Ciptakan Butik Pribadi di Kamar Tidur

Kompas.com - 26/05/2009, 17:40 WIB
Editor

KOMPAS.com - Ciptakan "butik pribadi" untuk menampung koleksi pakaian, tas, dan aksesoris yang menumpuk. Butik tersebut berupa Walk In Closet.

Koleksi pakaian, tas, sepatu, atau aksesori bisa jati terus bertambah. Akibatnya, lemari pakaian berukuran besar pun tak memadai lagi untuk menyimpan. Jika sudah begini, siapkan solusi penyimpanan baru. Walk in closet mungkin jadi solusi.

Sebuah ruangan, besar atau kecil yang  berfungsi menampung berbagai kebutuhan sandang merupakan definisi sederhana dari walk in closet. Di dalamnya, berbagai pakaian, sepatu, dan aksesori disusun rapi pada rak-rak. Kebedaraannya bisa disejajarkan dengan sebuah butik mini.

Walk in closet identik dengan gaya hidup mewah. Pasalnya, untuk membuatnya dibutuhkan area khusus. Sehingga ukuran ruang yang dibutuhkan pun relatif  luas. Untuk rumah-rumah berukuran sedang dan kecil, penyediaan lahan ekstra tentu sulit dilakukan.


Pada rumah berukuran besar (lebih dari 300m²), walk in closet bisa dibuat dalam satu ruangan khusus di samping kamar. Ya, walk in closet identik dengan sebuah ruang penyimpan pakaian yang merupakan "perpanjangan" dari kamar tidur. Walk in closet biasanya terhubung dengan kamar tidur, kamar mandi, bahkan ruang kerja.

Bagaimana dengan rumah berukuran sedang, di bawah 300m²? Untuk rumah demikian, bukan mustahil membuat walk in closet. Asal diperhatikan penempatan dan ukuran walk in closet yang akan dibuat.

Tak perlu dibuat ruangan tersendiri, walk in closet juga bisa digabungkan dengan kamar tidur. Sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan. Buat lemari dan rak-rak di dalamnya fungsional. Manfaatkan lahan sekecil apapun. Jika mungkin, buat lemari setinggi plafon.

Agar keberadaannya tidak membuat kamar tidur terasa sempit, buat dengan dinding kaca transparan. Dengan demikian pembatas ruangan terasa lebih soft. Buat penataan yang rapi di dalam walk in closet. Sehingga "butik pribadi" Anda tidak sumpek dan berantakan.

Satu hal yang perlu diingat, membuat apapun di dalam rumah, selalu sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memang tidak diperlukan, tak perlu membuat walk in closet. Manfaatkan saja lahan yang ada untuk kebutuhan yang lebih penting. (Annisa/iDEA)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Megapolitan
Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Megapolitan
Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Megapolitan
Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Megapolitan
Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X