Perburuan Liar Ancam Macan Tutul di Ujung Kulon - Kompas.com

Perburuan Liar Ancam Macan Tutul di Ujung Kulon

Kompas.com - 06/05/2008, 21:11 WIB

PANDEGLANG, SELASA - Macan tutul (Phantera pardus) yang termasuk binatang buas di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten, terancam punah akibat perburuan yang dilakukan warga setempat.

"Saat ini jumlah macan tutul hanya 200 ekor, padahal tahun lalu mencapai 700 ekor," kata Humas Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Enjat Sudrajat, Senin (5/5). Menurut dia, menyusutnya populasi macan tutul itu akibat adanya perburuan yang dilakukan warga sekitar TNUK. Hasil perburuan mereka dijual ke Jakarta berupa kulit atau taring dengan harga Rp7 juta sampai Rp8 juta.

Belum lama ini, ujar dia, aparat kepolisian mengamankan dua pelaku perburuan macan tutul beserta barang bukti berupa kulit dan taring. Bahkan, salah satu pelaku Udin (35) warga Desa Cibadak, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, diamankan beserta barang bukti berupa hasil perburuan berupa kulit macan tutul yang sudah dikeringkan.

"Kulit macan tutul itu rencana mau dijual ke Jakarta dengan harga Rp7 juta/lembar juga senjata api rakitan berikut amunisinya oleh Polres Pandeglang," katanya. Selain itu, ujar dia, perburuan satwa langka itu bukan hanya macan tutul saja, melainkan bintang lain seperti burung, banteng, badak, penyu, dan ikan.

Ia mengatakan, untuk mencegah terjadi perburuan hewan langka yang dilindungi pemerintah maka pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi terhadap warga yang tinggal di sekitar TNUK. Akan tetapi, hingga saat ini warga setempat tetap belum menyadari pentingnya satwa langka itu yang harus dilindungi supaya jangan punah, katanya.

"Kalau satwa langka itu punah, tentu yang rugi anak cucu kita," kata dia. Lebih lanjut ia mengatakan, macan tutul meskipun berukuran lebih kecil dari harimau Sumatera namun binatang itu sangat buas juga tampak kokoh.

Adapun ciri-ciri macan tutul itu, lanjut dia, tubuhnya tertutup mantel rambut pendek tebal berwarna dasar kuning kecoklatan dengan pola totol hitam yang berbentuk seperti bunga.

"Biasanya, satwa ini menyerang mangsa dari persembunyiannya di atas pohon dan mematikan mangsanya dengan cara menggigit pada leher dan mendorongnya hingga roboh," kata Enjat Sudrajat.


Editor

Terkini Lainnya

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional
Amien Rais Sebut Elektabilitas Jokowi Turun, Ini Kata Golkar

Amien Rais Sebut Elektabilitas Jokowi Turun, Ini Kata Golkar

Nasional
Hujan Deras Beberapa Jam, Cianjur Selatan Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Hujan Deras Beberapa Jam, Cianjur Selatan Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Regional

Close Ads X