Salin Artikel

Mengantar Cendekiawan Azyumardi Azra ke Pusara...

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini wafat pada Minggu (18/9/2022) sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Azyumardi mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah terkena serangan jantung di dalam pesawat yang mengantarkannya untuk kunjungan kerja ke Malaysia.

Azyumardi adalah cendekiawan muslim yang menorehkan banyak prestasi sebelum terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022—2025. Ia baru saja dilantik memimpin Dewan Pers pada bulan Mei lalu.

Pada Senin (19/9/2022) malam, jenazah Azyumardi dari Malaysia tiba di rumah duka di Perumahan Puri Laras II, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Peti berbalut bendera merah putih berisikan jenazah Azyumardi dikeluarkan dari dalam ambulans. Peti diangkut ke dalam rumah duka dengan menggunakan kasur roda.

Setelah semalam disemayamkan di rumah duka, jenazah Azyumardi kemudian dishalatkan di Auditorium Harun Nasution, Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Tangsel, Selasa pagi.

Tampak sejumlah pejabat datang untuk ikut sholat jenazah. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Kepala Staf Istana Kepresidenan Moeldoko.

"Apabila ada kesalahan, mari kita maafkan, kita doakan agar beliau masuk surga," ujar Moeldoko sebelum menyelati janzah Azyumardi.

"Kami mengucapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya," lanjut dia.

Shalat jenazah dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Shalat jenazah dimulai sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 WIB.

Pukul 07.30 WIB, jenazah Azyumardi kemudian diantar ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, untuk dimakamkan.

Tak lebih dari 1,5 jam, iring-iringan mobil yang membawa jenazah Azyumardi telah memasuki kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Suara sirene terdengar semakin kencang mengarah ke pintu masuk pemakaman yang dikhususkan bagi mereka yang relah berjasa kepada negara.

Kedatangan jenazah Azyumardi itu disambut sejumlah anggota TNI untuk penyerahan dalam proses pemakaman yang digelar secara militer.

Peti jenazah kemudian dibawa ke dalam TMP Kalibata menggunakan kasur roda dan mendapatkan iring-iringan disertai suara drumband TNI.

Upacara pemakaman ala militer pun berlangsung. Menko Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjadi inspektur upacara (irup) upacara pemakaman.

Upacara pemakaman Azyumardi juga dihadiri sejumlah tokoh, seperti mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Terlihat juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang duduk bersebelahan dengan JK di bawah tenda putih dengan jarak tak jauh dari liang lahat tempat jenazah Azyumardi dikubur.

Semua pejabat negara yang hadir saat itu menundukan kepala ketika jenazah Azyumardi secara perlahan diturunkan ke dalam liang lahat.

Setelah jenazah dimakamkan, pejabat yang hadir kemudian menghampiri makam Azyumardi. Mereka satu per satu menaburkan bunga dan melantunkan doa.

Para pejabat yang hadir pun mengenang momen saat mereka pernah bertemu Azyumardi dalam berbagai kegiatan, sewaktu almarhum masih hidup.

"Beliau 10 tahun menjadi staf saya di Wakil Presiden. Azyumardi ikut memberikan saran, uraian atau analisa yang baik untuk kemasyarakatan, masalah sosial, masalah kegamaan," ujar JK.

JK mengemukakan, banyak kenangan yang ia miliki selama dibantu oleh Azyumardi. Pria asal Makassar itu mengaku merasa kehilangan sosok yang dikenalnya sebagai tokoh ilmiah dan ulama yang berbakti kepada bangsa.

"Sedemikian banyaknya (kenangan). Tentu kita harapkan kita selalu mendoakan akan arwah beliau di sisi Allah SWT di tempat yang tinggi," kata JK.

Sosok Azyumardi juga dikenal baik oleh AHY. Putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni itu menyebut Azyumardi merupakan sosok pers yang berpengaruh karena tulisannya berkelas dunia.

"Saya sendiri mengenang beliau, tentunya selain juga merupakan toko pers Indonesia, tulisan-tulisannya selalu berkelas dunia," ujar AHY.

AHY mengaku, selama mengenyam pendidikan, ia kerap kali membaca tulisan Azyumardi. Salah satu yang diingat AHY adalah tulisan soal demokrasi Islam di Indonesia.

"Tulisan beliau terutama bagaimana demokrasi Islam dan Indonesia ini bisa menjadi role model bagi negara-negara demokrasi lain di dunia," kata AHY.

Kini, Indonesia sangat kehilangan tokoh Azyumardi yang dikenal sebagai cendekiawan muslim yang banyak meninggalkan legesi.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/09/21/08574581/mengantar-cendekiawan-azyumardi-azra-ke-pusara

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Bus Persis Solo Dilempari Batu: 7 Pelaku Ditangkap, Polisi Ajak Semua Pihak Evaluasi Diri

Fakta Bus Persis Solo Dilempari Batu: 7 Pelaku Ditangkap, Polisi Ajak Semua Pihak Evaluasi Diri

Megapolitan
Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Ditabrak Pensiunan Polri Dicurigai Ada Relasi Kuasa, Pengamat: Tak Belajar dari Kasus Sambo

Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Ditabrak Pensiunan Polri Dicurigai Ada Relasi Kuasa, Pengamat: Tak Belajar dari Kasus Sambo

Megapolitan
Jadwal Pelayanan SIM Keliling di Kota Bekasi 30 Januari-4 Februari

Jadwal Pelayanan SIM Keliling di Kota Bekasi 30 Januari-4 Februari

Megapolitan
Mahasiswa UI yang Ditabrak Pensiunan Polri Jadi Korban 2 Kali Usai Ditetapkan Tersangka, Pengamat: Tidak Ada Empati

Mahasiswa UI yang Ditabrak Pensiunan Polri Jadi Korban 2 Kali Usai Ditetapkan Tersangka, Pengamat: Tidak Ada Empati

Megapolitan
Cek Rute Ganjil Genap di Jakarta Senin, 30 Januari 2023: Giliran Pelat Genap

Cek Rute Ganjil Genap di Jakarta Senin, 30 Januari 2023: Giliran Pelat Genap

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Masuk Ancol Gratis pada 3 Februari | Heru Budi Dampingi Jokowi di Perayaan Imlek | 3 Pejabat Lolos Lelang Jabatan Sekda DKI

[POPULER JABODETABEK] Cara Masuk Ancol Gratis pada 3 Februari | Heru Budi Dampingi Jokowi di Perayaan Imlek | 3 Pejabat Lolos Lelang Jabatan Sekda DKI

Megapolitan
Saat Pecinta Musik Rock Buka Bisnis Travel Umroh, Libatkan Pas Band untuk Promosi...

Saat Pecinta Musik Rock Buka Bisnis Travel Umroh, Libatkan Pas Band untuk Promosi...

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Penyambungan Jalan Lebih Efektif Tangani Macet Dibanding Pelebaran

Pemprov DKI Sebut Penyambungan Jalan Lebih Efektif Tangani Macet Dibanding Pelebaran

Megapolitan
Kronologi Bus Pemain Persis Solo Dilempar Batu di Tangerang

Kronologi Bus Pemain Persis Solo Dilempar Batu di Tangerang

Megapolitan
BP BUMD Ungkap Masalah Jakpro sehingga Tak Bisa Bagikan Dividen ke Pemprov DKI

BP BUMD Ungkap Masalah Jakpro sehingga Tak Bisa Bagikan Dividen ke Pemprov DKI

Megapolitan
7 Terduga Pelempar Batu ke Bus Persis Solo Ditangkap, Kini Masih Diperiksa Polres Tangsel

7 Terduga Pelempar Batu ke Bus Persis Solo Ditangkap, Kini Masih Diperiksa Polres Tangsel

Megapolitan
Polres Tangsel Janji Usut Tuntas Kasus Bus Persis Solo Dilempar Batu di Tangerang

Polres Tangsel Janji Usut Tuntas Kasus Bus Persis Solo Dilempar Batu di Tangerang

Megapolitan
Jakpro Disarankan Gabungkan Anak Perusahaan, BP BUMD DKI: Kami Sedang Kaji

Jakpro Disarankan Gabungkan Anak Perusahaan, BP BUMD DKI: Kami Sedang Kaji

Megapolitan
Petugas Satpol PP Terus Berjaga, Kawasan Kota Tua Jakarta Steril dari PKL

Petugas Satpol PP Terus Berjaga, Kawasan Kota Tua Jakarta Steril dari PKL

Megapolitan
'Skywalk' Kebayoran Sempat Berguncang, F-PSI DPRD DKI Minta Ada Pemeriksaan Ulang Konstruksi

"Skywalk" Kebayoran Sempat Berguncang, F-PSI DPRD DKI Minta Ada Pemeriksaan Ulang Konstruksi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.