Menhuk dan HAM: Periksa Dubur Boleh Saja, asal...

Kompas.com - 20/01/2010, 19:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar memberikan isyarat memperbolehkan pemeriksaan dubur anak jalanan oleh pihak kepolisian. Namun dengan catatan, pemeriksaan dubur tersebut dilakukan dengan standar teknis yang benar secara kedokteran.

Hal ini dikatakan Patrialis seusai rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Rabu (20/1/2010). "Kalau dilakukan dengan teknis kedokteran dan dalam rumah sakit yang jelas itu kan enggak apa-apa," kata Patrialis.

Ia mengakui sulit berpendapat tentang rencana pemeriksaan yang rencananya akan dilakukan oleh Polres Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan pada Kamis besok. Sebab, menurutnya, persoalan pemeriksaan dubur apalagi pada anak jalanan sangat bersinggungan dengan HAM dan merupakan persoalan yang bersifat privasi.

"Tapi kalau memang ada laporannya. Kalau positif ya enggak apa-apalah. Positif artinya ada tekad dan semangat untuk membantu masyarakat," tuturnya.

Politisi PAN ini juga menekankan pentingnya sisi kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan kekerasan terhadap anak jalanan. Dikatakannya, perlu adanya keseriusan dari seluruh aspek masyarakat dan pemerintah untuk memberikan perhatian khusus pada anak jalanan.

"Saya kira yang paling penting itu harus memperhatikan sisi kemanusiaan. Anak-anak jalanan itu memang sebetulnya harus ada perhatian dari masyarakat dan pemerintah agar kasus-kasus seperti Babeh itu jangan terulang kembali," tandasnya.

Seperti diwartakan, Polrestro Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan berencana melakukan pemeriksaan dubur anak-anak jalanan. Hal ini terkait dengan maraknya kekerasan seksual terhadap anak jalanan. Namun, aksi ini mendapat kecaman dari Komnas Perlindungan Anak lantaran tidak akan memberikan dampak positif, tetapi justru melanggar HAM anak-anak jalanan.


Editormade

Terkini Lainnya

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Megapolitan
Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Regional
BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

Nasional
Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Regional
Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Nasional
Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Regional
Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Nasional
Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Nasional
Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Regional
Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Regional
La Nyalla Ancam 'Amputasi' Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

La Nyalla Ancam "Amputasi" Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Regional
Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Regional
TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

Regional
Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Megapolitan

Close Ads X