Wisman Pun Terlibat Festival Joget Bumbung

Kompas.com - 28/01/2010, 21:40 WIB
Editormade

TABANAN, KOMPAS.com - Festival joged bumbung di objek wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, melibatkan wisatawan asing maupun domestik. Para peserta diberi hadiah kalender dan keping VCD berisi promosi objek wisata favorit tersebut. Keterlibatan wisatawan dalam tari pergaulan, semacam tayub di Jawa, yang dijadwalkan berlangsung tiga hari mulai Kamis (28/1/2010) sore, mampu menyemarakkan suasana festival yang dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan, I Gusti Gede Putra Wirasana.

Kemunculan sejumlah wisatawan asing dan domestik berpakaian adat Bali, dengan aneka gerak tari yang tidak beraturan, justru sering menimbulkan gelak tawa hadirin, sehingga suasana bertambah meriah.

Kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya Bali yang beraneka ragam itu, dihadiri berbagai kalangan, sekaligus memperingati Tahun Kunjungan Museum Indonesia 2010 dan menyongsong agenda besar festival seni Tanah Lot yang dijadwalkan digelar pertengahan tahun ini.

Pengurus Badan Pengelola Objek Wisata Tanah Lot berharap melalui Festival Joget Bumbung akan turut memacu kreativitas dalam seni dan budaya bagi para pelaku seni di Tabanan.

Manager Operasional Objek Wisata Tanah Lot, I Made Sujana, melaporkan, hari pertama festival menampilkan duta seni Kecamatan Baturiti, Penebel, Marga, dan dari Kecamatan Kerambitan.

Hari berikutnya (Jumat, 29/1/2010) dari Kecamatan Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Kediri. Sedangkan Sabtu (30/1/2010) sore disuguhkan kebolehan tim seni Kecamatan Tabanan dan Pupuan.

Made Sujana berharap pelibatan wisatawan yang ikut menari bersama para peserta festival, juga akan memberikan kesan tersendiri, yang akan menjadi bagian dari promosi dari mulut ke mulut.

Selama ini, katanya, objek Wisata Tanah Lot konsisten dalam melestarikan budaya Bali yang beraneka ragam, diawali kegiatan Festival Seni Tanah Lot tahun 2009.

Pihak pengelola Tanah Lot juga ingin mempersembahkan penghargaan kepada para pelaku seni atas usaha mereka selama ini dalam menjaga dan melestarikan budaya Bali melalui berbagai ide kreatif. "Melalui festival budaya ini, kami berharap mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang datang," ujar Made Sujana.

Wisatawan yang ikut menari, semuanya memakai pakaian tradisional Bali berupa sarung dan selendang yang diikatkan di pinggang.

Pada festival ini, panitia mensyaratkan kesopanan gerak bagi para penari maupun wisatawan yang ikut menari, termasuk dilarang mempertontonkan aksi porno. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keaslian budaya Bali, khususnya joget bumbung yang dulunya merupakan tarian pergaulan yang sopan dan jauh dari kesan vulgar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.