Pedagang Inginkan Pasar Pramuka Segera Diremajakan

Kompas.com - 27/05/2009, 18:32 WIB
Editor

Jakarta, Kompas.com - Para pedagang Pasar Pramuka, Jakarta Timur, mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan peremajaan pasar tersebut. Semestinya pasar yang diresmikan Gubernur Ali Sadikin pada 1972 ini sudah diremajakan," kata Revaldi, Sekretaris Himpunan Pedagang Farmasi (HPF) Pasar Pramuka, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, banyak infrastruktur di pasar itu yang kondisinya tidak bagus lagi seperti ubin, rolling door, dan instalasi listrik. Revaldi mengungkapkan, sewaktu memperpanjang ijin Hak Guna Usaha (HGU) pada 2004, para pedagang dijanjikan akan ada peremajaan pasar oleh  pihak Perusahan Daerah (PD) Pasar Jaya, sebagai pengelola pasar.

Untuk menempati satu kios di lantai I, menurut Revaldi, pedagang obat membayar Rp 55 juta dan lantai II Rp 44 juta. Pedagang asal Sumatera Barat itu mengaku tidak mengerti mengapa  hingga saat ini belum dilakukan peremajaan. "Kami rakyat kecil memang serba sulit," katanya.

Pendapat senada juga diungkapkan Ketua Persatuan Pedagang Burung Pasar Pramuka H Heru Sukrisno. Menurut dia, pedagang burung juga mengharapkan peremajaan Pasar Pramuka  dipercepat. "Melihat kondisi kios-kios burung di sini, termasuk jaringan listriknya, memang sudah pantas diremajakan," kata pemilik Usaha Dagang (UD) Persojo itu.

Meksi setuju peremajaan pasar, namun pedagang pasar burung, kata Revaldi, tidak setuju direlokasi (dipindahkan) ke Cibubur. "Kalau peremajaan kami setuju, namun relokasi akan kami tolak," katanya. Dia mengatakan para pedagang burung telah menempati Pasar Pramuka sejak 1975, dengan izin HGU selama 35 tahun. "Kami berharap pada tahun 2010, ijin kami diperpanjang," katanya.

Pihak  PD Pasar Jaya yang mengelola 151 pasar tradisional beberapa waktu lalu merencanakan akan melakukan peremajaan 55 unit bangunan pasar yang sudah berusia 25 tahun. Pasar Pramuka dikenal sebagai pasar dengan jumlah pedagang obat dan burung terbesar di Jakarta. Jumlah kios obat di pasar ini sebanyak 403, sedangkan kios burung sekitar 250.

Meski diresmikan pada 1972 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, pasar ini baru dibuka resmi Presiden Soeharto,  29 Agustus 1981. Pemprov DKI Jakarta pada 2007 berencana memindahkan semua pasar burung dan unggas, termasuk Pasar Burung Pramuka, ke kawasan Cibubur. Pemindahan itu terkait dengan pelarangan keberadaan lima jenis unggas, yaitu ayam, mentok, angsa, burung dara, dan burung puyuh di kawasan pemukiman, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus H5NI (flu burung).
 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Megapolitan
Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Megapolitan
Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

Megapolitan
Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Megapolitan
Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Megapolitan
Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X