"Pameran Senjata" di PN Jaksel

Kompas.com - 21/01/2008, 15:44 WIB
Editor

JAKARTA, SENIN-Sidang perkara terorisme dengan terdakwa Abu Dujana alias Ainul Bahri di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (21/1), menjadi "ajang pamer" senjata. Empat senjata api jenis tempur M-16 dan pistol revolver dengan ratusan peluru aktif di bawa ke ruang sidang.
 
Saat saksi Mahfud Komari alias Ayas yang dipercaya Dujana menjadi ketua perlengkapan Syariah atau sayap militer Kelompok Al Jamaah Al Islamiah (KJI) dihadirkan, keempat senjata tersebut ditunjukkan ke hakim.
 
Keempat senjata yakni M-16 sebanyak dua unit dan dua revolver serta 400 peluru aktif untuk M-16 dan sekitar 100 peluru kaliber 9 mm untuk revolver dimasukkan dalam kotak plastik besar dengan tutup warna hijau.
 
Ayas mengakui, semua senjata tersebut adalah senjata milik Syariah yang ia simpan. Awalnya,senjata dan peluru disimpan di rumah Sikas di kawasan Sukoharjo,Jateng. Namun atas perintah Dujana selaku Ketua Syariah, senjata dipindahkan ke Yogyakarta untuk disimpan di rumah Suparjo alias Sarwo Edi.
 
Suparjo alias Sarwo Edi yang dihadirkan terpisah, mengakui kalau senjata-senjata itulah yang diserahkan Ayas ke dirinya di Ring Road Yogyakarta. "Benar,senjata itu diserahkan ke saya," jelas Sarwo Edi.
 
Untuk M-16, waktu itu dimasukkan dalam tas raket tenis. Sedangkan pistol dan peluru,dimasukkan dalam tas punggung. Setelah penyerahan senjata di kawasan ring road Yogyakarta, mereka dibekuk aparat kepolisian pada Maret 2007.
 
Sebelum tertangkap, Ayas mengaku atas perintah Dujana untuk mengirim bahan peledak berupa potasium ke Kholis dan Roni di Surabaya.Jumlah total potasium yang dikirim sebanyak 50 karung.
 
Dalam persidangan, juga dihadirkan Nasir Abas. Nasir mengaku mengenal Dujana saat di Afhganistan pada tahun 1993. Tahun 1997,Nasir dan Dujana sama-sama menjadi pelatih di camp hudaibiyah untuk melatih kader KJI. Dujana juga pernah mengirim uang ke Nasir Abas untuk biaya opersionalisasi pelatihan kader KJI di Filipina. (Persda Network/Yuli Sulistyawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.