Salin Artikel

Tak Lagi Krisis Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan IPA Portabel PAM JAYA

KOMPAS.com – Warga Rukun Tetangga (RT) 03 dan RT 10 Rukun Warga (RW) 08, Kelurahan Semanan, Jakarta Barat, kini tak lagi menghadapi kesulitan air bersih.

Setelah sempat terkendala keterbatasan suplai akibat jaringan perpipaan yang belum menjangkau kebutuhan kawasan tersebut, masyarakat kini dapat menikmati layanan air melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portabel milik Perusahaan Air Minum (PAM) JAYA.

Fasilitas tersebut diresmikan pada Rabu (29/4/2026) dan dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan dasar bagi masyarakat Jakarta.

IPA Portabel Semanan dihadirkan sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah yang belum terlayani optimal oleh jaringan eksisting. Sebelum pembangunan dilakukan, PAM JAYA lebih dulu melakukan kajian teknis terhadap kondisi kawasan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa permukiman tersebut belum memiliki suplai dari jaringan lain sehingga diperlukan tambahan instalasi pengolahan air guna memastikan ketersediaan air berkualitas secara berkelanjutan.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan, kehadiran fasilitas itu merupakan bentuk respons atas kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Yang kami lakukan hari ini berangkat dari kebutuhan warga. IPA portabel ini menjadi solusi adaptif untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air yang layak, terutama di wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan eksisting,” ujar Arief dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Manfaatkan dua sumber air baku

IPA Portabel Semanan memanfaatkan dua sumber air baku, yakni Anak Kali Semanan dan Waduk Aseni. Fasilitas tersebut terdiri dari dua unit IPA portabel dengan total kapasitas 4 liter per detik (l/s).

Kapasitas itu berasal dari relokasi unit IPA portabel eksisting dari Penjaringan sebesar 2 liter per detik serta tambahan 2 l/s dari unit baru yang dibangun pada 2025–2026.

Arief menambahkan, air hasil pengolahan telah memenuhi standar kualitas sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023 sehingga aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain untuk pelayanan reguler, fasilitas tersebut juga dapat difungsikan sebagai solusi strategis saat terjadi kondisi darurat atau krisis air di wilayah tertentu.

Dengan kapasitas yang tersedia, IPA Portabel Semanan berpotensi melayani sekitar 295 sambungan rumah di wilayah RW 08, khususnya RT 03 dan RT 10. Kehadiran fasilitas itu diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan PAM JAYA.

"Inisiatif tersebut menjadi solusi cepat dan tepat dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat," ucapnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menilai fasilitas itu sebagai contoh pentingnya kolaborasi dalam memastikan layanan publik dapat menjangkau seluruh warga secara merata.

PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/29/19130081/tak-lagi-krisis-air-warga-semanan-kini-nikmati-layanan-ipa-portabel-pam

Terkini Lainnya

Perjalanan Kasus Penipuan WO Ayu Puspita hingga Divonis 1,5 Tahun Penjara
Perjalanan Kasus Penipuan WO Ayu Puspita hingga Divonis 1,5 Tahun Penjara
Megapolitan
Kartu JakLingko Hitam, Warga Bisa Naik MRT hingga KRL Cuma Rp 10.000
Kartu JakLingko Hitam, Warga Bisa Naik MRT hingga KRL Cuma Rp 10.000
Megapolitan
Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
Megapolitan
Kisah Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi 197 Negara di Dunia
Kisah Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi 197 Negara di Dunia
Megapolitan
Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?
Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?
Megapolitan
Tipu Ratusan Calon Pengantin Rp 18 Miliar, Ayu Puspita Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Tipu Ratusan Calon Pengantin Rp 18 Miliar, Ayu Puspita Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Megapolitan
Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Megapolitan
Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Tokoh Pramuka Tangerang Tewas di Tempat
Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Tokoh Pramuka Tangerang Tewas di Tempat
Megapolitan
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan WO
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan WO
Megapolitan
Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik
Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik
Megapolitan
Job Fair Kota Bogor 2026 Targetkan 5.000 Pencari Kerja, Antrean Diatur 500 Orang Per Jam
Job Fair Kota Bogor 2026 Targetkan 5.000 Pencari Kerja, Antrean Diatur 500 Orang Per Jam
Megapolitan
Job Fair Bogor 2026 Buka 3.212 Lowongan Kerja, Pelamar Bisa Datang On The Spot
Job Fair Bogor 2026 Buka 3.212 Lowongan Kerja, Pelamar Bisa Datang On The Spot
Megapolitan
Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja
Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja
Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pembacok Remaja di Bekasi, Satu Masih Buron
Polisi Tangkap Tiga Pembacok Remaja di Bekasi, Satu Masih Buron
Megapolitan
Dari Jalan Macet Jadi Ruang Rekreasi, Wajah Baru Rasuna Said Bikin Warga 'Happy'
Dari Jalan Macet Jadi Ruang Rekreasi, Wajah Baru Rasuna Said Bikin Warga "Happy"
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com