Salin Artikel

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

KOMPAS.com- Waduk Pluit di Jakarta Utara menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pengendalian banjir di Ibu Kota. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa waduk tersebut berperan besar dalam mempercepat penyusutan air hujan dan menjaga sistem drainase tetap berfungsi optimal.

Dengan luas 80 hektare (ha) dan daerah tangkapan air sekitar 2.400 ha, Waduk Pluit berperan penting mempercepat aliran air menuju laut, sehingga genangan di sejumlah kawasan bisa segera surut.

“Kenapa air di Jakarta relatif cepat surut? Karena sekarang ini bisa dimonitor dan dikoordinasikan dengan lebih baik,” ujar Pramono dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (3/11/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat meninjau secara langsung kesiapan infrastruktur Waduk Pluit, Selasa (29/7/2025). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi banjir di wilayah prioritas Ibu Kota.

Dalam kunjungan itu, Pramono memeriksa kondisi pompa, ruang pengelolaan, serta sistem operasional waduk. Ia juga memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu. 

“Alhamdulillah, semuanya ter-maintenance dengan baik dan siap kalau kemudian ada apa-apa. Saya sampaikan kepada kepala dinas terkait untuk tetap ini dirawat, dijaga, supaya Jakarta tetap terkendalikan dengan baik,” ucap Pramono.

Terdapat tiga pompa besar dengan kapasitas total 39 meter kubik per detik (m³/s) yang beroperasi di Waduk Pluit. Ketiganya melayani wilayah strategis, termasuk kawasan VVIP seperti Istana Negara.

“Karena inilah sebenarnya wajah Jakarta itu, terutama untuk VVIP akan terdampak atau tidak kalau ada banjir. Sebenarnya monitornya ada di sini,” kata Pramono.

Hingga saat ini, Jakarta memiliki lebih dari 600 unit pompa yang tersebar di 202 titik dan dikendalikan secara terpusat. Pramono mengatakan, sebanyak 10 unit pompa di antaranya terus dioperasikan untuk menjaga aliran air tetap terkendali.

https://megapolitan.kompas.com/read/2025/11/03/16190051/gubernur-pramono-soroti-peran-strategis-waduk-pluit-kendalikan-banjir

Terkini Lainnya

Kronologi Maling Motor di Jaktim Gagal Beraksi, Diduga Panik Liat Bocah Naik Sepeda
Kronologi Maling Motor di Jaktim Gagal Beraksi, Diduga Panik Liat Bocah Naik Sepeda
Megapolitan
Wakil Wali Kota Bogor Bakal Kumpul Komunitas Sepeda Tertibkan Jalur Gowes
Wakil Wali Kota Bogor Bakal Kumpul Komunitas Sepeda Tertibkan Jalur Gowes
Megapolitan
Respons Keluhan Warga, Sudin SDA Jaksel Akan Cek Saluran Air di Samping Rel Kereta Bintaro
Respons Keluhan Warga, Sudin SDA Jaksel Akan Cek Saluran Air di Samping Rel Kereta Bintaro
Megapolitan
Gagal Gasak RX King, Maling Motor di Jaktim Kabur Usai Lihat Anak Kecil
Gagal Gasak RX King, Maling Motor di Jaktim Kabur Usai Lihat Anak Kecil
Megapolitan
Pemprov Jakarta Akan Setop Dana Bantuan untuk Sekolah Swasta Gratis jika Masih Pungut Biaya
Pemprov Jakarta Akan Setop Dana Bantuan untuk Sekolah Swasta Gratis jika Masih Pungut Biaya
Megapolitan
Warga Lintas Agama Bicara soal Toleransi di Jakarta: Sudah Tidak Ada Lagi Sekat
Warga Lintas Agama Bicara soal Toleransi di Jakarta: Sudah Tidak Ada Lagi Sekat
Megapolitan
Ada Aduan, Disdik Jakarta Larang Sekolah Swasta Gratis Pungut Biaya
Ada Aduan, Disdik Jakarta Larang Sekolah Swasta Gratis Pungut Biaya
Megapolitan
Saat Jenal Mutaqin Tegur Pengendara yang Parkir Liar: Saya Wakil Wali Kota Bogor...
Saat Jenal Mutaqin Tegur Pengendara yang Parkir Liar: Saya Wakil Wali Kota Bogor...
Megapolitan
Pemprov Jakarta Targetkan Setop Buang Sampah ke Bantargebang Mulai 2027
Pemprov Jakarta Targetkan Setop Buang Sampah ke Bantargebang Mulai 2027
Megapolitan
CFD Pertama di Rasuna Said Jaksel Libatkan 200 Petugas Kebersihan
CFD Pertama di Rasuna Said Jaksel Libatkan 200 Petugas Kebersihan
Megapolitan
Warga Jenuh Bintaro Banjir Terus, Minta Saluran Air Dikeruk dan Sampah Ditangani
Warga Jenuh Bintaro Banjir Terus, Minta Saluran Air Dikeruk dan Sampah Ditangani
Megapolitan
Tiga dari Enam PJU yang Dicuri di BKT Pulo Gebang Jaktim Kini Diganti Baru
Tiga dari Enam PJU yang Dicuri di BKT Pulo Gebang Jaktim Kini Diganti Baru
Megapolitan
Terungkap, Biang Kerok Rel KRL di Antara Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji Sering Banjir
Terungkap, Biang Kerok Rel KRL di Antara Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji Sering Banjir
Megapolitan
252 Siswa SD di Jaktim Diduga Keracunan MGB, Dinkes: SPPG Pulogebang Mulai Operasional 31 Maret
252 Siswa SD di Jaktim Diduga Keracunan MGB, Dinkes: SPPG Pulogebang Mulai Operasional 31 Maret
Megapolitan
Ini Penampakan Penggerebekan Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar, Puluhan Orang Dalam Ruangan
Ini Penampakan Penggerebekan Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar, Puluhan Orang Dalam Ruangan
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com