Salin Artikel

Jukir Liar di Tebet Masih Bandel, Bisa Kena Sanksi Denda atau Kurungan

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru parkir (jukir) liar di Tebet yang masih beraksi meskipun sudah ditertibkan bakal dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa denda atau kurungan.

Tipiring bakal dikenakan karena masih ada jukir di lokasi minimarket yang telah dirazia, kemarin, Rabu (15/5/2024).

“Nanti rencananya kami akan ada tindak lanjut dengan sidang tipiring,” ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Bernad Octavianus Pasaribu saat dikonfirmasi, Kamis (16/5/2024).

Bernad menegaskan, tipiring bakal dikenakan ketika petugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan melakukan penindakan.

Penindakan rencananya dilakukan bulan depan setelah masa pembinaan selesai.

“Satu bulan ini kami fokus memberikan edukasi, kami bina. Nanti kalau sudah penindakan, kami datangi lagi minimarketnya, kami cek masih ada atau tidak (jukirnya),” tutur dia.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, pada Pasal 10 diatur bahwa "setiap orang yang memungut uang parkir tanpa izin bisa dikenakan sanksi denda dan sanksi kurungan".

Sanksi kurungan paling singkat adalah 20 hari dan paling lama 90 hari.

Sementara, denda paling sedikit sebanyak Rp 500.000 dan paling banyak
Rp 30.000.000.

Diberitakan sebelumnya, juru parkir (jukir) liar masih terlihat di seluruh minimarket yang sempat disatroni petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, kemarin, Rabu.

Pantauan Kompas.com di lima minimarket kawasan Tebet, Kamis, jukir liar masih leluasa menarik uang dari para pelanggan minimarket.

Salah satunya di minimarket yang berada di Jalan Prof. Dr. Soepomo.

Terdapat dua jukir yang berjaga di depan toko.

Mereka menarik uang parkir dari setiap pelanggan yang hendak mengeluarkan kendaraannya dari area minimarket.

Meski terlihat tidak memaksa meminta bayaran, tetapi setiap pengunjung memberikan jukir tersebut dengan nominal rata-rata Rp 2.000.

Hal serupa juga terlihat di minimarket Jalan KH Abdullah Syafei, Tebet.

Dari tiga minimarket yang disatroni petugas kemarin, tidak ada satu pun minimarket yang bersih dari keberadaan jukir liar.

Jumlah jukir bahkan terlihat bertambah dibandingkan sebelumnya. Setidaknya ada dua jukir yang berjaga di setiap minimarket di Jalan KH Abdullah Syafei.

Salah satu jukir berinisial A mengaku, tak mendapatkan pembinaan dari petugas Suku Dinas Perhubungan maupun Satpol PP kemarin.

A mengatakan, jukir yang mendapatkan pembinaan mungkin adalah jukir yang mendapatkan jadwal shift pagi.

“Kalau saya enggak dapat pembinaan apa-apa. Mungkin yang jaga pagi,” tutur dia.

Maka dari itu, menurut A, tidak ada alasan untuk berhenti dari profesinya.

“Kalau berhenti, belum ada solusi kan saya mau dipekerjakan sama apa oleh pemerintah. Jadi saya pikir lebih baik untuk tetap menjadi seorang juru parkir,” imbuh dia.

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/05/16/18310401/jukir-liar-di-tebet-masih-bandel-bisa-kena-sanksi-denda-atau-kurungan

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Megapolitan
Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Megapolitan
Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Megapolitan
Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep 'Winner Takes All' Tidak Dikenal

Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep "Winner Takes All" Tidak Dikenal

Megapolitan
Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Megapolitan
Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke