dilecehkan Pria di Toilet Kafe Kawasan Melawai Jaksel

Megapolitan
Tebet Eco Park Berbenah Selama 2 Bulan Ditutup: Tambah Fasilitas hingga Syarat Masuk Pakai Aplikasi

Tebet Eco Park Berbenah Selama 2 Bulan Ditutup: Tambah Fasilitas hingga Syarat Masuk Pakai Aplikasi

Megapolitan
Disebut Jadi Kandidat Cagub DKI, Bupati Tangerang: Belum Waktunya Bicara Pilkada

Disebut Jadi Kandidat Cagub DKI, Bupati Tangerang: Belum Waktunya Bicara Pilkada

Megapolitan
Tebet Eco Park Kembali Dibuka Besok, Pengunjung Wajib Daftar lewat JAKI

Tebet Eco Park Kembali Dibuka Besok, Pengunjung Wajib Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Setelah 2 Bulan Tutup, Tebet Eco Park Kembali Dibuka Mulai Besok

Setelah 2 Bulan Tutup, Tebet Eco Park Kembali Dibuka Mulai Besok

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Setelah Hilang Kendali dan Tertabrak Angkot di Jagakarsa

Pengendara Motor Tewas Setelah Hilang Kendali dan Tertabrak Angkot di Jagakarsa

Megapolitan
Pesta Diskon hingga 77 Persen di 17 Mal di Banten, Ini Daftarnya

Pesta Diskon hingga 77 Persen di 17 Mal di Banten, Ini Daftarnya

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.