Salin Artikel

Ketika Penumpang KRL Beradaptasi dengan Perubahan Rute yang Dirasa Merepotkan

DEPOK, KOMPAS.com - Perubahan rute kereta rel listrik (KRL) lintas Bogor/Depok/Nambo dan Cikarang/Bekasi telah memasuki hari keempat sejak dimulai pada Sabtu (28/5/2022).

Saat ini, penumpang KRL dari Bogor tujuan Tanah Abang, Sudirman, Angke, dan Kampung Bandan harus transit lebih dahulu di Stasiun Manggarai.

Perubahan rute ini dirasa cukup merepotkan karena tidak sedikit penumpang yang harus transit dua kali. Selain itu, kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai kerap terjadi, terutama saat jam sibuk.

Namun, penumpang yang sehari-hari mengandalkan KRL untuk berangkat kerja sepertinya tak memiliki pilihan lain dan harus beradaptasi dengan kebijakan baru tersebut.

Seperti yang dialami seorang karyawan swasta bernama Hawa (25). Ia merasa perubahan rute KRL justru menyulitkan.

Sebab, untuk menuju tempat kerjanya di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Hawa harus transit dua kali, yakni di Stasiun Manggarai dan Duri.

Sebelum ada perubahan rute, dari Stasiun Depok Lama Hawa hanya perlu transit di Stasiun Duri.

"Ya kalau saya, mau enggak mau naik kereta karena aksesnya ke kantor juga paling efektif naik kereta. Karena kantornya di daerah Rawa Buaya, enggak jauh dari stasiun," ujar Hawa, saat ditemui di Stasiun Depok Lama, Selasa (31/5/2022).

Kini Hawa harus berangkat bekerja lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai.

Ia pun berharap kebijakan perubahan rute KRL dibatalkan, karena membuat penumpang menjadi lebih repot.

"Kalau bisa dihapus (kebijakan perubahan rute KRL) sajalah, sulit banget. Kendalanya itu kalau ada kereta datang penumpang sudah banyak (di stasiun), jadi pada dulu-duluan masuknya (ke dalam kereta)," kata Hawa.

Keluhan yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan penumpang lainnya Liza (34). Liza mengeluh soal kepadatan penumpang yang terjadi di Stasiun Manggarai.

"Kalau di Manggarai jangan ditanya (bakal padat penumpang). Kan di situ semua penumpang dari mana aja, transitnya di Manggarai," ujar dia.

Adapun perubahan rute KRL dilakukan seiring switch over (SO) ke-5 Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral.

Perubahan rute terjadi pada lintas Bogor/Depok dan Cikarang/Bekasi. Sedangkan untuk lintas Rangkasbitung, lintas Tangerang, dan KA Bandara Soekarno-Hatta tidak ada perubahan rute.

Vice President (VP) Corporate Communication Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, perjalanan KRL lintas Bogor hanya melayani relasi Bogor, Depok, dan Nambo menuju Jakarta Kota melalui Stasiun Manggarai.

"Seluruh perjalanan KRL pada lintas tersebut akan dilayani di peron jalur 10, 11, 12, dan 13 Stasiun Manggarai," ujar Anne.

Dengan demikian, rute KRL menuju Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Kampung Bandan dihapus.

"Para pengguna yang akan menuju Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Bekasi dapat melakukan transit di Stasiun Manggarai dan menunggu keberangkatan KRL di peron jalur 6 atau 7," ucap Anne.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/05/31/13475001/ketika-penumpang-krl-beradaptasi-dengan-perubahan-rute-yang-dirasa

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Megapolitan
AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

Megapolitan
Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Tahan Tangis, Bripka Madih: Mohon Maaf Bapak Kapolri, Saya Masih Cinta Polisi

Tahan Tangis, Bripka Madih: Mohon Maaf Bapak Kapolri, Saya Masih Cinta Polisi

Megapolitan
Tukang Pijat di Cikarang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kontrakannya

Tukang Pijat di Cikarang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kontrakannya

Megapolitan
Bripka Madih disebut Sering Meneror Warga, Ketua RW: Kami Tak Bisa Lawan karena Dia Polisi

Bripka Madih disebut Sering Meneror Warga, Ketua RW: Kami Tak Bisa Lawan karena Dia Polisi

Megapolitan
Polisi Klaim Tak Ada Lagi Tawuran di Manggarai Usai Satgas Anti-Tawuran Dibentuk

Polisi Klaim Tak Ada Lagi Tawuran di Manggarai Usai Satgas Anti-Tawuran Dibentuk

Megapolitan
Pawai Cap Go Meh Berlangsung Meriah, Kelenteng Hok Lay Kiong: Ini Pesta Rakyat

Pawai Cap Go Meh Berlangsung Meriah, Kelenteng Hok Lay Kiong: Ini Pesta Rakyat

Megapolitan
Kapolres Jaksel Sebut Warga tetap Bisa Melapor Meski Pos Polisi Kosong, Begini Caranya

Kapolres Jaksel Sebut Warga tetap Bisa Melapor Meski Pos Polisi Kosong, Begini Caranya

Megapolitan
Ratusan Kasus Kejahatan di Jaksel Sepanjang 2022, dari Curanmor hingga Tawuran

Ratusan Kasus Kejahatan di Jaksel Sepanjang 2022, dari Curanmor hingga Tawuran

Megapolitan
Ketua RW Ungkap Sosok Bripka Madih yang Ngaku Diperas Polisi: Dia Suka Bikin Onar

Ketua RW Ungkap Sosok Bripka Madih yang Ngaku Diperas Polisi: Dia Suka Bikin Onar

Megapolitan
Periksa Bripka Madih yang Ngaku Diperas Penyidik, Polda Metro: Keterangannya Tak Konsisten

Periksa Bripka Madih yang Ngaku Diperas Penyidik, Polda Metro: Keterangannya Tak Konsisten

Megapolitan
Bripka Madih, Polisi yang Diperas Polisi, Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Bripka Madih, Polisi yang Diperas Polisi, Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Megapolitan
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Ribuan Orang Tumpah ke Jalan

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Ribuan Orang Tumpah ke Jalan

Megapolitan
Polisi Kerahkan 11 Tim Patroli di Jam Rawan Tawuran di Jaksel

Polisi Kerahkan 11 Tim Patroli di Jam Rawan Tawuran di Jaksel

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.