Hore... Gaji dan Tunjangan Prita Tetap Utuh

Kompas.com - 15/06/2009, 10:01 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait kasus dengan RS Omni International Alam Sutera Tengerang, Prita Mulyasari tidak masuk kantor selama 32 hari. Namun, semua haknya sebagai karyawan, gaji, dan tunjangan jabatan dipastikan tetap diterima secara utuh oleh Prita.

Hal itu juga berlaku di saat Prita kembali menjalani persidangan. Prita menjabat Kepala Divisi Customer Care yang berkantor di Kantor Kas Pluit II Apartemen Riverside Lantai 20, Jakarta Utara.

Kabar baik itu datang dari Dani, Direktur Kredit dan Marketing Bank Sinarmas. “Gaji plus tunjangan jabatan tetap utuh diterima. Sekalipun nanti menjalani persidangan, hak-haknya juga tetap,” kata Dani yang ditemui di sela-sela syukuran Prita bekerja kembali di depan Kantor Kas Pluit II Apartemen Riverside Lantai G.

Menurut Dani, kebijakan ini wajar diberlakukan kepada Prita karena dia tidak bekerja bukan lantaran diskors. “Prita itu kena musibah,” ungkapnya singkat.

Lebih lanjut, ia mengharapkan bahwa kasus ini memberikan berkah bagi Prita sendiri. Dalam pekerjaannya, tambah Dani, Prita bertanggung jawab untuk menangani keluhan para nasabah Bank Sinarmas di seluruh Indonesia. “Dengan kasus ini, di mana komplainnya tidak ditanggapi Omni, kami harap dia bisa bekerja jauh lebih baik lagi,” harapnya.

Sekalipun demikian, Dani mengaku bahwa Prita adalah karyawan yang kinerjanya baik dan bertanggung jawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, Prita masih berstatus terdakwa dan akan kembali bersidang pada hari Kamis (18/6). Sebelumnya, sejak tanggal 13 Mei 2009, ia ditahan karena dianggap telah merusak nama baik RS Omni International Alam Sutera Tangerang melalui surat elektronik yang dibuatnya.

Prita dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 30 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara, Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Naik Secara Tertulis dengan ancaman 4 tahun penjara, serta Pasal 27 Ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.