Becak Tambah Banyak di Bogor

Kompas.com - 23/10/2009, 18:08 WIB
Editormade

BOGOR, KOMPAS.com — Becak yang beroperasi di Kota Bogor diperkirakan semakin banyak, bukan berkurang. Berkaitan dengan itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishub Kominfo) mulai melaksanakan operasi penertiban kendaraan roda tiga tanpa bahan bakar minyak tersebut, Jumat (23/10) pagi.

"Sekitar satu jam melakukan operasi, kami sudah menemukan 23 becak yang tidak memiliki izin operasional di Kota Bogor. Kami perkirakan jumlah becak saat ini mencapai lebih dari 2.000 buah. Padahal, izin operasional becak yang kami keluarkan hanya 1.725 buah. Itu pun pada tahun 2007 dan kami tidak pernah mengeluarkan izin lagi," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban Angkutan Dishub Kominfo Kota Bogor, RA Mulyadi, seusai kegiatan razia becak tersebut.

Ke-23 becak yang tidak berizin operasional tersebut belum diangkut untuk dikandangkan di kantor Dishub Kominfo. Penyebabnya, truk untuk mengangkut becak-becak tersebut tidak datang ke lokasi operasi, di kawasan Pasar Anyar, Bogor Tengah, pada waktunya. Petugas lalu memberi tanda becak-becak pada kapnya dengan menggunakan cat semprot. Rencananya, petugas akan mengambil becak tersebut pada Sabtu (24/10).

Menurut Mulyadi, operasi penertiban becak akan berlanjut terus sampai tidak ada becak tidak berizin berkeliaran di Kota Bogor. Becak tanpa izin tersebut akan dikandangkan seterusnya karena tidak akan ada penambahan izin operasional becak. Pemilik becak boleh mengambil kembali becak tersebut dengan syarat dia harus membawa ke luar becaknya dari Kota Bogor.

"Kalau ternyata becak itu kembali dioperasionalkan dan tertangkap kami lagi, becak akan langsung kami jadikan barang rongsokan. Sebab, tidak mungkin izin baru untuk becak dikeluarkan. Kondisi lalu lintas dalam Kota Bogor tidak memungkinkan menambah angkutan becak," katanya.

Sejumlah tukang becak berizin di persimpangan Paledang sangat mendukung operasi penertiban tersebut. Sebab, keberadaan becak bodong mengurangi pendapatan mereka. Para tukang becak itu membenarkan becak baru makin banyak. Kendaraan itu dibawa dari Jembatan Lima (Jakarta Barat) dan Jawa Tengah.

"Paling banyak datang menjelang bulan puasa lalu. Gampang kok, bawa becak dari sana, tinggal dimasukkan ke bagasi bus. Kan kerangka becak dari sana dipereteli, di sini dirakit kembali. Mereka tinggal beli atau buat jok, kap, dan rodanya di Bogor. Menjelang atau setelah Lebaran, becak ditinggal atau dijual. Mereka pulang kampung ke Jawa karena musim tanam di kampungnya," kata Anep (52), yang sudah lebih dari 20 tahun sebagai penarik becak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Megapolitan
Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RS Tarakan

Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RS Tarakan

Megapolitan
Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Megapolitan
PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

Megapolitan
Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Megapolitan
Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 22, Totalnya Kini 2.117

UPDATE 28 Oktober: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 22, Totalnya Kini 2.117

Megapolitan
Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Megapolitan
Pulang dari Luar Kota Setelah Libur Panjang, ASN di Bogor Wajib Swab Test dan Karantina Mandiri

Pulang dari Luar Kota Setelah Libur Panjang, ASN di Bogor Wajib Swab Test dan Karantina Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X