Rumput GBK Rusak, Tim SBY-Boediono Didenda Rp 150 Juta

Kompas.com - 04/07/2009, 21:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang penghujung acara, massa pendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir pada kampanye akbar pasangan tersebut, Sabtu (4/7) sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno, seolah tak tertahankan lagi. 

Mereka merangsek ke lapangan rumput stadion tersebut ketika kelompok musik GIGI dan Ungu mencoba menyemarakkan kampanye. Akibatnya, rumput di lapangan tersebut rusak karena terinjak-injak ratusan hingga seribuan orang. 

Padahal, lapangan tersebut akan dipakai untuk pertandingan persahabatan antara Indonesia All Star dan Manchester United pada tanggal 20 Juli mendatang. Rumput tersebut telah disiapkan sedemikian rupa oleh pihak pengelola GBK. 

Maklum saja, lapangan yang akan menjadi medan pertandingan persahabatan itu haruslah berstandar internasional. Sebelumnya, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha GBK Mahfudin Nigara mengatakan, jika rumput lapangan rusak, maka uang jaminan sebesar Rp 150 juta yang diserahkan tim SBY-Boediono tidak akan dikembalikan. Akankah tim SBY-Boediono mematuhi ketentuan tersebut? 

Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada Kompas.com, Sabtu (4/7) malam mengatakan, pihaknya akan tunduk terhadap ketentuan tersebut. "Itu adalah bagian dari aturan main yg musti kami patuhi. Kami bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya. 

Anas juga mengatakan, panitia kampanye akbar tersebut akan membantu kembali lapangan GBK "Sebagaimana layaknya lapangan." 

Sebelumnya, ketika kampanye pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, panitia "sukses" menghalau massa untuk menginjak-injak lapangan berumput tersebut. Massa hanya tampak duduk-duduk di sekitar bibir lapangan.



Editor

Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X