"Anak Buah" Sigit Bersaksi di Sidang Antasari

Kompas.com - 08/12/2009, 10:47 WIB
EditorGlo

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasan Mula Cela, direktur hukum dan SDM perusahaan milik Sigit Haryo Wibisono, memberikan kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/12).

Hasan memberi keterangan seputar proses penyerahan uang sebesar Rp 500 juta kepada terdakwa mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar. Dalam kesaksian di hadapan majelis hakim, Herri Wantoro, Hasan mengaku pernah melihat Williardi mendatangi dua kantor milik Sigit di Jalan Kerinci dan Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Ia pun pernah bertemu Williardi sebanyak empat kali pada 2009. "Ketemu di Kerinci dua kali, di Ampera dua kali," kata Hasan menjawab pertanyaan JPU, Cirus Sinaga.

JPU kemudian menanyakan perihal pemberian uang Rp 500 juta kepada Williardi di kantor di Jalan Kerinci. Hasan menjelaskan, awalnya sekitar bulan Februari 2009, Sigit pernah menanyakan kepadanya apakah perusahaan memiliki uang tunai Rp 500 juta.

Saat itu, Hasan merangkap jabatan sebagai direktur keuangan selama dua bulan karena direktur sebelumnya sedang sakit. "Saat itu, siang hari, Pak Sigit tanya ada uang Rp 500 juta enggak? Saya bilang enggak ada. Sorenya saya dihubungi Wahyudi (Sekretaris Sigit) untuk ikut nganterin uang ke Pak Willi. Lalu, saya ke ruang Wahyudi, di atas meja sudah ada uang di dalam tas dengan pecahan Rp 50.000," kata dia.

"Lalu, Wahyudi bawa uang itu dan saya ikut di belakangnya ke ruang meeting. Di sana sudah ada Pak Sigit dan Pak Willi. Terus Wahyudi taruh uang di lantai di antara Pak Sigit dan Pak Willi. Kami lalu keluar. Saya enggak tahu lagi selanjutnya," tutur dia.

Hasan mengaku tidak mengetahui berasal dari mana uang tersebut. Namun, ia memastikan bahwa uang itu tidak berasal dari perusahaan. Ketika ditanya apakah ia tahu untuk apa pemberian uang tersebut kepada Williardi, Hasan menjawab tidak tahu. "Saya enggak tahu uang itu dipakai untuk apa. Tidak ada surat perjanjian juga," katanya.

Selain Hasan, ikut memberi kesaksian ajudan Sigit, Waskito. Ia yang bekerja sejak November 2008 hingga April 2009 mengaku pernah melihat sekali terdakwa Antasari Azhar bertemu atasannya di kediaman Sigit di Jalan Pati Unus, Kebayoran Baru, November 2008.

Waskito juga mengaku pernah melihat terdakwa Williardi Wizar bertemu dengan Sigit sebanyak tiga kali. "Di kantor di Jalan Kerinci dan Jalan Ampera, sama di rumah di Jalan Pati Unus," katanya.

Setelah mendengarkan dua saksi, majelis hakim menskors sidang selama 30 menit.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Pendatang Tanpa SIKM Harus Bayar Tes Swab Rp 1,2 Juta

Siap-siap, Pendatang Tanpa SIKM Harus Bayar Tes Swab Rp 1,2 Juta

Megapolitan
Masjid Al Munawar Pancoran Gelar Shalat Jumat dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Masjid Al Munawar Pancoran Gelar Shalat Jumat dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Anies Baswedan: Tahun Ini Tidak Ada Pembangunan Baru

Anies Baswedan: Tahun Ini Tidak Ada Pembangunan Baru

Megapolitan
PPNI Terima 300 Aduan Perawat Terkait THR Lebaran

PPNI Terima 300 Aduan Perawat Terkait THR Lebaran

Megapolitan
Lagi, 3 Warga Lenteng Agung yang Pulang dari Mudik Lolos di Check Point

Lagi, 3 Warga Lenteng Agung yang Pulang dari Mudik Lolos di Check Point

Megapolitan
Curhat Ibu Hamil di Tengah Pandemi Covid-19, Panik hingga Berencana Melahirkan di Rumah

Curhat Ibu Hamil di Tengah Pandemi Covid-19, Panik hingga Berencana Melahirkan di Rumah

Megapolitan
Sebanyak 50 Pedagang Pasar Perumnas Klender Kembali Jalani Tes Swab Covid-19

Sebanyak 50 Pedagang Pasar Perumnas Klender Kembali Jalani Tes Swab Covid-19

Megapolitan
Anies Pangkas 25 Persen TKD PNS untuk Dialihkan Jadi Dana Bansos

Anies Pangkas 25 Persen TKD PNS untuk Dialihkan Jadi Dana Bansos

Megapolitan
Seorang Positif Corona, 14 Orang yang Tinggal Serumah Diisolasi di Mushala

Seorang Positif Corona, 14 Orang yang Tinggal Serumah Diisolasi di Mushala

Megapolitan
Penularan Covid-19 Masih Terjadi di Depok, Warga Diminta Lebih Waspada

Penularan Covid-19 Masih Terjadi di Depok, Warga Diminta Lebih Waspada

Megapolitan
Datang ke Pasar Malam Tanpa Masker, 10 Orang Didenda Satpol PP

Datang ke Pasar Malam Tanpa Masker, 10 Orang Didenda Satpol PP

Megapolitan
UI Disuntik Rp 2,5 Miliar oleh Perusahaan Batubara untuk Produksi 100 Ventilator

UI Disuntik Rp 2,5 Miliar oleh Perusahaan Batubara untuk Produksi 100 Ventilator

Megapolitan
Pendatang Tanpa SIKM yang Dikarantina Harus Tes Covid-19 dengan Biaya Pribadi

Pendatang Tanpa SIKM yang Dikarantina Harus Tes Covid-19 dengan Biaya Pribadi

Megapolitan
Apa Bedanya Bansos PSBB dan Bansos Program KSBB?

Apa Bedanya Bansos PSBB dan Bansos Program KSBB?

Megapolitan
Ini 4 Jalur PPDB 2020 untuk SD dan SMP di Kota Bekasi serta Kuotanya

Ini 4 Jalur PPDB 2020 untuk SD dan SMP di Kota Bekasi serta Kuotanya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X