Danau Kelimutu Berubah Jadi Satu Warna

Kompas.com - 27/10/2009, 03:08 WIB
Editorjodhi

KUPANG, KOMPAS.com--Danau tiga warna Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berubah menjadi satu warna, yakni hijau, dari warna aslinya merah, putih dan biru.

"Perubahan warna ini menunjukan tanda-tanda kurang baik," kata Ketua Aliansi Masyarakat Adat Kelimutu, Nikolaus Ruma yang dihubungi dari Kupang, Minggu.

Ia mengatakan, terdapat tiga danau yang terletak di Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende yang letaknya berdampingan dan masing-masing diberi nama Tiwu Ata Polo, Tiwu Ata Mbupu dan Tiwu Ko`ofai Nuwa Muri.

Dia mengatakan, masyarakat yang bermukim di sekitar danau kelimutu meyakini perubahan warna air Danau Kelimutu tersebut sebagai tanda bakal terjadi perubahan alam yang luar biasa yang harus diwaspadai.

"Ini merupakan tanda yang bisa membawa malapetaka besar bagi masyarakat di Indonesia," katanya.

Saat ini, katanya, warga disekitar danua Kelimutu sudah mulai cemas dengan adanya perubahan warna danau tersebut.

Keyakinan ini didasari pada pengalaman pada 1992 silam, seiring dengan perubahan warna danau tersebut, terjadi gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores yang menelan banyak korban jiwa.

"Perubahan warna danau ini pernah terjadi sebelumnya dan secara mendadak," katanya.

Dari tiga danau tersebut, katanya, danau yang berwarna biru, jarang berubah warna, sehingga kekhawatiran bakal terjadi bencana yang menelan korban jiwa.

Kekhawatiran akan terjadi bencana ini, tambahnya, bukan saja terjadi di wilayah Pulau Flores, tetapi Indonesia, karena keajaiban dunia ini ada di Indonesia.

Seiring perubahan warna danau tersebut pada lima hari lalu, lanjutnya, terjadi gempa yang mengguncang Saumlaki, sehingga perlu diwaspadai adanya peristiwa selanjutnya.(*)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X