Masih Ada yang Bandel Masuk Jalur Transjakarta

Kompas.com - 10/03/2008, 20:32 WIB
Editor

JAKARTA, SENIN - Pemberlakuan sterilisasi jalur Transjakarta dari kendaraan pribadi maupun umum yang dimulai hari ini, Senin (10/3) di seluruh koridor jalur khusus bus  ternyata belum sepenuhnya berhasil.

Dari dua jalur yang dipantau oleh Kompas.com pada pukul 16.00 hingga 18.00 pada hari Senin, masih ada beberapa kendaraan yang bandel meski setiap ruas dan koridor dijaga ketat oleh aparat polisi dan satgas. Kendaraan-kendaraan tersebut lihai mencari kesempatan untuk memanfaatkan jalur busway yang kosong melompong pada jam-jam padat lalu lintas.

Menurut salah seorang sopir bus Transjakarta, Hilmi, koridor yang sering dilaluinya ini adalah koridor yang paling steril. Koridor yang paling berantakan karena jalurnya sering dipakai banyak kendaraan adalah koridor 6, Dukuh Atas-Ragunan-Halimun serta koridor 4, Dukuh Atas-Pulo Gadung.

“Kalau koridor 1 tuh yang paling steril setahu saya. Biasanya yang sering tuh yang dari Ragunan-Dukuh Atas dan Pulo Gadung-Dukuh Atas, apalagi kalau sudah jam pulang kantor. Kalau di sini, ada yang pakai jalur busway biasanya kalau ada pertandingan bola di Senayan aja. Suporter tuh pasti masuk jalur busway. Kalau dilarang malah ngerusak bis,” ujarnya.

Ucapan Hilmi patutnya benar. Sepanjang jalur khusus bus dari Blok-M hingga Bundaran HI di jam pengamatan Kompas.com, tidak ada satupun kendaraan yang masuk ke jalur khusus bus.

Namun, lain halnya dengan koridor 6. Dari halte Dukuh Atas hingga halte Imigrasi, jalurnya steril. Kondisi ini dipuji oleh Titi, seorang wanita penumpang bus koridor 6. “Emang harus begini kan. Kalau tidak ditertibkan begini kan jalurnya jadi mampet. Jadi sama aja, naik busway atau nggak. Kalau ditertibkan begini kan jadi keliatan jelas manfaat busway, bahan nanti bisa bikin orang berpikir untuk tinggalkan kendaraan pribadi dan menggunakan busway,” ujarnya.

Sementara itu, dari halte Warung Jati hingga Buncit Indah, beberapa sepeda motor berusaha masuk ke jalur khusus bus yang kosong melalui lubang kecil di separator karena jalur reguler macet total. Pemandangan yang sama juga terlihat di jalur balik Ragunan-Dukuh Atas, tepatnya di jalur antara halte Latuharhary dan halte Halimun. Dua kendaran umum masuk ke jalur khusus bus dengan leluasa.

Hafidz, yang baru enam bulan bekerja sebagai sopir bus Transjakarta koridor 6, hanya bisa diam. Dia pun tak berniat untuk mengklakson kendaraan-kendaraan umum yang antre di depannya dan hanya bisa mengeluh.

“Di sini emang paling parah. Udah disterilin aja masih begini. Tadi pagi ada yang bandel, langsung dikejar ama polisi. Ini karena nggak ada polisi aja,” katanya. (C2-08)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.