KPAI: Hentikan Pengadilan atas 10 Bocah

Kompas.com - 16/07/2009, 12:34 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengecam persidangan terhadap 10 anak di bawah umur yang disangka melakukan perjudian. Ketua KPAI Hadi Supeno menilai, tidak seharusnya anak-anak itu disidangkan. Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, langkah pemidanaan merupakan upaya terakhir untuk menyelesaikan kasus anak yang melakukan tindak pidana.

"Penegak hukumnya itu melanggar dua ketentuan, salah satunya Pasal 16 UU Perlindungan Anak yang menyatakan penindakan hanya dilakukan sebagai upaya terakhir, apalagi anak-anak itu tidak merugikan orang lain. Itu pengadilan sesat," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Komisi Kepolisian Nasional, Jakarta, Kamis (16/7).

Seperti diberitakan, pada Rabu (15/7), Pengadilan Negeri Tangerang menyidang 10 anak yang diduga melakukan tindak pidana perjudian. KPAI mendesak, pengadilan dan proses hukum terhadap bocah-bocah tersebut harus dihentikan.

Menurut Hadi, penyidik dalam kasus tersebut tidak menguasai materi perundang-undangan. Penyidik mengenakan Pasal 303 tentang perjudian pada ke-10 anak itu. Padahal, ada sebuah unsur yang tidak ditemukan pada tindakan bocah tersebut. Pasal itu menyebutkan, perjudian yang dilakukan digunakan untuk mata pencaharian.

"Tetapi anak-anak ini hanyalah anak-anak yang tidak mendapatkan sarana untuk bermain bola, tidak mendapatkan sarana untuk berekspresi. Mereka hanya bermain dengan mainan yang sudah biasa di masyarakat," ujar Hadi.

KPAI, lanjut dia, telah melayangkan surat ke Polri dengan tembusan ke Kejagung agar kedua instansi tersebut memeriksa Kapolres dan jaksa penuntut umum kasus tersebut. Dia menilai, pengelolaan anak yang salah pada saat ini dapat berdampak pada masa depan bangsa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.