Salin Artikel

KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat pendampingan bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur, dengan menyediakan layanan kesehatan lanjutan hingga trauma healing.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa perhatian utama perusahaan saat ini tertuju pada pemulihan kondisi pelanggan dan keluarga terdampak, baik secara fisik maupun psikologis.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh keluarga yang terdampak. KAI hadir untuk menyampaikan belasungkawa, mendengarkan kebutuhan keluarga, serta memastikan pendampingan berjalan dengan baik,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).

Bobby menegaskan, KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar proses penanganan berlangsung terarah, termasuk dalam pemenuhan layanan kesehatan dan dukungan psikologis.

Sebagai bentuk pendampingan, KAI membuka Posko Informasi Bekasi Timur untuk memfasilitasi pelanggan yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Melalui posko tersebut, petugas membantu proses pendataan dan verifikasi berdasarkan alat pembayaran yang memuat data perjalanan, seperti Kartu Multi Trip (KMT) atau uang elektronik, identitas pelanggan, serta dokumen medis pendukung.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan untuk memastikan pendampingan tepat sasaran.

“Setelah data terverifikasi, petugas akan mengarahkan pelanggan ke fasilitas kesehatan sesuai rekomendasi Unit Kesehatan KAI, sekaligus membantu proses pendaftaran di rumah sakit rujukan,” ucapnya.

Selain itu, KAI juga menyiapkan mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang telah mengeluarkan biaya pengobatan secara mandiri.

Dokumen yang diperlukan meliputi alat pembayaran, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.

“Proses klaim membutuhkan waktu paling lambat 21 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap. Pelanggan selanjutnya akan dihubungi oleh pihak terkait bersama KAI,” kata Anne.

Tak hanya layanan medis, KAI juga menyediakan layanan trauma healing bagi pelanggan yang membutuhkan. Pengajuan dapat dilakukan melalui posko informasi maupun call center 0812-9660-5747.

Untuk tahap awal, asesmen dapat dilakukan melalui telemedicine, sementara pendampingan trauma healing bagi keluarga pelanggan yang meninggal dunia dilakukan secara langsung oleh KAI.

“Kami memahami bahwa pemulihan tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga psikologis. Layanan trauma healing disiapkan agar proses pendampingan berjalan lebih tenang dan terarah,” tutup Anne.

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/30/17170021/kai-dampingi-korban-insiden-bekasi-timur-sediakan-layanan-kesehatan

Terkini Lainnya

Demo Kenaikan Harga BBM di Cikini Bubar Rabu Malam, HMI Siapkan Aksi Lanjutan Kamis Sore
Demo Kenaikan Harga BBM di Cikini Bubar Rabu Malam, HMI Siapkan Aksi Lanjutan Kamis Sore
Megapolitan
Mimpi Edi dkk: Kerja di Luar Negeri, lalu Pulang untuk Buka Lapangan Pekerjaan
Mimpi Edi dkk: Kerja di Luar Negeri, lalu Pulang untuk Buka Lapangan Pekerjaan
Megapolitan
Demo Kenaikan Harga Pertamax di Cikini Jakpus Rabu Malam, Api Berkobar hingga Macet
Demo Kenaikan Harga Pertamax di Cikini Jakpus Rabu Malam, Api Berkobar hingga Macet
Megapolitan
SMAN 1 Kota Bekasi Diserbu Pendaftar Usai Jadi Sekolah Maung, Bakal Adaptasi Kurikulum Cambridge
SMAN 1 Kota Bekasi Diserbu Pendaftar Usai Jadi Sekolah Maung, Bakal Adaptasi Kurikulum Cambridge
Megapolitan
Berdamai dengan Usia: Kisah Andreas Temukan Ketenangan Masa Tua di Rumah Lansia
Berdamai dengan Usia: Kisah Andreas Temukan Ketenangan Masa Tua di Rumah Lansia
Megapolitan
Celah Kejahatan di Balik Usaha Duplikat Kunci Tanpa Verifikasi
Celah Kejahatan di Balik Usaha Duplikat Kunci Tanpa Verifikasi
Megapolitan
Ojol Kecelakaan Saat Lewat Genangan 'Abadi' di Jaksel, HP Hancur Sampai Tak Bisa Kerja
Ojol Kecelakaan Saat Lewat Genangan "Abadi" di Jaksel, HP Hancur Sampai Tak Bisa Kerja
Megapolitan
Bocah 6 Tahun Di-bully 2 Remaja di Senen Jakpus, Disetrum ke Tiang Listrik hingga Kejang
Bocah 6 Tahun Di-bully 2 Remaja di Senen Jakpus, Disetrum ke Tiang Listrik hingga Kejang
Megapolitan
Diterpa Lonjakan Harga Kedelai, Pabrik Tahu Rumahan di Jakut Tetap Raup Rp 120 Juta per Bulan
Diterpa Lonjakan Harga Kedelai, Pabrik Tahu Rumahan di Jakut Tetap Raup Rp 120 Juta per Bulan
Megapolitan
Amnesty Sebut Vonis Penyiram Air Keras Andrie Yunus 'Pelecehan', Singgung Bukti yang Mau Dimusnahkan
Amnesty Sebut Vonis Penyiram Air Keras Andrie Yunus "Pelecehan", Singgung Bukti yang Mau Dimusnahkan
Megapolitan
Usai Pertamax Naik, Warga Terancam Hadapi Kenaikan Harga Barang
Usai Pertamax Naik, Warga Terancam Hadapi Kenaikan Harga Barang
Megapolitan
Potret Pabrik Tahu Rumahan Jakarta, Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Kedelai
Potret Pabrik Tahu Rumahan Jakarta, Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Kedelai
Megapolitan
Dari Trotoar Jalanan, Tukang Duplikat Kunci di Ragunan Raup Rp 9 Juta per Bulan
Dari Trotoar Jalanan, Tukang Duplikat Kunci di Ragunan Raup Rp 9 Juta per Bulan
Megapolitan
Belanja Diskon di 104 Mal Dimulai, Jakarta Bidik Transaksi Rp 16 Triliun
Belanja Diskon di 104 Mal Dimulai, Jakarta Bidik Transaksi Rp 16 Triliun
Megapolitan
Genangan 'Abadi' di Pesanggrahan Jaksel, Bertahun-tahun Banjir meski Tak Hujan
Genangan "Abadi" di Pesanggrahan Jaksel, Bertahun-tahun Banjir meski Tak Hujan
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com