Salin Artikel

PAM JAYA Perkuat Transparansi Bisnis demi Layanan Air Minum yang Andal dan Berkelanjutan

KOMPAS.com – Perumda Air Minum Jaya (PAM JAYA) berkomitmen untuk menjalankan seluruh aktivitas bisnis secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Prinsip tersebut mencakup lima aspek utama, yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.

Komitmen itu juga didasarkan pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 96 Tahun 2004 tentang penerapan praktik GCG pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap kerja sama antara PAM JAYA dan mitra usaha selalu didampingi oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, seluruh proyek dikaji secara menyeluruh dari sisi teknis, finansial, dan hukum untuk memastikan kesesuaiannya dengan regulasi dan aturan internal perusahaan.

“PAM JAYA merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memiliki kewajiban memberikan layanan air minum yang andal dan berkualitas kepada warga Jakarta,” ujar Senior Manager Corporate Communication & Office Director PAM JAYA Gatra Vaganza melalui siaran pers, Selasa (22/4/2025).

Dalam pelaksanaan program strategis, lanjut dia, PAM JAYA menjamin seluruh proses dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Dalam mendukung transformasi digital, PAM JAYA juga menggandeng mitra teknologi terpercaya. Kolaborasi ini mempermudah pelanggan dalam membayar tagihan air secara daring.

Sistem yang dikembangkan tetap mengutamakan keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Tujuannya adalah memberikan layanan yang nyaman, efisien, dan semakin mudah diakses oleh pelanggan.

Tata kelola untuk keberlanjutan

Dalam menjalin kerja sama penyediaan air dengan pihak ketiga, PAM JAYA selalu menekankan keberlanjutan layanan dan optimalisasi aset perusahaan.

Setiap keputusan strategis diawali dengan proses terbuka, melalui mekanisme request for information (RFI) dan market sounding.

Langkah itu diambil agar akses terhadap air minum dapat merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jakarta.

“Sebagai perusahaan publik, PAM JAYA mendapat predikat ‘Baik’ dari BPKP, diaudit secara berkala oleh lembaga independen, serta berada di bawah pengawasan Pemprov DKI Jakarta dan lembaga negara lainnya,” tambah Gatra.

Prinsip GCG juga menjadi dasar dalam kerja sama antara PAM JAYA dan badan usaha lain.

Tujuannya adalah mencapai target 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta pada 2030.

Sejak mengambil alih penuh pengelolaan air perpipaan, PAM JAYA terus melakukan perbaikan menyeluruh.

Pembenahan mencakup operasional, pelayanan, pengelolaan aset, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Sebagai bentuk transparansi, PAM JAYA selalu membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan.

PAM JAYA juga terus berupaya meningkatkan mutu layanan dan tata kelola perusahaan demi menjamin hak masyarakat atas air minum yang aman, adil, dan berkelanjutan.

https://megapolitan.kompas.com/read/2025/04/22/17555291/pam-jaya-perkuat-transparansi-bisnis-demi-layanan-air-minum-yang-andal

Terkini Lainnya

Kepercayaan Warga Jakarta Tergerus akibat Manipulasi Laporan JAKI
Kepercayaan Warga Jakarta Tergerus akibat Manipulasi Laporan JAKI
Megapolitan
Kronologi Ahmad Sahroni Jadi Target KPK Gadungan, Uang Rp 300 Juta Jadi Umpan
Kronologi Ahmad Sahroni Jadi Target KPK Gadungan, Uang Rp 300 Juta Jadi Umpan
Megapolitan
Pelajar Tewas Jatuh dari Flyover Cipondoh Tangerang, Ini Kronologinya
Pelajar Tewas Jatuh dari Flyover Cipondoh Tangerang, Ini Kronologinya
Megapolitan
Ahmad Sahroni Sengaja Serahkan Uang Rp 300 Juta demi Jebak KPK Gadungan
Ahmad Sahroni Sengaja Serahkan Uang Rp 300 Juta demi Jebak KPK Gadungan
Megapolitan
Polisi Tangkap Pemeras Ahmad Sahroni Rp 300 Juta
Polisi Tangkap Pemeras Ahmad Sahroni Rp 300 Juta
Megapolitan
Ditipu Anggota KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Sempat Serahkan Rp 300 Juta
Ditipu Anggota KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Sempat Serahkan Rp 300 Juta
Megapolitan
Update Stasiun JIS: Peron Rampung, JPO Mulai Tersambung, Siap Operasi Juni 2026
Update Stasiun JIS: Peron Rampung, JPO Mulai Tersambung, Siap Operasi Juni 2026
Megapolitan
Sengketa Tanah Abang Memanas, Ahli Waris Gandeng GRIB Hercules Gugat Menteri, Gubernur, hingga Polda
Sengketa Tanah Abang Memanas, Ahli Waris Gandeng GRIB Hercules Gugat Menteri, Gubernur, hingga Polda
Megapolitan
Tantang Menteri Ara, Ketum GRIB Hercules: Buktikan Lahan Ini Milik Negara!
Tantang Menteri Ara, Ketum GRIB Hercules: Buktikan Lahan Ini Milik Negara!
Megapolitan
Jakarta Ingin Jadi Kota Global, tapi Preman Masih Kuasai Jalanan
Jakarta Ingin Jadi Kota Global, tapi Preman Masih Kuasai Jalanan
Megapolitan
PBB Warga Tangsel Sudah Lunas, tapi Kok Dibilang Nunggak 5 Tahun?
PBB Warga Tangsel Sudah Lunas, tapi Kok Dibilang Nunggak 5 Tahun?
Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Barat Ditargetkan Setop BAB Sembarangan pada Juni 2026
Seluruh Kelurahan di Jakarta Barat Ditargetkan Setop BAB Sembarangan pada Juni 2026
Megapolitan
Hercules Siap Kosongkan Lahan di Tanah Abang, Asal Negara Tunjukkan Bukti
Hercules Siap Kosongkan Lahan di Tanah Abang, Asal Negara Tunjukkan Bukti
Megapolitan
WN Inggris Ngamuk di Shelter Kucing Ciputat, Sempat Bolak-balik Sebelum Bikin Onar
WN Inggris Ngamuk di Shelter Kucing Ciputat, Sempat Bolak-balik Sebelum Bikin Onar
Megapolitan
Anak-anak Berenang di TPU Banjir Tanpa Rasa Takut, Pakar Soroti Krisis Ruang Bermain
Anak-anak Berenang di TPU Banjir Tanpa Rasa Takut, Pakar Soroti Krisis Ruang Bermain
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com