Tambah Fasilitas, Ancol Anggarkan Rp 300 Miliar

Kompas.com - 20/01/2009, 11:28 WIB
Editor

JAKARTA, SELASA — Bisa dibilang pertumbuhan industri hiburan di Indonesia sangat pesat. Hampir setiap bulan ada pergelaran hiburan, baik skala kecil maupun besar, di berbagai tempat. Sepertinya, kebutuhan terhadap hiburan di kota besar sudah menjadi kebutuhan primer.

Hal ini yang ditangkap sebagai peluang besar oleh PT Jaya Ancol selaku pengembang Taman Impian Jaya Ancol. Untuk meningkatkan fasilitas hiburan yang dimilikinya, Ancol menggelontorkan dana Rp 300 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membuat kawasan ekonomi kreatif di Jakarta Utara pada 2009.

Dengan dana itu pula, Ancol berupaya menggairahkan kembali kawasan hiburan yang dimiliki, termasuk membangun beberapa kawasan baru. "Kami akan menggabungkan konsep wisata kuliner dalam kemasan acara musik, bazar hingga pertunjukan seni," kata Direktur Utama Jaya Ancol Budi Karya Sumadi, Selasa 20/1 di Jakarta.

Ada tiga tempat yang bakal dihidupkan kembali di Ancol dengan model baru. Pertama, Dunia Fantasi (Dufan). Kedua adalah pengembangan pasar seni. Ketiga adalah membuat program pasar minggu di Ancol. Khusus untuk program yang ketiga, tujuannya tak lain untuk menghidupkan kawasan Ancol di pagi hari yang selama ini sepi kunjungan.

Selain ketiga program di atas, mereka juga bakal mengembangkan dua kawasan baru untuk hiburan. Yaitu membangun pasar apung di Ancol Timur dan membangun stadion musik berkapasitas 5.000 orang. Dengan adanya program itu, Budi menargetkan tingkat kunjungan ke Ancol bisa meningkat sekitar 20 persen. Apalagi ketiga program menggairahkan kawasan Ancol bakal berjalan di kuartal kedua 2009. "Dari target itu kami menargetkan laba bersih 2009 sekitar Rp 149 miliar. Tentu saja ini meningkat 15 persen bila dibandingkan dengan 2008 yang cuma sekitar Rp 130 miliar," ujarnya. (Kontan)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X