5 Alasan Perlunya Renovasi Kamar Mandi

Kompas.com - 19/05/2009, 14:07 WIB
Editor

KOMPAS.com - "Status" kamar mandi kini bukan lagi sekadar "kamar kecil" atau "belakang" sehingga membuat banyak keluarga rela mengeluarkan uang ekstra untuk memermaknya.

Kamar mandi adalah salah satu ruangan di dalam rumah yang paling memerlukan perhatian karena boleh jadi letaknya tidak lagi di belakang rumah dan menjadi "indikator" untuk mengukur seberapa jorok atau seberapa bersih si pemilik rumah. Aktivitas di sana yang bersinggungan dengan urusan berbasah-basah juga membuatnya perlu melakukan perawatan dengan cermat.

Karenanya, kamar mandi bisa jadi sudah berganti-ganti wajah berkali-kali sedangkan ruangan atau bagian rumah yang lain masih bertahan seperti pada saat rumah dibangun pertama kali. Lalu, alasan lain apa yang membuat orang merasa perlu atau mempertimbangkan untuk mempercantik area ini?

Kenangan masa lalu sering menjadi inspirasi atau pertimbangan orang untuk mendesain atau merenovasi kamar mandi yang mereka miliki. Orang rela menghabiskan puluhan juta hanya untuk mengejar "masa lalu". Unsur emosional berbicara, bahkan hanya untuk urusan sebuah kamar mandi.

Abdurrahman Wahid, mantan presiden, punya cerita tentang kebiasaan mandi almarhum Pak Harto. Menurut Gus Dur, panggilan akrab Abdurrahman Wahid, Pak Harto lebih suka mandi dengan gayung daripada berendam, karena mandi dengan gayung mengingatkan Pak Harto ketika mandi menggunakan perangkat yang sama di masa kanak-kanaknya. Sementara, kamar mandi di rumah aktor kondang Roy Marten dipancang mirip dengan kamar mandinya sewaktu masih tinggal di kota kelahirannya Salatiga.

Selain pertimbangan emosional, pertimbangan rasional juga menjadi alasan. Orang mungkin justru ingin mengubur masa lalunya dan memilih sesuatu yang lebih praktis, lebih simpel. Atau lebih kontemporer dan lebih modern. Bisa juga pertimbangannya karena mengingankan suasana maskulin atau sebaliknya, feminin.

Berikut ini lima alasan rasional dan emosional mengapa orang merasa perlu merenovasi kamar mandi

1.  Mengganti elemen yang sudah mulai rusak atau tak berfungsi.
Inilah alasan rasional mengapa orang merenovasi kamar mandi. Kusen kayu yang lapuk karena sering tersiram air, kloset yang sudah kusam dan pelampungnya rusak, cat dinding yang mulai memudar karena udara lembap dalam kamar mandi, bak penampung air yang bocor, lantai kamar mandi yang mulai licin dan kusam atau rembes, adalah beberapa contoh mengapa kemudian renovasi kamar mandi dipandang sebagai keharusan dan mendesak dilakukan.

2. Ingin berganti model.
Kamar mandi dibuat berbarengan dengan umur rumah yang sudah puluhan tahun. Saat baru, model kamar mandi mungkin lagi ngetren dan disukai. Namun setelah tahun berganti tahun, ternyata model kamar mandi dengan bak mandi besar misalnya, sudah ketinggalan zaman. Kamar mandi dengan saluran air panas boleh jadi merupakan kebutuhan. Model kamar mandi dengan bathtub bisa jadi dibutuhkan ketimbang bak atau shower. Bisa juga sebaliknya di mana orang lebih memilih shower daripada bathtub atau bak karena alasan ingin berpartisipasi dalarn gerakan hemat air.

3.  lngin mendapatkan suasana dan tampilan yang berbeda.
Kamar mandi yang gelap dengan dinding keramik berukuran 20x20 atau bahkan lebih jadul 10x10 pasti mengesankan kamar mandi yang tua. Apalagi bila motif atau warnanya juga sudah mulai ketinggalan. Mengganti dinding kamar mandi dari warna terang ke gelap atau sebaliknya, atau mengganti motif dari kembang-kembang menjadi polos, atau mengganti kamar mandi yang dindingnya bergambar kartun anak-anak, akan membuat tampilan dan suasana dalam kamar mandi berubah total. Suasana yang baru atau berbeda juga bisa didapatkan dari perubahan aksesorisnya, pencahayaan, serta hiasan-hiasan dalam kamar mandi. 

4. Ingin merasa lebih lega atau justru lebih ringkas.
Ukuran atau luasan bisa punya buntut yang panjang. Ada yang merasa kamar mandi terlalu sempit sehingga harus diperluas, meski hanya menggeser salah satu sisi dinding beberapa puluh senti. Yang lain lagi justru merasa kamar mandi terlalu Iuas bak kamar tidur, sehingga kelihatan sia-sia. Memang, kamar mandi yang paling enak adalah yang "pas".

5. Ingin menambahkan fungsi.
Belakangan, kamar mandi tak semata-mats hanya untuk bersih-bersih badan atau membuang hajat. Bersih-bersih jiwa juga bisa dilakukan di kamar mandi, misalnya dengan mandi sambil mendengarkan musik atau membaca. Di sini, kamar mandi lalu dimaknai bukan lagi semata-mats 'kamar kecil" atau "ruang belakang". Fungsi lainnya yang bisa disatukan dengan kamar mandi adalah sebagai ruang simpan (dengan sistem walk-in closet), atau bahkan ruang terapi (misainya dengan memasang batu-batuan di dalam kamar mandi untuk pijat refleksi kaki). (Tabloid Rumah)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X