Salin Artikel

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.COM – Berkunjung ke kebun binatang pada pagi atau siang hari adalah hal lumrah. Namun, apa jadinya jika berkunjung ke kebun binatang pada malam hari?

Sensasi inilah yang ditawarkan Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UPTMR) resmi melakukan uji coba wisata malam bertema Night at The Ragunan Zoo, pada Sabtu (11/10/2025).

Warga pun menyambut positif wisata malam ini. Arienda (38) datang ke Ragunan bersama keluarga. Ia mengaku puas dapat merasakan pengalaman melihat aktivitas hewan nokturnal pada malam hari.

“Saya dan suami memang suka jalan-jalan. Begitu tahu kalau Ragunan buka malam hari, kami langsung ajak anak-anak. Selama ini kan selalu datang pagi atau siang. Jadi, ingin tahu kalau malam hari perbedaannya apa,” kata Arienda kepada Kompas.com, Kamis (16/10/1015).

Tiba pukul 20.00 WIB, Arienda merasakan suasana berbeda. Desiran angin malam membuat kulit lebih dingin. Suasana sangat meriah diiringi cahaya lampu yang banyak terpasang di pinggir jalan.

“Pas sampai, ternyata ramai juga, ya. Ada yang bawa perbekalan dan tikar. Ada yang berjualan juga, jadi kalau mau makan tidak repot. Ramainya seperti siang hari kalau ke sini,” jelas Arienda.

Menurut Arienda, hal yang membedakan saat berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan pada malam hari adalah kehadiran petugas yang memantau situasi. Selain mengamankan lokasi, petugas sigap memberikan informasi mengenai peraturan kunjungan.

Secara keseluruhan, Arienda menilai pembukaan Taman Margasatwa Ragunan pada malam hari memberikan pengalaman baru yang sangat menarik untuk dicoba.

“Ternyata tidak semua area dibuka dan harus didampingi oleh petugas juga dengan rute yang telah ditentukan. Kalau mau berkeliling, harus naik buggy car dengan petugas ke area khusus hewan-hewan nokturnal,” paparnya.

Gubernur Pramono menilai Night at The Ragunan Zoo terbukti mampu menarik minat masyarakat.

“Di luar dugaan. Baru hari pertama, antrean sudah terjadi. Untuk itu, saya pikirkan penanganan parkir dalam jangka menengah panjang harus jadi prioritas utama. Jangan sampai kemacetan terjadi setiap malam Minggu di Ragunan,” kata Pramono, seperti diberitakan oleh Kompas.com, Senin (13/10/2025).

Ia menilai, lonjakan jumlah pengunjung pada malam perdana pembukaan menunjukkan daya tarik baru Ragunan. Pramono menyebut banyak warga dari luar Jakarta yang datang ke Ragunan untuk menikmati suasana yang berbeda.

“Ada yang meminta jangan hanya Sabtu malam. Tetapi saya memutuskan untuk buka Sabtu malam saja dulu,” ujar Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri mengatakan, pembukaan Ragunan hingga malam hari bertujuan untuk memperluas akses edukasi satwa sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif.

“Ragunan sebagai alternatif hiburan keluarga di malam hari. Masyarakat kini dapat menikmati suasana hutan kota di malam hari sambil belajar mengenal perilaku hewan, khususnya satwa nokturnal,” ujarnya, seperti dikutip dari Jakarta.go.id.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan, pelaksanaan Night at The Ragunan Zoo akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan kesiapan fasilitas. Selain menjadi sarana edukasi, Fajar berharap Taman Margasatwa Ragunan dapat menjadi ruang rekreasi yang sehat, aman, dan nyaman.

“Bila berjalan baik, program ini berpeluang menjadi agenda rutin wisata malam kota Jakarta, sebab kota ini butuh ruang publik yang aman dan mendidik,” ucapnya.

Night at The Ragunan Zoo dibuka mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Tarif masuknya, yaitu Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak, dengan waktu pembelian tiket maksimal pukul 21.00 WIB.

UPTMR merancang area yang dapat dikunjungi masyarakat pada malam hari. Rutenya juga sudah dilengkapi dengan peta digital untuk membantu pengunjung. Ada juga pemandu dan penjaga satwa yang siap menjelaskan tentang satwa nokturnal, termasuk mengadakan sesi makan pada waktu tertentu.

Area seluas 1,8 kilometer disiapkan bagi pengunjung yang ingin olahraga atau sekadar bersantai bersama keluarga. UPTMR menyediakan buggy car yang dapat disewa dengan tarif Rp 250.00 per jam untuk lima orang.

Taman Margasatwa Ragunan juga dilengkapi dengan CCTV di sejumlah titik untuk memantau keamanan. Satpol PP Pariwisata rutin berpatroli untuk memastikan keamanan. (Rindu Pradipta Hestya)

https://megapolitan.kompas.com/read/2025/10/17/16532341/dipadati-pengunjung-kebun-binatang-ragunan-jadi-magnet-baru-wisata-malam

Terkini Lainnya

Pengamat Minta Lelang Parkir Blok M Dikawal Tim Independen, Cegah Vendor 'Titipan'
Pengamat Minta Lelang Parkir Blok M Dikawal Tim Independen, Cegah Vendor "Titipan"
Megapolitan
Walkot Bekasi Desak Pengelola SPPG Tanggung Jawab atas Kecelakaan Tewaskan Pedagang
Walkot Bekasi Desak Pengelola SPPG Tanggung Jawab atas Kecelakaan Tewaskan Pedagang
Megapolitan
Kecelakaan Truk Vs Motor di Jakpus, Seorang Warga Bekasi Tewas di Tempat
Kecelakaan Truk Vs Motor di Jakpus, Seorang Warga Bekasi Tewas di Tempat
Megapolitan
Polisi Sita Jurnal Rahasia Pembuatan Vape Etomidate dari Kasus WNA Penyekapan di Ancol
Polisi Sita Jurnal Rahasia Pembuatan Vape Etomidate dari Kasus WNA Penyekapan di Ancol
Megapolitan
Cuaca Ekstrem Mengintai Jakarta, Warga Diminta Siaga
Cuaca Ekstrem Mengintai Jakarta, Warga Diminta Siaga
Megapolitan
Toko Kosmetik di Jaktim Digerebek, Polisi Sita 2.500 Butir Obat Keras
Toko Kosmetik di Jaktim Digerebek, Polisi Sita 2.500 Butir Obat Keras
Megapolitan
Pramono: Jakarta Masih Ibu Kota, Semua Kegiatan Masih Pakai Status DKI
Pramono: Jakarta Masih Ibu Kota, Semua Kegiatan Masih Pakai Status DKI
Megapolitan
Pengobatan Korban Kecelakaan Mobil Berstiker SPPG Ditanggung BPJS hingga Sembuh
Pengobatan Korban Kecelakaan Mobil Berstiker SPPG Ditanggung BPJS hingga Sembuh
Megapolitan
Warga Kebon Kosong Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai, tapi Pembelinya Minim
Warga Kebon Kosong Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai, tapi Pembelinya Minim
Megapolitan
Mengapa 4 Anggota BAIS TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras?
Mengapa 4 Anggota BAIS TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras?
Megapolitan
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Latumeten Jakbar hingga Juni 2026
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Latumeten Jakbar hingga Juni 2026
Megapolitan
Ratusan Vape Etomidate yang Disita dari WNA Kasus Penyekapan di Ancol Bernilai Rp 2 Miliar
Ratusan Vape Etomidate yang Disita dari WNA Kasus Penyekapan di Ancol Bernilai Rp 2 Miliar
Megapolitan
Lelang Ulang Vendor Parkir Blok M Diminta Terbuka
Lelang Ulang Vendor Parkir Blok M Diminta Terbuka
Megapolitan
Program Pilah Sampah di Jakbar Terkendala Alat Pengangkut, Petugas Minta Gerobak Khusus
Program Pilah Sampah di Jakbar Terkendala Alat Pengangkut, Petugas Minta Gerobak Khusus
Megapolitan
Penyelundupan 1 Ton Merkuri ke Filipina Digagalkan Polisi, Kerugian Negara Capai Rp 30 Miliar
Penyelundupan 1 Ton Merkuri ke Filipina Digagalkan Polisi, Kerugian Negara Capai Rp 30 Miliar
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com