Abu Jibril: Polisi Anggap Kita Musuh

Kompas.com - 02/03/2010, 20:17 WIB
Editormade

JAKARTA, KOMPAS.com — Ayah kandung terdakwa kasus dugaan tindak pidana terorisme Muhammad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan menilai kepolisian, khususnya penjaga Rumah Tahanan Mako Brimob (Markas Komando Brigade Mobil) Kelapa Dua, Depok, tidak menunjukkan simpatik dan menganggap keluarganya seperti musuh. Demikian dikatakan Abu Jibril di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2010).

"Kita minta prosedur hukum agar anak saya diberikan kenyamanan. Mereka anggap kita musuh, padahal belum tentu bersalah," ujar Abu Jibril seusai sidang nota pembelaan anaknya tersebut.

Salah satu pucuk pimpinan di Majelis Mujahidin Indonesia ini mengaku, selama ini pihak keluarga diberi kesempatan dua kali seminggu menjenguk Jibril di tahanannya, Rutan Mako Brimob. Namun, ia tak nyaman mengingat selama di dalam tahanan keluarga selalu diawasi terus. "Sebenarnya kita tidak nyaman. Umpamanya penjaga bongkar barang yang kita bawa. Wajah mereka penuh curiga," sambungnya.

Dikatakan Abu Jibril, selama anaknya ditahan di Rutan Mako Brimob, polisi akan terus melakukan intervensi terhadap bos Ar Rahmah Media Group tersebut. "Di Mako Brimob polisi berkuasa untuk intervensi," terang suami dari Fatima Zahra tersebut.


Abu Jibril sendiri tidak mempermasalahkan rutan mana pun yang menampung anaknya tersebut asal bukan rutan Mako Brimob. Sebab, selama ini Jibril kerap mendapatkan perlakuan intimidasi dan diskriminasi. "Kita meminta supaya tidak berlaku lagi intimidasi dan diskriminasi," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X