Sayur Babanci, Masakan Kuno yang Terpinggirkan - Kompas.com

Sayur Babanci, Masakan Kuno yang Terpinggirkan

Kompas.com - 24/08/2009, 08:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara sekian banyak masakan khas Betawi, mungkin sebagian warga Jakarta ada yang belum tahu sayur Babanci. Ya, dari istilahnya saja sayur yang satu ini memang terkesan aneh dan sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional.

Mungkin bisa dibilang hampir punah. Sebab, bahan-bahan untuk membuat sayur itu sudah sulit ditemukan di Jakarta, seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang. Sementara untuk kelapa muda, daging kepala sapi, dan santan kelapa, masih bisa ditemukan dengan mudah.

Lantaran sulitnya mencari sebagian bahan-bahan tersebut, kini warga Betawi hanya menyajikan sayur itu pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, seperti buka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Jika semua bahan itu bisa terkumpul dengan baik, maka bukan tak mungkin sayur Babanci itu akan tersaji dengan lezat layaknya masakan istimewa tempo dulu. Seperti apa rasanya? Ya, rasanya memang cukup menggugah nafsu makan, karena rasanya sangat khas Betawi, yaitu antara asin, manis, dan gurih.

Menurut Hj Farida, warga Condet, Jakarta Timur, sayur Babanci ini mirip gulai, tapi wujudnya sayur. Sebab, meski bersantan kental, namun tetap ada cita rasa berkuah segar seperti sayur. Lantaran ketidakjelasan masuk kategori sayur atau gulai, sayur ini disebut sayur banci, dan pada akhirnya disebut sayur Babanci. "Nama Babanci diambil dari kata `kebanci-bancian`. Karena memang tidak jelas rasa dan fisiknya masuk kelompok sayur apa gulai," tutur wanita asli Condet ini.

Untuk membuat sayur ini memang butuh keahlian khusus. Sehingga, penyajiannya betul-betul sempurna. Selain harus memberikan ramuan bumbu yang pas, juga membutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Mulai dari meracik bumbu, memotong-motong daging kepala sapi, mengerok isi kelapa muda, hingga merebus daging kepala sapi itu sendiri.

"Untuk merebus daging kepala sapi saja butuh waktu sekitar empat jam. Soalnya, kalau cuma sebentar dagingnya tidak bisa empuk. Terus untuk mencampurkan isi kelapa muda harus pas, jangan sampai rasa kenyalnya ilang. Belum yang lain-lainnya, jadi butuh kesabaran," kata Hj Farida.

Saat disajikan, makanan ini dijadikan sebagai sayur yang ditemani sejumlah lauk-pauk pada umumnya, seperti tempe, tahu, dan kerupuk. Ada pula yang menambahkan sambal untuk menambah kelezatan makanan ini.


Editor

Terkini Lainnya

Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Regional
Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Regional
BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

Nasional
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Regional
Curhat PKL soal 'Skybridge', Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Curhat PKL soal "Skybridge", Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Megapolitan
Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Regional
Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Nasional
Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Regional
Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Regional
Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Regional
SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

Edukasi
Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Nasional
Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Regional
Camat Menteng Usul PKL Sabang Direlokasi ke 'Park and Ride' Thamrin 10

Camat Menteng Usul PKL Sabang Direlokasi ke "Park and Ride" Thamrin 10

Megapolitan
Melania Trump Minta Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dipecat

Melania Trump Minta Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dipecat

Internasional

Close Ads X