Pembangunan Bandara di Kepulauan Seribu Ditunda Lagi

Kompas.com - 07/01/2010, 21:16 WIB
Editorksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunda perpanjangan landasan pacu bandara di Kepulauan Seribu. Tidak ada anggaran pembangunan bandara di kabupaten itu. Penundaan dilakukan karena tidak ada maskapai penerbangan yang rutin mendarat di bandara ini.

"Tahun ini pembangunan bandara di Kabupaten Kepulauan Seribu kembali tidak dilanjutkan. Untuk apa membangun bandara dengan dana besar jika tidak ada pesawat yang membawa pengunjung secara rutin melalui jalur udara," kata Gubernur DKI J akarta Fauzi Bowo, Kamis (7/1/10) di Balaikota DKI Jakarta.

Bandara di Pulau Panjang dibuka pertama kali pada tahun 1986 dan didarati pesawat Cassa 212 dari Pelita Air Service (PAS). Pada tahun 1990, jumlah penerbangan di bandara itu pernah mencapai 800 penerbangan dalan setahun.      

Namun, jumlah penerbangan turun drastis pada tahun 1991 karena PAS mengalihkan penerbangan ke Indonesia timur. Sejak tahun 1997, bandara itu tak lagi didarati pesawat. Saat ini menara pengawas rusak dan banyak perlengkapan bandara yang hilang.

Pada tahun 2006, landasan pacu bandara itu akan diperpanjang dengan dana Rp 160 miliar. Namun proses perpanjangan berlarut-larut dan berhenti dengan tidak selesai pada tahun 2008. Pada tahun 2009 Pemprov DKI tidak mau mengalokasikan dana untuk melanjutkan pembangunan itu dan tahun ini juga tidak berlanjut.

Menurut Fauzi, jika ada maskapai yang berkomitmen mengadakan penerbangan ke Kepulauan Seribu dan banyak orang berminat, pembangunan bandara masih dapat dilanjutkan. Jika tidak ada pangsa pasarnya, pembangunan bandara belum akan dilanjutkan.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis mengatakan, penundaan pembangunan itu dinilai merupakan langkah tepat. Jika dipaksakan dibangun tetapi tidak didarati pesawat, dana yang digunakan akan menjadi sia-sia.    

Menurut Nurmansjah, Pemprov DKI seharusnya berkonsetrasi meningkatkan kondisi obyek-obyek wisata di Kepulauan Seribu terlebih dulu. Saat ini, hanya Pulau Bidadari yang banyak dikunjungi wisatawan.

Kondisi pulau lain tidak menarik dikunjungi karena dipenuhi sampah, tidak ada fasilitas penunjang, dan tidak ada atraksi pendukung. Jika obyek wisata di semua pulau dioptimalkan, kepulauan itu dapat menarik banyak wisatawan.

"Untuk sementara, wisatawan dapat berkunjung dengan kapal. Jika sudah banyak orang yang berminat untuk datang, barulah bandara itu dibangun karena pasti akan ada maskapai yang mau melayani," kata Nurmansjah.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.