Salin Artikel

Polisi Didesak Bebaskan Pria yang Acungkan Jari Tengah ke Massa Demo di Patung Kuda

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Blok Politik Pelajar (BPP) meminta polisi untuk membebaskan SH, pria yang ditangkap saat unjuk rasa di Kawasan Patung Arjuna Wijaya karena mengacungkan jari tengah ditengah demonstrasi, pada Kamis (21/4/2022).

Juru Bicara BPP Delpedro Marhaen mengatakan bahwa saat ini SH masih ditahan oleh kepolisian di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

"SH terancam dijerat Pasal 216 KUHP dengan ancaman dua tahun penjara," kata Pedro dalam keterangannya, Kamis.

Menanggapi hal tersebut, Pedro mengancam akan mengerahkan massa untuk mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat jika SH tak segera dibebaskan.

"Kami menyerukan untuk rekan-rekan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dan lainnya untuk mendatangi Polres Jakarta Pusat menuntut dibebaskannya SH," kata dia.

Menurut dia, SH bukan bagian dari massa cair yang bertujuan untuk memprovokasi jalannya unjuk rasa.

"SH bukan provokator dan penyusup, ia adalah salah satu rekan dari Blok Politik Pelajar, yang juga BPP tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia," kata Pedro.

"Dia punya hak untuk ada di situ, selain dari anggota BPP atau AMI. SH sebagai masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya, karena itu dilindungi oleh konstitusi," sambung dia.

Pedro mengungkapkan, SH mengacungkan jari tengah ke arah massa aksi karena kesal orator mengotak-ngotakkan massa yang mengenakan jas almamater dan tidak.

"Ini bukan pembelaan, namun dia melakukan hal itu (mengacungkan jari tengah) karena sebagai bentuk responnya terhadap eksklusifitas mahasiswa yang masih terus mempersoalkan soal almamater," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan seorang pria di kawasan Patung Kuda karena diduga memprovokasi massa aksi yang baru saja memulai aksi demonstrasi.

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, pria yang berdiri berada di belakang barikade polisi itu berteriak ke arah massa aksi.

Tampak pria berbaju hitam bertuliskan "Hanya ada satu kata, Mural" itu juga terlihat mengacungkan jari tengah ke arah massa aksi.

Sesaat kemudian, petugas kepolisian berpakaian preman pun langsung menanyakan maksud dan tujuan pria tersebut.

"Heh, mau apa kamu?" kata petugas dengan nada tinggi.

Setelah itu pun langsung ditarik oleh anggota kepolisian lain yang berada di lokasi.

"Ini demokrasi pak, saya punya hak," kata pria berbaju hitam itu.

Petugas kepolisian akhirnya menjatuhkan pria tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam mobil tahanan.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/04/22/13155261/polisi-didesak-bebaskan-pria-yang-acungkan-jari-tengah-ke-massa-demo-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir 24 Jam, 2 Bocah yang Terseret Arus Kali Bekasi Belum Ditemukan

Hampir 24 Jam, 2 Bocah yang Terseret Arus Kali Bekasi Belum Ditemukan

Megapolitan
Kronologi Santri Tewas Dianiaya di Tangerang, Diduga Berawal dari Cekcok karena Terbentur Pintu Kamar Mandi

Kronologi Santri Tewas Dianiaya di Tangerang, Diduga Berawal dari Cekcok karena Terbentur Pintu Kamar Mandi

Megapolitan
Pelapor Meminta Roy Suryo Tetap Ditahan Sampai Seluruh Proses Hukum Selesai

Pelapor Meminta Roy Suryo Tetap Ditahan Sampai Seluruh Proses Hukum Selesai

Megapolitan
Tren Kasus Covid-19 di Jakarta 2 Pekan Terakhir: Pernah Tembus 3.279, Warga Diimbau Pakai Masker di Tempat Publik

Tren Kasus Covid-19 di Jakarta 2 Pekan Terakhir: Pernah Tembus 3.279, Warga Diimbau Pakai Masker di Tempat Publik

Megapolitan
Ini Alasan Polisi Belum Tahan Selebgram Ayu Aulia meski Berstatus Tersangka Kasus Penganiayaan

Ini Alasan Polisi Belum Tahan Selebgram Ayu Aulia meski Berstatus Tersangka Kasus Penganiayaan

Megapolitan
Meski Mengaku Sakit, Ayu Aulia Tetap Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan

Meski Mengaku Sakit, Ayu Aulia Tetap Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan

Megapolitan
Mediasi Gagal, Warga Pulogadung yang Aksesnya Ditutup Tembok Berencana Pindah Rumah

Mediasi Gagal, Warga Pulogadung yang Aksesnya Ditutup Tembok Berencana Pindah Rumah

Megapolitan
Kata Sepakat Tak Kunjung Tercapai di Pulogadung, Tembok Masih Berdiri Kokoh Tutup Akses Warga

Kata Sepakat Tak Kunjung Tercapai di Pulogadung, Tembok Masih Berdiri Kokoh Tutup Akses Warga

Megapolitan
Kondisi Mako Brimob Setelah Ferdy Sambo Ditempatkan di Sana, Dijaga Aparat Bersenjata, Mobil Barakuda Disiagakan

Kondisi Mako Brimob Setelah Ferdy Sambo Ditempatkan di Sana, Dijaga Aparat Bersenjata, Mobil Barakuda Disiagakan

Megapolitan
Anggota Dewan DKI Sebut Anies Tak Paham Arti Rumah Sehat, 'Digunakan untuk Rumah Tinggal'

Anggota Dewan DKI Sebut Anies Tak Paham Arti Rumah Sehat, "Digunakan untuk Rumah Tinggal"

Megapolitan
Daftar Imunisasi Anak Bisa Lewat Aplikasi JAKI, Ini Cara Daftarnya...

Daftar Imunisasi Anak Bisa Lewat Aplikasi JAKI, Ini Cara Daftarnya...

Megapolitan
Promo Merdeka, Harga Tiket KA dari Jakarta Mulai 17.000, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Promo Merdeka, Harga Tiket KA dari Jakarta Mulai 17.000, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Megapolitan
Manajer Sebut BCL Tidak Tahu Dirinya Konsumsi Obat Penenang

Manajer Sebut BCL Tidak Tahu Dirinya Konsumsi Obat Penenang

Megapolitan
Apresiasi Penahanan Roy Suryo, Pelapor: Sudah Seharusnya Pelaku Penistaan Agama Ditahan...

Apresiasi Penahanan Roy Suryo, Pelapor: Sudah Seharusnya Pelaku Penistaan Agama Ditahan...

Megapolitan
Buka Lagi Kemungkinan Bunuh Diri dalam Kematian Akseyna, Ini Kata Kompolnas

Buka Lagi Kemungkinan Bunuh Diri dalam Kematian Akseyna, Ini Kata Kompolnas

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.