Salin Artikel

Sinergi PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagikan 270 Toren Air Gratis di Jakut

KOMPAS.com - Perusahaan Air Minum (PAM) JAYA bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta bersinergi membagikan 270 toren air gratis kepada warga Jakarta Utara (Jakut), Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara TP PKK DKI Jakarta dan Daya Wanita PAM JAYA tentang bantuan sosial kemasyarakatan bagi warga Jakarta.

Sebanyak 270 toren didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jakut, antara lain Dewa Ruci (43 toren), Kelapa Gading (25 toren), Muara Karang (111 toren), Sunter (41 toren), dan Yos Sudarso (50 toren). Kegiatan ini diisi dengan penyerahan simbolis bantuan serta peninjauan langsung ke rumah warga penerima manfaat.

Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan mengatakan, program pembagian toren air gratis merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses layanan air bersih.

Ia menegaskan bahwa seluruh masyarakat Jakarta berhak mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Pembagian toren air gratis ini merupakan solusi jangka pendek bagi warga di wilayah dengan tekanan air rendah. Kami terus berupaya meningkatkan cakupan layanan melalui pembangunan infrastruktur serta program sambungan baru gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria,” ujar Syahrul dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Menurutnya, program tersebut sangat berarti bagi masyarakat Jakarta. Pasalnya, masih banyak warga ibu kota yang membeli air dan tidak mempunyai tempat penampungan air.

Sepanjang 2026, PAM JAYA menargetkan distribusi 2.000 unit toren air gratis berkapasitas 300 liter secara bertahap di seluruh wilayah Jakarta.

Program tersebut menyasar rumah tangga sederhana, terutama pelanggan kategori 2A1 dan 2A2, dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi.

Tahap ketiga pelaksanaan program

Distribusi yang berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Angke Interaktif, Kecamatan Penjaringan, Jakut, merupakan tahap ketiga program pembagian toren air gratis yang dilaksanakan PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta.

Pada tahap pertama, sebanyak 100 toren telah dibagikan kepada warga di wilayah Padamulya, Angke, Jakarta Barat (Jakbar), pada Januari 2026.

Pada tahap kedua, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta membagikan 150 toren kepada warga Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakbar, pada Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, PAM JAYA menggandeng TP PKK DKI Jakarta karena dinilai memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya kalangan ibu sebagai pilar keluarga.

“Kolaborasi bersama TP PKK DKI Jakarta ini akan terus kami tingkatkan. Dengan adanya toren air ini, para ibu bisa memelihara keluarga dengan baik karena kebutuhan air tercukupi,” jelas Syahrul.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu penerima bantuan, Apsiah, mengaku toren air gratis yang diterimanya sangat bermanfaat karena selama ini tidak memiliki tempat penyimpanan air.

“Harga toren ini juga kalau beli mahal sekali. Alhamdulillah, saya dapat gratis. Sekarang kami bisa menyimpan air saat alirannya ada, jadi kebutuhan sehari-hari lebih terjamin,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta berharap dapat terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses air bersih di ibu kota.

Sebagai informasi, kegiatan pembagian toren air gratis di Jakut turut dihadiri Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono Anung, Ketua Daya Wanita PAM JAYA Lya Arief Nasrudin, serta TP PKK Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakut.

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/15/20362521/sinergi-pam-jaya-dan-tp-pkk-dki-jakarta-bagikan-270-toren-air-gratis-di

Terkini Lainnya

Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
Megapolitan
Kisah Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi 197 Negara di Dunia
Kisah Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi 197 Negara di Dunia
Megapolitan
Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?
Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?
Megapolitan
Tipu Ratusan Calon Pengantin Rp 18 Miliar, Ayu Puspita Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Tipu Ratusan Calon Pengantin Rp 18 Miliar, Ayu Puspita Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Megapolitan
Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Megapolitan
Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Tokoh Pramuka Tangerang Tewas di Tempat
Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Tokoh Pramuka Tangerang Tewas di Tempat
Megapolitan
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan WO
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan WO
Megapolitan
Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik
Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik
Megapolitan
Job Fair Kota Bogor 2026 Targetkan 5.000 Pencari Kerja, Antrean Diatur 500 Orang Per Jam
Job Fair Kota Bogor 2026 Targetkan 5.000 Pencari Kerja, Antrean Diatur 500 Orang Per Jam
Megapolitan
Job Fair Bogor 2026 Buka 3.212 Lowongan Kerja, Pelamar Bisa Datang On The Spot
Job Fair Bogor 2026 Buka 3.212 Lowongan Kerja, Pelamar Bisa Datang On The Spot
Megapolitan
Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja
Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja
Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pembacok Remaja di Bekasi, Satu Masih Buron
Polisi Tangkap Tiga Pembacok Remaja di Bekasi, Satu Masih Buron
Megapolitan
Dari Jalan Macet Jadi Ruang Rekreasi, Wajah Baru Rasuna Said Bikin Warga 'Happy'
Dari Jalan Macet Jadi Ruang Rekreasi, Wajah Baru Rasuna Said Bikin Warga "Happy"
Megapolitan
Sebut Pulau Sampah di Muara Angke Jakut Sudah Bersih, Pramono: Saya Minta Rutin Dibersihkan
Sebut Pulau Sampah di Muara Angke Jakut Sudah Bersih, Pramono: Saya Minta Rutin Dibersihkan
Megapolitan
Pramono Targetkan Konektivitas Transportasi Jakarta Naik Lewat Proyek Donat Dukuh Atas
Pramono Targetkan Konektivitas Transportasi Jakarta Naik Lewat Proyek Donat Dukuh Atas
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com