Salin Artikel

Epidemiolog Ingatkan Pemerintah Pusat dan Daerah Tak Anggap Remeh Lonjakan Kasus Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar tidak menganggap remeh lonjakan kasus Covid-19 kali ini.

Ia mengatakan, pengabaian pada lonjakan kasus bisa membuat jumlahnya terus meningkat hingga tak terkendali. Hal itu akan menjadi sebuah kemunduran bagi Indonesia yang kini sedang berada di masa transisi.

"Jangan sampai akhirnya karena pengabaian menganggap remeh itu, melahirkan varian baru. Dan itu bisa merubah situasi. Yang tadinya bisa mengarah ke akhir pandemi, kita bisa mundur kalau kita abai," kata Dicky saat dihubungi Jumat (15/7/2022).

"Covid merupakan wabah menular yang mengakibatkan kematian. Semua harus ingat. Jangan sampai menangani Covid tidak serius," tutur dia.

Karena itu, ia meminta pemerintah menjalankan strategi komunikasi risiko yang tepat sehingga masyarakat tak abai terhadap protokol kesehatan.

Ia meminta pemerintah konsisten dalam mengkomunikasikan kepada publik bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan membutuhkan kerja sama dari masyarakat untuk mengenakan masker dan menjalankan protokol kesehatan.

"Strategi komunikasi risiko ini dalam beragam wabah dan situasi krisis menjadi penetu vital keberhasilan program pemerintah. Sebagus apapun program pemerintah kalau tidak didukung masyarakat itu tidak akan berhasil," ujar Dicky.

Sebelumnya diberitakan pemerintah kembali mengumumkan adanya penambahan kasus harian Covid-19. Per Jumat (15/7/2022) pukul 12.00 WIB, kasus Covid-19 bertambah 3.331 kasus dalam 24 jam terakhir.

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.127.084, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

DKI Jakarta menempati posisi dengan penambahan kasus konfirmasi paling banyak, yaitu 1.613 kasus. Kemudian diikuti Jawa Barat 660 kasus, Banten 460 kasus, Jawa Timur 194 kasus, dan Bali 120 kasus. 

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/07/15/23125831/epidemiolog-ingatkan-pemerintah-pusat-dan-daerah-tak-anggap-remeh

Terkini Lainnya

Remaja Diperkosa Staf Kelurahan, Pelaku Belum Ditangkap 2 Tahun Usai Kejadian

Remaja Diperkosa Staf Kelurahan, Pelaku Belum Ditangkap 2 Tahun Usai Kejadian

Megapolitan
Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Polisi Sita 1,2 Juta Butir Pil PCC

Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Polisi Sita 1,2 Juta Butir Pil PCC

Megapolitan
Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Megapolitan
Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Megapolitan
Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak 'Ngopi' Bareng

Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak "Ngopi" Bareng

Megapolitan
Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Megapolitan
2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Megapolitan
Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Megapolitan
Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Megapolitan
Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Megapolitan
Dewan Pertimbangan Jagokan Ahmed Zaki Jadi Bacagub Jakarta dari Golkar

Dewan Pertimbangan Jagokan Ahmed Zaki Jadi Bacagub Jakarta dari Golkar

Megapolitan
Aksi Pejabat Kemenhub Injak Kitab Suci demi Buktikan Tak Selingkuh, Berujung Terjerat Penistaan Agama

Aksi Pejabat Kemenhub Injak Kitab Suci demi Buktikan Tak Selingkuh, Berujung Terjerat Penistaan Agama

Megapolitan
Polisi Periksa Pelajar SMP yang Jadi Korban dan Pelaku Perundungan di Bogor

Polisi Periksa Pelajar SMP yang Jadi Korban dan Pelaku Perundungan di Bogor

Megapolitan
Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Megapolitan
Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke