Juru Parkir Tewas di Tangan Teman - Kompas.com

Juru Parkir Tewas di Tangan Teman

Kompas.com - 20/11/2009, 05:16 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Gara-gara dendam dan sering berselisih, Iwan (22) tega membunuh temannya sendiri, Tudi Jaya Achmad bin Sadik Musa (41), Kamis (19/11) dini hari. Juru parkir yang sehari-hari bekerja di kawasan Wihara Nimmala (Kelenteng Boen San Bio), Kota Tangerang, itu ditemukan tewas di Jalan KS Tubun, Pasar Baru, Karawaci, tepatnya di samping Madrasah At-Tasrih.

Saat ditemukan, terdapat luka bacok di sekujur tubuh Tudi akibat tebasan senjata tajam, antara lain di mata kiri memanjang ke pipi, kepala, punggung, dan telinga yang nyaris putus. Jasad korban dibawa ke RSU Tangerang untuk diotopsi.

”Setelah melakukan olah TKP dan mendapatkan keterangan para saksi, dalam 11 jam pelaku tertangkap,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang Komisaris Budhi Herdi Susianto.

Cekcok

Budhi menjelaskan, sekitar pukul 03.00, petugas mendapat informasi dari masyarakat mengenai penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

”Dari sejumlah saksi yang kami diperiksa, ada seorang saksi kunci yang bertugas di wihara melihat tersangka menyeret korban setelah melakukan pembunuhan,” ujar Budhi.

Budhi menyebutkan, saksi sempat melihat korban dan tersangka terlibat cekcok mulut hingga baku hantam. Tersangka yang telah mempersiapkan golok mengejar korban yang berusaha lari saat memanjat tembok gedung SMA Dinamika.

Tersangka pelaku menebaskan golok hingga mengenai punggung dan kepala korban. Tersangka lalu menyeret korban dan menghajar kembali bagian wajah, telinga, dan mata korban dengan golok. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, tersangka meninggalkan lokasi itu.

Mendapat informasi itu, polisi lalu mendatangi rumah Iwan di Blok Koang, sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian. Saat polisi datang, tersangka Iwan sedang duduk tanpa mengenakan baju. ”Kaus yang dipakai sedang dicuci. Setelah dicocokan dengan keterangan saksi, petugas menciduk Iwan,” kata Budhi.

Dari hasil penyelidikan sementara, ungkap Budhi, motif pembunuhan berlatar belakang dendam.

Tersangka Iwan mengaku jengkel dengan sikap korban yang selalu melecehkanya. Korban bahkan kerap memukulnya setiap kali bertemu. ”Saya sering dipukul dan ditendang,” kata Iwan. (PIN)


Editortof

Terkini Lainnya


Close Ads X