Antisipasi Pemadaman, Genset Laku Keras

Kompas.com - 10/07/2008, 15:30 WIB

JAKARTA, KAMIS - Ternyata tidak semua lapisan masyarakat merugi akibat rencana pemadaman listrik bergilir oleh Perusahan Listrik Negara di Jakarta. Sebagian besar pedagang genset di Glodok justru menuai keuntungan dari rencana pemadaman listrik bergilir ini. Pasalnya, penjualan genset justru melonjak hingga 1.000 persen sejak Selasa (8/7) lalu.

Manager Toko Angkasa Teknik Ridwan Afandi Tandoko mengatakan, puncak penjualan genset terjadi Rabu (9/7) kemarin. Tokonya berhasil menjual 30 genset dalam sehari. "Padahal biasanya hanya 2-3 genset per hari. Puncaknya sih kemarin, kami bisa menjual sampai 30 genset. Hari ini sudah 20 genset yang terjual," ujarnya kepada Kompas.com saat ditemui di tokonya, Kamis.

Namun, lanjutnya, para pedagang tidak melakukan aji mumpung dengan menaikkan harga pembangkit listrik mini tersebut meski terdapat lonjakan permintaan. Saat ini harga genset 2.000 watt berkisar Rp 2 juta-Rp 5 juta per unit. Sementara, harga genset 5.000 watt masih Rp 4 juta-Rp 13 juta. "Kalau merek China sih murah, cuma Rp 2 juta untuk yang 2.000 watt dan Rp 4 juta untuk 5.000 watt. Merek Jepang, seperti Honda dan Yamaha, Rp 5 juta per unit untuk 2.000 watt, yang 5.000 watt Rp 13 juta. Tapi kualitas dijamin untuk yang merek Jepang. Kalau yang beli kebanyakan untuk keluarga (rumah)," jelasnya.

Ridwan mengatakan, persediaan genset di tokonya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, meski jumlahnya semakin menipis. Dia memperkirakan, penjualan akan semakin bertambah jika PLN benar-benar mematikan listrik pada esok hari. Agustin, pegawai Toko Agung Jaya Technical Supply, juga mengatakan hal yang sama.


Menurutnya, saat ini penjualan di tokonya meningkat hingga 400 persen per hari. Meski secara keseluruhan penjualan pada tahun ini cenderung menurun dibandingkan dengan penjualan tahun lalu. "Peningkatannya relatif kecil. Kalau biasanya cuma satu genset per hari, sekarang bisa jual 4 unit. Ya, semakin hari semakin susah memang. Oleh karena itu, saya tidak berani jual merek Jepang. Mahal. Orang jarang yang beli. Sesuaikan dengan daya beli masyarakat sajalah," kata Agustin.

Dia menjelaskan genset merek ATS 2.000 watt dijual mulai dari Rp 2 juta, sementara ukuran 5.000 watt untuk merek yang sama dijual mulai Rp 5 juta.

Marco L (54), pembeli genset di pusat perbelanjaan Glodok, mengaku lebih memilih mengeluarkan uang untuk genset daripada harus menggerutu dalam kegelapan. "Pemadamannya kan agak lama ya. Frekuensinya juga lumayan. Soalnya, sekarang saja saya sudah kena pemadaman mulu. Jadi mending beli deh ketimbang gelap-gelapan," tutur warga Palmerah Barat itu.

Rencananya, PLN akan memulai pemadaman bergilir di Jakarta mulai 11-17 Juli mendatang.



Editor

Terkini Lainnya

Masyarakat Bagikan Bunga kepada TNI-Polri di Sudirman-Thamrin

Masyarakat Bagikan Bunga kepada TNI-Polri di Sudirman-Thamrin

Megapolitan
Jalan Depan Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Jalan Depan Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Megapolitan
Menkes Imbau Sopir Kendaraan Angkutan Lebaran Berisitirahat Tiap 4 Jam

Menkes Imbau Sopir Kendaraan Angkutan Lebaran Berisitirahat Tiap 4 Jam

Megapolitan
150.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Trans Jawa Setiap Hari Saat Musim Mudik

150.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Trans Jawa Setiap Hari Saat Musim Mudik

Megapolitan
Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Ada 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

Sandiaga Sebut Ada 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

Megapolitan
Pemudik Menggunakan Kereta Api Diprediksi Meningkat 3,9 Persen

Pemudik Menggunakan Kereta Api Diprediksi Meningkat 3,9 Persen

Megapolitan
Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid...

Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid...

Megapolitan
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
BNN Gagalkan Pengiriman 35 Kg Sabu Berkedok Truk Sayur Kol

BNN Gagalkan Pengiriman 35 Kg Sabu Berkedok Truk Sayur Kol

Megapolitan
Sandiaga: Jadi Wakil Presiden atau Tidak, OK OCE Tetap Berjalan...

Sandiaga: Jadi Wakil Presiden atau Tidak, OK OCE Tetap Berjalan...

Megapolitan
Duduk Berbaris di Aspal, Brimob Buka Puasa Bareng TNI hingga Penyandang Disabilitas di Bawaslu

Duduk Berbaris di Aspal, Brimob Buka Puasa Bareng TNI hingga Penyandang Disabilitas di Bawaslu

Megapolitan

Close Ads X