Salin Artikel

Apresiasi Ibu di Hari Kartini, PAM JAYA Bagikan Toren Air Gratis

KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Perusahaan Air Minum (PAM) JAYA bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta membagikan toren air gratis kepada para ibu di Jakarta Utara (Jakut), Senin (20/4/2026).

Sebanyak 100 toren air berkapasitas besar didistribusikan kepada warga di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran ibu dalam keluarga sekaligus upaya mendukung akses air bersih yang lebih aman dan stabil.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan, peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk menghargai peran penting perempuan, khususnya ibu, dalam kehidupan sehari-hari.

“Perjuangan seorang ibu itu luar biasa. Kami ingin para ibu merasa lebih tenang dan bahagia karena memiliki akses air bersih yang mencukupi. Pembagian toren ini merupakan bentuk penghargaan kami kepada mereka,” ujar Arief dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Kegiatan yang berlangsung di Mushala Baitul Muttaqin, Koja, Jakut, tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono Anung, Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta Dewi Rano Karno, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakut Fida Hendra, serta jajaran PAM JAYA dan TP PKK.

Dari total 100 toren yang disalurkan, sebanyak 51 unit diberikan kepada warga di wilayah Koja dan 49 unit lainnya untuk warga Kelapa Gading.

Arief menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PAM JAYA dalam memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat Jakarta.

Menurutnya, akses air tidak hanya berkaitan dengan jaringan perpipaan, tetapi juga bagaimana air dapat disimpan dan dimanfaatkan secara optimal di tingkat rumah tangga.

“Toren menjadi solusi jangka pendek bagi warga di wilayah dengan tekanan air rendah, sehingga kebutuhan air sehari-hari tetap terpenuhi,” jelasnya.

Program pembagian toren air gratis ini telah dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, PAM JAYA menyalurkan 100 toren kepada warga di Padamulya, Angke, Jakarta Barat (Jakbar) pada Januari 2026.

Selanjutnya, sebanyak 150 toren disalurkan di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakbar pada Februari 2026. Kemudian, pada tahap berikutnya, sebanyak 270 toren dibagikan di wilayah Angke, Jakut pada 16 April 2026.

Program itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan Daya Wanita PAM JAYA tentang bantuan sosial kemasyarakatan bagi warga Jakarta.

Sepanjang 2026, PAM JAYA menargetkan distribusi 2.000 unit toren air gratis berkapasitas 300 liter secara bertahap di seluruh wilayah Jakarta. Program ini menyasar rumah tangga sederhana, terutama pelanggan kategori 2A1 dan 2A2 dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi (m2).

Salah satu penerima manfaat, Lilis, mengaku terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

“Adanya toren ini sangat membantu kami. Saya terharu. Sekarang saya bisa merasa tenang karena dapat menyimpan air, sehingga kebutuhan sehari-hari lebih terjamin,” ujarnya.

Ke depan, PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta akan terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus mempercepat perluasan jaringan air perpipaan di seluruh wilayah ibu kota.

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/20/18490061/apresiasi-ibu-di-hari-kartini-pam-jaya-bagikan-toren-air-gratis-

Terkini Lainnya

Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
Megapolitan
Kisah Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi 197 Negara di Dunia
Kisah Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi 197 Negara di Dunia
Megapolitan
Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?
Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?
Megapolitan
Tipu Ratusan Calon Pengantin Rp 18 Miliar, Ayu Puspita Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Tipu Ratusan Calon Pengantin Rp 18 Miliar, Ayu Puspita Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Megapolitan
Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Megapolitan
Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Tokoh Pramuka Tangerang Tewas di Tempat
Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Tokoh Pramuka Tangerang Tewas di Tempat
Megapolitan
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan WO
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan WO
Megapolitan
Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik
Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik
Megapolitan
Job Fair Kota Bogor 2026 Targetkan 5.000 Pencari Kerja, Antrean Diatur 500 Orang Per Jam
Job Fair Kota Bogor 2026 Targetkan 5.000 Pencari Kerja, Antrean Diatur 500 Orang Per Jam
Megapolitan
Job Fair Bogor 2026 Buka 3.212 Lowongan Kerja, Pelamar Bisa Datang On The Spot
Job Fair Bogor 2026 Buka 3.212 Lowongan Kerja, Pelamar Bisa Datang On The Spot
Megapolitan
Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja
Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja
Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pembacok Remaja di Bekasi, Satu Masih Buron
Polisi Tangkap Tiga Pembacok Remaja di Bekasi, Satu Masih Buron
Megapolitan
Dari Jalan Macet Jadi Ruang Rekreasi, Wajah Baru Rasuna Said Bikin Warga 'Happy'
Dari Jalan Macet Jadi Ruang Rekreasi, Wajah Baru Rasuna Said Bikin Warga "Happy"
Megapolitan
Sebut Pulau Sampah di Muara Angke Jakut Sudah Bersih, Pramono: Saya Minta Rutin Dibersihkan
Sebut Pulau Sampah di Muara Angke Jakut Sudah Bersih, Pramono: Saya Minta Rutin Dibersihkan
Megapolitan
Pramono Targetkan Konektivitas Transportasi Jakarta Naik Lewat Proyek Donat Dukuh Atas
Pramono Targetkan Konektivitas Transportasi Jakarta Naik Lewat Proyek Donat Dukuh Atas
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com