BBPOM Lampung Awasi Produk China

Kompas.com - 19/01/2010, 03:56 WIB
Editor

Bandar Lampung, Kompas - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandar Lampung meningkatkan pengawasan terhadap berbagai produk asal China yang masuk ke Indonesia. Peningkatan pengawasan dilakukan menyusul Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN dan China.

Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung Hartadi, Senin (18/1), mengatakan, sebelum diterapkannya perjanjian tersebut, BBPOM tetap melakukan pengawasan.

Akan tetapi, seiring dengan diberlakukannya perjanjian tersebut, BBPOM semakin meningkatkan pengawasan terhadap peredaran makanan, obat, dan kosmetik impor.

BBPOM Bandar Lampung melakukan peningkatan pengawasan dengan cara mengambil sampel atau contoh produk, mendatangi langsung sarana distributor atau pengecer, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

”Hal itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk- produk makanan dan kosmetik asal China yang tidak terdaftar dan terjamin keamanannya,” ujar Hartadi.

Untuk pengambilan sampel produk, BBPOM terus melakukan pengambilan sampel dan mengujinya di laboratorium BBPOM setiap bulan.

Hal itu karena berdasarkan temuan BBPOM Bandar Lampung pada tahun 2009 makanan, kosmetik, ataupun obat tradisional asal China yang dilarang peredarannya di Indonesia, tidak terdaftar, atau mengandung bahan berbahaya masih ditemukan.

Dilarang

Hartadi menyebutkan, dari 19 item sampel obat tradisional asal China yang beredar di Indonesia, sekitar dua di antaranya merupakan produk yang dilarang beredar di Indonesia. Dua produk tersebut adalah Qiang Jin Wei Ge Wang dan Emperor Huang Sait Medicine.

Untuk sampel jenis kosmetik, dari 34 jenis sampel kosmetik asal China yang diambil, ada tujuh produk yang ditemukan ilegal atau tidak terdaftar dalam nomor registrasi produk BBPOM.

Ketujuh produk tersebut antara lain Fluocinonide Cream 10 gram, Qian Yan Day Midnight, New Guangzhou China, dan Qian Yan Day Cream. Semua produk tersebut berbentuk krim. (HLN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.