MUI Haramkan Patung Sultan Banten

Kompas.com - 20/12/2009, 11:36 WIB
Editorbnj

TANGERANG, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan, Banten, mengharamkan pembangunan patung Sultan Banten Maulana Hasanudin di Bundaran Pamulang karena khawatir dijadikan tempat pemujaan.

Ketua MUI Kota Tangerang Selatan KH Saidi, Minggu (20/12), menyatakan, hasil musyawarah MUI dan pemerintah daerah setempat menetapkan bahwa pembangunan patung Sultan Maulana Hasanuddin tidak sesuai dengan hadis.

"MUI Tangsel mengharamkan pembangunan patung Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Bundaran Pamulang," kata Saidi.

MUI menilai, jika patung Sultan Maulana Hasanuddin dibangun, Bundaran Pamulang akan dijadikan tempat berhala bagi mereka yang memuja Sultan Banten itu.

Saidi menegaskan, bila patung itu berdiri sebagai tokoh sejarah untuk pendidikan, akan disalahgunakan oleh masyarakat.

"Jika tidak dipantau, akan lebih banyak kerusakannya, seperti persembahan berhala dan kemaslahatan," tandas Saidi.

Dia mengatakan, rencana pembangunan patung Sultan Maulana Hasanuddin yang bekerja sama dengan pihak swasta mengeluarkan anggaran yang besar. Anggaran tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Sebaiknya Bundaran Pamulang dibangun monumen tiang Masjid Banten, Asmaul Husna, ketimbang patung Sultan Maulana Hasanuddin.

"Bila perlu membangun logo Kota Tangsel di Bundaran Pamulang agar tidak terjadi salah presepsi," ungkapnya.

MUI Kota Tangsel telah mengajukan sejumlah usulan kepada Pemkot Tangsel untuk mengganti patung Sultan Maulana Hasanuddin.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Tangsel M Shaleh menjelaskan, masukan dari MUI Kota Tangsel terkait penolakan pembangunan patung Sultan Banten akan dibahas dengan perangkat daerah setempat.

"Untuk memutuskan seperti apa nantinya kami akan melakukan pembahasan lebih dalam," ujar Wali Kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.